Live|
Detik.comVersi JafmoNewsNegatif12 Mei 2026 pukul 13.05

Warga Banten Tandu Ibu Melahirkan karena Jalan Rusak

Nasib pilu dialami seorang ibu di Pandeglang, Banten. Dia harus ditandu pakai bambu dan sarung setelah melahirkan karena kondisi jalan rusak.

Warga Banten Tandu Ibu Melahirkan karena Jalan Rusak

Seorang ibu bernama Umayah di Banten harus ditandu warga setelah melahirkan karena kondisi jalan yang rusak parah membuat kendaraan sulit melintas. Peristiwa itu terekam dalam video yang beredar dan terjadi pada Minggu, 10 Mei 2026, ketika Umayah dibawa dari Poskesdes Lewibalang menuju rumahnya sejauh sekitar 300 meter dengan menggunakan bambu dan kain sarung.

Warga setempat mengatakan kejadian serupa bukan hal baru di wilayah tersebut. Menurut mereka, akses jalan yang sangat buruk membuat warga yang sakit maupun baru menjalani perawatan medis kerap harus dipikul atau ditandu agar bisa mendapat pelayanan kesehatan. Angga, warga yang dimintai keterangan sekaligus tenaga medis desa, menyebut kondisi ini sudah sering terjadi karena jalan di daerahnya tak kunjung mendapat penanganan memadai.

Ia menjelaskan, saat ada warga yang memerlukan pertolongan medis, bambu dan sarung kerap menjadi perlengkapan darurat yang harus disiapkan untuk mengangkut pasien. Angga juga menuturkan bahwa dalam beberapa kasus, situasi ini bahkan berujung lebih tragis ketika ada warga yang meninggal dunia saat sedang ditandu dalam perjalanan berobat. Menurutnya, masalah tersebut terus berulang karena infrastruktur jalan yang rusak belum juga diperbaiki secara serius.

Angga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar warga tidak lagi menghadapi risiko serupa setiap kali membutuhkan layanan kesehatan. Ia menilai jalan setempat memang pernah diukur, tetapi belum pernah benar-benar dibangun. Kondisi itu membuat warga tetap bergantung pada cara-cara darurat untuk menjangkau fasilitas medis, meski situasinya berisiko dan melelahkan.

Sudut pandang lain

Kasus ini menyoroti ketimpangan akses layanan dasar antara wilayah perkotaan dan daerah dengan infrastruktur terbatas. Ketika jalan tidak memadai, hambatan mobilitas langsung berdampak pada keselamatan pasien, waktu tempuh ke fasilitas kesehatan, dan peluang penanganan medis yang cepat.

Dari sisi kebijakan publik, peristiwa seperti ini biasanya menjadi indikator bahwa perbaikan jalan bukan sekadar urusan pembangunan fisik, melainkan bagian dari perlindungan hak warga atas layanan kesehatan. Tanpa intervensi infrastruktur yang berkelanjutan, kejadian serupa berpotensi terus berulang di daerah lain dengan kondisi geografis dan akses yang sama sulitnya.

Lihat versi asli dari sumber

Berdasarkan video viral yang dilihat detikcom , Selasa (12/5/2026), tampak sejumlah warga menandu Umayah menggunakan bambu dan kain sarung. Mereka menandu Umayah dari Poskesdes Lewibalang ke rumahnya dengan menempuh jarak sekitar 300 meteran, pada Minggu (10/5) kemarin.

Menurut warga fenomena ini terus berulang-ulang. Hal itu terjadi karena kondisi jalan sangat rusak parah sehingga sulit untuk dilalui kendaraan.

"Sering banget yang ditandu. Kondisi jalan rusak menjadi penyebabnya," kata warga setempat bernama Angga saat dimintai konfirmasi.

Angga mengatakan ketika warga menderita sakit, bambu dan sarung harus menjadi peralatan yang harus ada agar bisa mendapatkan pelayanan medis. Ia mengungkap ada kejadian lebih pilu ketika ada warga yang meninggal dunia saat ditandu.

"Yang meninggal pas digotong ada, pas mau berobat," ungkap Angga yang juga sebagai tenaga medis di desa.

Angga mengatakan peristiwa memilukan itu sering terjadi karena kondisi infrastruktur jalan di daerahnya, hingga kini belum ada penanganan serius dari pihak pemerintah. Dia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkrit agar peristiwa ini tidak terus terulang.

"Diukur aja jalan mah sama pemerintah, tapi tidak pernah dibangun," katanya. (idn/idn)

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait