Live|
Kompas.comVersi JafmoNewsNegatif13 Mei 2026 pukul 22.56

PSBS Biak Terancam Minus Poin usai Gagal Lisensi Klub

I.League merilis daftar klub yang telah lolos Club Licensing musim 2025-2026.

PSBS Biak Terancam Minus Poin usai Gagal Lisensi Klub

I.League menyampaikan bahwa klub yang tidak lolos Club Licensing berpotensi mendapat sanksi pengurangan poin pada awal musim 2026-2027. Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan bahwa konsekuensi itu mengacu pada regulasi bagi klub yang gagal memenuhi persyaratan kategori A. Pengumuman hasil lisensi musim 2025-2026 disampaikan dalam konferensi pers di Kantor I.League, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Dari hasil verifikasi untuk Super League 2025-2026, sebanyak 17 klub dinyatakan memenuhi syarat dan lolos lisensi. Satu-satunya klub Super League yang dipastikan gagal adalah PSBS Biak. Klub asal Papua itu tengah menghadapi sejumlah persoalan, termasuk tidak bisa bermain di Biak dan masalah finansial yang membuat pembayaran gaji pemain terlambat. Kondisi tersebut membuat PSBS Biak tidak memenuhi syarat sebagai klub profesional untuk tampil di Super League.

Asep menegaskan bahwa hukuman bagi klub yang gagal lisensi belum diumumkan secara detail saat ini, namun pada musim baru nanti ada kemungkinan sebagian tim memulai kompetisi dengan poin minus. Ia juga menyebut bahwa keputusan yang diumumkan sekarang masih bersifat tingkat pertama, sehingga klub masih diberi kesempatan mengajukan banding hingga 22 Mei 2026. Hingga saat konferensi pers digelar, belum ada klub yang mengajukan banding.

Selain Super League, I.League juga merilis hasil lisensi untuk Championship 2025-2026. Dari 20 klub, ada 11 tim yang belum memenuhi syarat karena masih memiliki kekurangan pada aspek kategori A. Di sisi lain, Asep menyoroti perkembangan positif dari Liga Nusantara, setelah empat klub menjalani lisensi Championship dan tiga di antaranya dinyatakan lolos. Ia menilai hal itu sebagai tanda pembinaan yang bergerak ke arah yang baik.

Daftar klub yang lolos lisensi mencakup peserta dari ACL 2, Super League, Championship, dan Liga Nusantara. Hasil ini menjadi dasar bagi penyelenggara kompetisi untuk menilai kesiapan administratif dan profesional klub sebelum musim baru dimulai, sekaligus membuka ruang penegakan sanksi bagi tim yang belum memenuhi standar.

Sudut pandang lain

Kebijakan Club Licensing bukan hanya soal administrasi, tetapi juga alat untuk mendorong tata kelola klub yang lebih sehat. Ancaman pengurangan poin dapat memberi tekanan besar kepada tim untuk memperbaiki aspek finansial, infrastruktur, dan manajemen sebelum kompetisi berjalan.

Dalam konteks yang lebih luas, hasil lisensi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan kesiapan antarklub di berbagai level kompetisi. Di satu sisi, ada kemajuan pada sebagian klub Liga Nusantara; di sisi lain, persoalan seperti keterlambatan gaji dan ketidaksiapan kandang masih menjadi hambatan serius bagi profesionalisme sepak bola nasional.

Lihat versi asli dari sumber

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengungkapkan potensi sanksi pengurangan poin yang akan diterima tim yang tidak lolos Club Licensing.

I.League merilis hasil dari Club Licensing musim 2025-2026. Dipastikan sebanyak 17 klub Super League 2025-2026 telah memenuji syarat dan lolos lisensi.

Sementara, satu-satunya tim Super League yang dipastikan gagal lolos lisensi adalah PSBS Biak.

Klub yang berasal dari Papua itu tengah dilanda badai. Selain tak bisa bermain di Biak, klub berjuluk Badai Pasifik itu juga terdampak isu finansial yang membuat para pemain mengalami keterlambatan gaji.

Untuk itu, PSBS Biak dipastikan tak memenuhi syarat untuk lolos lisensi klub profesional untuk berkompetisi di Super League.

Kebetulan, PSBS Biak juga terdegradasi musim ini.

Selain klub Super League, I.League juga merilis klub-klub Championship 2025-2026 yang memenuhi syarat Club Licensing.

Dari 20 klub, terdapat 11 klub Championship dinyatakan belum memenuhi syarat karena masih terdapat kekurangan pada aspek kategori A.

Sebagai hukuman, seluruh klub yang tak mampu lolos lisensi klub terancam kena sanksi pengurangan poin awal musim 2026-2027.

“Sesuai dengan regulasi, klub-klub yang gagal memenuhi A, kita sampaikan ada konsekuensi sanksi, yang nantinya memang belum akan kita proporsikan di hukum di sana,” kata Asep Saputra dalam konferensi pers di Kantor I.League, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

“Kita tidak umumkan sekarang, tapi mungkin teman-teman media pada waktunya akan melihat ketika kita merilis musim baru di klasemen bisa ada tim yang memulai dengan minus poin," tutur dia.

Kesempatan Banding

Kendati demikian, klub-klub tersebut masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding hingga 22 Mei 2026.

"Jadi sekali lagi ini baru keputusan tingkat pertama, tapi klub diberikan masa untuk banding atas keputusan ini sampai tanggal 22 Mei,” ujar Asep.

“Kalau ada yang banding. Kalau tidak ada yang banding, tetap sama. So far belum ada. Jikalau ada yang banding, data final 22 Mei 2026," jelas dia.

Selain itu, Asep juga membeberkan bahwa terdapat perkembangan positif dari klub di Liga Nusantara.

“Ada empat klub dari Liga Nusantara yang sudah menjalani lisensi Championship dan tiga di antaranya granted . Ini menunjukkan arah pembinaan yang baik,” tuturnya.

Berikut daftar klub lolos Club Licensing:

ACL 2

PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persib Bandung, Persik Kediri, Borneo FC, Persita Tangerang, Dewa United, Bhayangkara FC, Arema FC, Malut United, Bali United, Semen Padang, Madura United, Persis Solo, Persijap Jepara

Super League

PSIM Yogyakarta, Garudayaksa FC, PSS Sleman, Adhyaksa FC Banten, Barito Putera, Persipura Jayapura, Deltras FC, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru

Championship

FC Bekasi City

Liga Nusantara

RANS Nusantara, Dejan FC, PSGC Ciamis, Persiba Bantul

Dirangkum dari Kompas.com · oleh Kompas Cyber Media

Berita terkait