Live|
Detik.comVersi JafmoNewsNegatif13 Mei 2026 pukul 20.57

Pemkab Pandeglang Janjikan Perbaikan Jalan Lewibalang-Cikeusik

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, merespons soal ibu di Desa Lewibalang, Kecamatan Cikeusik, yang harus ditandu usai melahirkan.

Pemkab Pandeglang Janjikan Perbaikan Jalan Lewibalang-Cikeusik

Pemerintah Kabupaten Pandeglang menyatakan akan mengupayakan perbaikan ruas jalan Lewibalang-Cikeusik yang kondisinya masih rusak, setelah muncul kisah seorang ibu harus ditandu usai melahirkan karena akses jalan yang sulit dilalui kendaraan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pandeglang, Roni, mengatakan jalan tersebut memiliki panjang sekitar 6 kilometer, tetapi baru sekitar 1 kilometer yang sudah dibangun.

Menurut Roni, sisa ruas jalan itu akan diajukan untuk diperbaiki melalui Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) agar penanganannya bisa tuntas. Ia menyebut kemampuan anggaran daerah saat ini terbatas, sehingga pembangunan jalan belum dapat ditangani sepenuhnya hanya dengan APBD murni. Karena itu, Pemkab Pandeglang juga terus meminta dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten melalui Program Bang Andra.

Roni menegaskan bahwa keterbatasan fiskal daerah berdampak pada capaian pembangunan infrastruktur jalan di Pandeglang. Ia menyampaikan masih ada sekitar 32 persen jalan rusak di wilayah tersebut yang memerlukan penanganan. Pemerintah daerah, kata dia, berharap ada bantuan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat melalui balai jalan nasional agar perbaikan bisa segera dilakukan.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan seorang perempuan bernama Umayah, warga Desa Lewibalang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, ditandu usai melahirkan sempat viral. Dalam rekaman yang beredar, sejumlah warga terlihat menggotong Umayah menggunakan bambu dan kain sarung dari Poskesdes Lewibalang ke rumahnya dengan jarak sekitar 300 meter pada Minggu (10/5). Warga setempat, Angga, mengatakan peristiwa seperti itu bukan pertama kali terjadi karena jalan rusak parah membuat kendaraan sulit masuk. Ia menambahkan, dalam kondisi tertentu warga bahkan harus menyiapkan bambu dan sarung agar pasien bisa dibawa berobat, dan ada pula kejadian warga meninggal dunia saat ditandu.

Sudut pandang lain

Kasus ini menunjukkan bahwa masalah infrastruktur dasar masih berdampak langsung pada akses kesehatan warga di wilayah pedesaan. Jalan yang rusak bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga dapat memperlambat penanganan medis dalam situasi darurat, terutama bagi ibu pascamelahirkan atau pasien dengan kondisi kritis.

Dari sisi kebijakan, pernyataan Pemkab Pandeglang menegaskan ketergantungan daerah pada dukungan pemerintah pusat dan provinsi untuk menuntaskan perbaikan jalan. Situasi ini juga memperlihatkan pentingnya prioritas anggaran dan sinkronisasi program agar wilayah dengan tingkat kerusakan tinggi tidak terus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan layanan infrastruktur yang layak.

Lihat versi asli dari sumber

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, Roni ruas jalan Lewibalang-Cikeusik memiliki panjang sekitar 6 kilometer dan hanya baru dibangun sekitar 1 kilometer. Ia mengatakan untuk sisanya Pemkab, bakal mengajukan perbaikan jalan ke pemerintah pusat melalui inpres jalan daerah (IJD).

"Kami berharap dibangun melalui inpres jalan daerah, biar tuntas," kata Roni, Rabu (13/5/2026).

Roni menyatakan kondisi keuangan daerah saat ini terbatas, sehingga berdampak pada capaian pembangunan jalan. Atas hal itu, Pemkab Pandeglang terus meminta bantuan pemerintah pusat dan Pemrov Banten melalui Program Bang Andra.

"Untuk APBD murni sekarang sangat terbatas untuk anggaran jalan," ucapnya.

Roni menyebut jalan rusak di wilayah Pandeglang masih sekitar 32 persen. Agar jalan tersebut ada penanganan, ia kembali menyatakan Pemkab berharap ada bantuan dari Pemerintah pusat dan Pemrov Banten.

"Kita berharap ada bantuan dari pemerintah provinsi, ataupun pemerintah pusat, lewat balai jalan nasional untuk segera ditangani, karena untuk APBD sangat terbatas," ucapnya.

Diketahui sebelumnya, nasib pilu dialami seorang perempuan bernama Umayah, Warga Desa Lewibalang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten. Dia harus ditandu setelah melahirkan karena kondisi jalan rusak.

Berdasarkan video viral yang dilihat detikcom , Selasa (12/5/2026), tampak sejumlah warga menandu Umayah menggunakan bambu dan kain sarung. Mereka menandu Umayah dari Poskesdes Lewibalang ke rumahnya dengan menempuh jarak sekitar 300 meteran, pada Minggu (10/5) kemarin.

Menurut warga fenomena ini terus berulang-ulang. Hal itu terjadi karena kondisi jalan sangat rusak parah sehingga sulit untuk dilalui kendaraan.

"Sering banget yang ditandu. Kondisi jalan rusak menjadi penyebabnya," kata warga setempat bernama Angga saat dimintai konfirmasi.

Angga mengatakan ketika warga menderita sakit, bambu dan sarung harus menjadi peralatan yang harus ada agar bisa mendapatkan pelayanan medis. Ia mengungkap ada kejadian lebih pilu ketika ada warga yang meninggal dunia saat ditandu.

"Yang meninggal pas digotong ada, pas mau berobat," ungkap Angga yang juga sebagai tenaga medis di desa. (jbr/jbr)

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait