Live|
CNN IndonesiaVersi JafmoNewsNegatif16 Mei 2026 pukul 16.00

BMKG Minta Warga Pesisir Surabaya Waspada Banjir Rob hingga 21 Mei

Sejumlah wilayah pesisir Surabaya, Jawa Timur, dilaporkan terendam banjir rob, Sabtu (16/5). BMKG prediksi hal itu terjadi hingga pekan depan.

BMKG Minta Warga Pesisir Surabaya Waspada Banjir Rob hingga 21 Mei

Sejumlah wilayah pesisir Surabaya, Jawa Timur, terendam banjir rob pada Sabtu (16/5) siang. Genangan air merembet ke jalan protokol dan permukiman warga, sehingga arus lalu lintas tersendat dan aktivitas harian terganggu. Ketinggian air di kawasan Jalan Kalimas dan Kalianak dilaporkan mencapai 15 hingga 25 sentimeter.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, menjelaskan bahwa potensi banjir rob diperkirakan berlangsung selama enam hari berturut-turut, mulai 16 hingga 21 Mei 2026. Menurut analisis BMKG, kondisi ini dipicu siklus astronomi bulanan yang ekstrem, ketika posisi bumi, bulan, dan matahari memicu pasang air laut maksimum. Saat ini, fase bulan baru atau new moon disebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat kenaikan muka air laut.

BMKG memperkirakan pasang maksimum dapat mencapai 120 hingga 160 sentimeter di atas rata-rata permukaan laut. Puncak kenaikan air laut diprediksi terjadi setiap hari pada pagi hingga siang, khususnya antara pukul 09.00 sampai 12.00 WIB. Dalam kondisi tersebut, genangan di daratan diperkirakan berkisar 10 hingga 40 sentimeter dan berpotensi mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan serta kawasan pesisir.

Dampak banjir rob juga diperkirakan merembet ke sektor ekonomi dan sosial. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan, transportasi maritim, pariwisata, pekerjaan nelayan tambak, petani garam, hingga perikanan diprediksi terganggu. Air asin yang masuk ke permukiman dan jalan juga berisiko merusak rumah, kendaraan, dan infrastruktur karena menyebabkan korosi pada komponen logam.

Selain kerusakan fisik, genangan air kotor dari rob berpotensi memunculkan gangguan kesehatan seperti penyakit kulit, gatal-gatal, batuk, dan diare. Air bersih juga bisa semakin sulit diperoleh karena sumber air tawar tercemar. Di sisi lingkungan, abrasi pesisir dikhawatirkan makin parah dan mengancam ekosistem mangrove. BMKG meminta masyarakat di sepanjang garis pantai tetap waspada, memperbarui informasi cuaca maritim melalui saluran resmi, dan berkoordinasi dengan pihak kebencanaan setempat.

BMKG juga menyoroti sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian, antara lain Surabaya Utara, Benowo, Kenjeran, Sukolilo, serta daerah penyangga seperti Gresik, Lamongan, dan Tuban. Di luar Surabaya, potensi dampak rob diperkirakan meluas ke sejumlah pesisir Jawa Timur, termasuk Banyuwangi, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo, Jember, Bangkalan Selatan, Kuanyar, Sampang, Sepanjang Selat Madura, dan Kreseh di wilayah barat Sampang. Pemerintah diminta menyiapkan tanggul, pompa air, perbaikan drainase, dan pelestarian mangrove untuk menekan dampak berulang.

Sudut pandang lain

Fenomena banjir rob di Surabaya menunjukkan bahwa risiko pesisir tidak hanya dipicu hujan lebat, tetapi juga kombinasi faktor astronomi dan kondisi hidrologi. Dalam konteks perkotaan, gangguan ini bisa memukul mobilitas warga, aktivitas pelabuhan, dan rantai logistik yang bergantung pada kelancaran akses kawasan pesisir.

Dari sisi kebijakan, peringatan BMKG menegaskan pentingnya adaptasi jangka panjang di wilayah pantai, terutama melalui infrastruktur pengendali air dan perlindungan ekosistem seperti mangrove. Tanpa mitigasi rutin, rob berpotensi menjadi gangguan berulang yang menambah beban ekonomi warga dan pemerintah daerah.

Lihat versi asli dari sumber

Sejumlah wilayah pesisir Surabaya, Jawa Timur, dilaporkan terendam banjir rob , Sabtu (16/5) siang. Akses jalan protokol hingga permukiman warga tergenang hingga mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, mengonfirmasi ketinggian air di Jalan Kalimas dan Kalianak telah menyentuh angka 15-25 cm.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang terdampak banjir rob kawasan Kalianak dan Jalan Kalimas Surabaya," kata Sutarno saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.

Sutarno mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG Maritim, banjir rob akan melanda wilayah pesisir Surabaya dan kawasan Jawa Timur lainnya enam hari berturut-turut, mulai 16 hingga 21 Mei 2026.

Berdasarkan analisis atmosfer dan hidrologi, ancaman banjir rob ini dipicu siklus astronomi bulanan yang ekstrem, di mana posisi bumi, bulan dan matahari dalam kondisi yang memicu pasang air laut maksimum.

"Pasang air laut maksimum yang terjadi saat ini merupakan siklus bulanan posisi bulan di mana saat ini fase bulan baru atau new moon," ucapnya.

Pihak BMKG pun mengimbau masyarakat di sepanjang garis pantai untuk meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap kenaikan volume air laut, yang diprediksi bisa mencapai 120-160 cm.

"Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir rob di area pesisir dengan ketinggian 120 hingga 160 sentimeter dari rata-rata permukaan air laut atau DPL," ucapnya.

Dalam beberapa hari ke depan BMKG memperkirakan puncak kenaikan air laut tersebut akan terjadi setiap harinya pada jendela waktu pagi hingga siang hari, tepatnya pada pukul 09.00 sampai dengan 12.00 WIB.

Dampak dari banjir ini diprediksi mengganggu stabilitas aktivitas ekonomi dan mobilitas harian warga, terutama di sektor transportasi maritim, aktivitas logistik, bongkar muat di pelabuhan, pariwisata, hingga pekerjaan nelayan tambak.

"Fenomena ini berdampak dengan munculnya genangan air setinggi 10 hingga 40 sentimeter di daratan yang dapat mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan," papar Sutarno.

Lebih lanjut, dampak banjir rob ini, kata Sutarno, juga bisa menimbulkan kerusakan fisik dan infrastruktur. Sebab air asin merendam bangunan rumah, kendaraan dan jalanan.

"Komponen logam pada kendaraan dan bangunan mengalami korosi akibat kandungan garam pada air laut," ucapnya.

Selain itu, genangan air kotor dari banjir rob ini juga berpotensi menimbulkan penyakit kulit, gatal-gatal, batuk dan diare. Air bersih pun juga jadi langka. Dampaknya juga buruk untuk ekosistem lingkungan.

"Banjir rob mencemari sumber air tawar, mengakibatkan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Abrasi yang semakin parah mengikis lahan pesisir dan dapat merusak ekosistem hutan mangrove," kata dia.

Kawasan selain Surabaya

Menurut Sutarno, wilayah pesisir Surabaya dan sekitarnya menjadi titik perhatian serius karena cakupan dampaknya yang luas. BMKG memetakan sejumlah titik krusial di Surabaya yang masuk dalam zona merah kerentanan genangan banjir rob ini.

"Wilayah pesisir yang berpotensi terdampak meliputi pelabuhan, termasuk Surabaya Utara dan Benowo. Kemudian Surabaya Timur, termasuk wilayah Kenjeran dan Sukolilo. Selain itu, wilayah Surabaya Barat, termasuk daerah penyangga seperti Gresik, Lamongan, dan Tuban juga harus waspada," urai Sutarno.

Selain Surabaya, banjir rob ini juga diproyeksikan meluas ke berbagai daerah pesisir Jawa Timur lainnya. Berdasarkan perkiraan BMKG, wilayah terdampak mencakup pesisir selatan hingga ke wilayah Madura yang berbatasan langsung dengan Selat Madura.

"Potensi dampak ini juga meluas ke Banyuwangi, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo, Jember, Bangkalan Selatan, Kuanyar, Sampang, Sepanjang Selat Madura, hingga wilayah Kreseh yang berada di bagian barat Sampang," kata dia.

Untuk mengatasi dampak banjir rob berkepanjangan, BMKG pun merekomendasikan agar pemerintah melakukan sejumlah langkah penanganan.

"Untuk upaya penanganan yang pertama pembangunan tanggul, menyiapkan pompa air, melakukan perbaikan drainase dan yang terakhir adalah pelestarian mangrove," pungkasnya.

Menutup keterangannya, Sutarno meminta masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca maritim melalui saluran resmi dan berkoordinasi dengan pihak kebencanaan setempat untuk meminimalisir kerugian materiil dan dampak lainnya.

Dirangkum dari CNN Indonesia · oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia

Berita terkait