Live|
CNN IndonesiaVersi JafmoNewsNegatif12 Mei 2026 pukul 16.49

MC lomba cerdas cermat MPR menyampaikan permintaan maaf

MC lomba cerdas cermat MPR, Shindy Lutfiana, minta maaf atas pernyataannya yang menimbulkan polemik.

MC lomba cerdas cermat MPR menyampaikan permintaan maaf

Pembawa acara lomba cerdas cermat sosialisasi Empat Pilar MPR antar SMA di Kalimantan Barat, Shindy Lutfiana, menyampaikan permintaan maaf setelah ucapannya dalam babak final pada 9 Mei menuai polemik. Permintaan maaf itu ia unggah melalui akun Instagram pada Selasa (12/5), menyusul sorotan publik terhadap pernyataannya di tengah perdebatan penjurian acara.

Dalam pernyataannya, Shindy mengakui ada ucapan yang tidak semestinya ia sampaikan sebagai MC, terutama kalimat yang berbunyi, “Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja.” Ia menyebut ucapan tersebut telah menimbulkan kekecewaan dan melukai perasaan para peserta lomba, termasuk guru serta pendamping SMAN 1 Pontianak yang merasa dirugikan oleh insiden itu.

Polemik bermula saat final LCC Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat menampilkan perbedaan penilaian juri terhadap jawaban dua regu atas pertanyaan rebutan. Pertanyaan itu menyinggung pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan dari lembaga tertentu. Regu C dari SMAN 1 Pontianak lebih dulu menjawab dengan menyebut DPR, DPD, dan Presiden, namun jawaban itu dinilai salah oleh salah satu juri dan diberi nilai minus lima.

Ketika jawaban yang sama kemudian disampaikan regu B, juri justru menganggapnya benar dan memberikan 10 poin. Keputusan tersebut memicu protes dari peserta regu C yang merasa kebingungan karena jawaban mereka serupa, tetapi hasil penilaiannya berbeda. Juri dari unsur MPR, Dyastasita, beralasan jawaban regu C tidak menyebut DPD, sementara peserta menegaskan unsur itu sudah ada dalam jawaban mereka. Juri lain, Indri Wahyuni, meminta peserta memperjelas artikulasi saat menjawab pertanyaan.

MPR kemudian ikut menyampaikan permintaan maaf atas viralnya keputusan dewan juri. Wakil Ketua MPR, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, mengatakan pihaknya akan mengevaluasi kinerja juri dan sistem lomba, serta menindaklanjuti kejadian tersebut sebagai bentuk tanggung jawab atas kelalaian yang terjadi.

Sudut pandang lain

Kasus ini menunjukkan pentingnya konsistensi penilaian dalam ajang pendidikan, terutama ketika kegiatan melibatkan pelajar dan lembaga negara. Ketika keputusan juri dianggap tidak seragam, dampaknya bukan hanya pada hasil lomba, tetapi juga pada kepercayaan peserta dan publik terhadap integritas penyelenggaraan.

Di sisi lain, permintaan maaf dan rencana evaluasi MPR menjadi langkah penting untuk meredam kritik. Namun, peristiwa ini juga dapat menjadi pelajaran bagi penyelenggara agar memperjelas pedoman penjurian, memastikan komunikasi yang lebih hati-hati, dan meminimalkan potensi sengketa dalam kompetisi serupa di masa mendatang.

Lihat versi asli dari sumber

Master of ceremony (MC) atau pembawa acara lomba cerdas cermat (LCC) sosialisasi empat pilar MPR antar SMA di Kalimantan Barat, Shindy Lutfiana, minta maaf buntut polemik penjurian acara tersebut pada 9 Mei lalu.

"Saya Shindy Lutfiana, selaku MC menyampaikan permohonan maaf terkait kesalahan atas ucapan-ucapan saya pada saat Pelaksanaan Babak Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Provinsi Kalimantan Barat," tulis Shindy lewat akun Instagram pribadinya, Selasa (12/5).

Shindy meminta maaf atas pernyataannya dalam acara yang menyebut: "Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja". Shindy mengatakan pernyataan itu tak selayaknya ia sampaikan selaku pembawa acara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyadari pernyataan itu telah menimbulkan kekecewaan dan melukai para peserta lomba, termasuk guru dan pendamping SMAN 1 Pontianak selaku pihak yang dirugikan.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak, khususnya adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping/pembimbing dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta seluruh masyarakat terutama masyarakat Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti dan memberikan perhatian terhadap kegiatan ini," tulis Shindy.

Insiden viral dalam final lomba cerdas cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat itu bermula saat dewan juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban yang sama oleh regu B dan C dalam pertanyaan rebutan.

"Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" tanya pembawa acara dikutip dari YouTube MPR, Senin (11/5).

Grup C dari SMAN 1 Pontianak yang menekan bel terlebih dahulu menjawab bahwa anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.

Namun, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita selaku dewan juri memberi nilai -5 atau menyalahkan jawaban Grup C itu.

Pertanyaan itu kemudian dilempar dan dijawab regu B dengan memberikan jawaban yang sama. Namun, juri memberikan 10 poin atau membenarkan jawaban mereka. Salah satu peserta di regu C pun langsung memprotes. Mereka menunjukkan ekspresi bingung lantaran jawabannya disalahkan meski sama.

Dyastasita tetap kekeuh dan beralasan jawaban regu C tidak menyertakan Dewan Perwakilan Daerah atau DPD. Grup C pun kembali memprotes dengan mengatakan jawaban awal telah menyertakan Dewan Perwakilan Daerah. Namun, Dyastasita tidak mengubah keputusannya.

Sementara dewan juri lainnya, yakni Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni justru meminta agar peserta memperjelas artikulasi saat menjawab pertanyaan.

MPR belakangan menyampaikan permintaan maaf soal viral keputusan dewan juri. Wakil Ketua MPR, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kinerja dewan juri dan sistem lomba.

"Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini," kata Abcandra dalam keterangannya, Selasa (12/5).

Dirangkum dari CNN Indonesia · oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia

Berita terkait

Indri Wahyuni Disorot Usai Polemik Penilaian LCC 4 Pilar
OkezoneJafmoNews13 Mei 2026, 22.04

Indri Wahyuni Disorot Usai Polemik Penilaian LCC 4 Pilar

Segini kisaran gaji dan kekayaan Indri Wahyuni, Juri yang permasalahkan artikulasi di LCC 4 Pilar MPR Kalbar. Indri Wahyuni menjadi salah satu juri ramai diperbincangkan usai memberikan tanggapan kepada peserta lomba cerdas cermat saat mengajukan protes.

MPR Ulang Final LCC Empat Pilar di Kalbar
Detik.comJafmoNews14 Mei 2026, 08.16

MPR Ulang Final LCC Empat Pilar di Kalbar

MPR memutuskan untuk mengulang final Lomba Cerdas Cermat di Kalbar setelah kritik terhadap penilaian juri. Juri independen akan dilibatkan dalam lomba ulang.

Gibran Beri Motivasi dan Tips Public Speaking ke Peserta LCC MPR
CNN IndonesiaJafmoNews14 Mei 2026, 07.10

Gibran Beri Motivasi dan Tips Public Speaking ke Peserta LCC MPR

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan motivasi hingga tips public speaking kepada peserta Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR dari SMAN 1 Pontianak.

Hetifah Minta Final Cerdas Cermat MPR di Kalbar Diulang
Tempo.coJafmoNews13 Mei 2026, 13.13

Hetifah Minta Final Cerdas Cermat MPR di Kalbar Diulang

Diharapkan peristiwa cerdas cermat ini tidak mengurangi minat dan antusiasme untuk terus aktif mengikuti kegiatan pendidikan dan kebangsaan.

Indri Wahyuni jadi sorotan usai polemik LCC MPR di Kalbar
VIVAJafmoNews12 Mei 2026, 17.10

Indri Wahyuni jadi sorotan usai polemik LCC MPR di Kalbar

Profil Indri Wahyuni, juri LCC MPR yang viral usai polemik jawaban peserta SMAN 1 Pontianak. Sosok “Mrs Artikulasi” kini ramai disorot netizen. Berikut profil lengkapnya.

SMAN 1 Pontianak Menolak Ulang Final Cerdas Cermat MPR
Tempo.coJafmoNews14 Mei 2026, 19.40

SMAN 1 Pontianak Menolak Ulang Final Cerdas Cermat MPR

SMAN 1 Pontianak memilih tak akan mengikuti laga ulang final lomba cerdas cermat empat pilar MPR. Mendukung hasil lomba sebelumnya.