ADOR Tanggapi Gugatan Plagiarisme Lagu NewJeans
Empat pencipta lagu menggugat NewJeans, ADOR, dan HYBE atas dugaan plagiarisme lagu How Sweet.

ADOR akhirnya merespons gugatan yang menyeret NewJeans dalam tuduhan plagiarisme atas lagu “How Sweet” yang dirilis pada 2024. Kasus ini mencuat setelah empat pencipta lagu, yakni Audrey Armacost, Aidan Rodriguez, Adam Gokcebay, dan Michael Campanelli, mengajukan tuntutan terhadap NewJeans, ADOR, serta perusahaan induknya, HYBE.
Mengutip laporan Billboard, para penggugat menilai ada kemiripan antara “How Sweet” dan demo lagu yang sebelumnya mereka kirimkan. Audrey Armacost menyebut ia mengirimkan audio instrumental kepada publisher pada Januari 2024, lalu diminta menambahkan lirik dan melodi untuk dipertimbangkan oleh NewJeans. Keempatnya mengklaim demo yang mereka buat menggunakan instrumental berjudul “One of a Kind” sempat dikirimkan kepada tim NewJeans, tetapi kemudian tidak dipilih.
Persoalan ini kemudian berkembang ketika “How Sweet” dirilis empat bulan setelah pengiriman demo tersebut. Para pencipta lagu mengaku menyadari adanya kesamaan yang menurut mereka tidak sekadar mirip, melainkan cukup dekat untuk dipersoalkan secara hukum. Dalam gugatan itu, mereka menilai bait pertama lagu NewJeans dan bait pertama demo mereka serupa secara kuantitatif maupun kualitatif.
Dokumen gugatan juga menyinggung aspek teknis musikal yang dianggap mendukung klaim tersebut. Kedua karya disebut sama-sama memakai birama 4/4 dan nada dasar B minor, serta memiliki melodi utama dengan susunan sekitar delapan birama dan 31 nada dalam empat rangkaian. Hingga kini, gugatan itu tidak hanya menargetkan NewJeans, tetapi juga ADOR dan HYBE sebagai pihak yang ikut bertanggung jawab dalam proses rilis karya tersebut.
Sudut pandang lain
Kasus ini menunjukkan tingginya sensitivitas industri musik terhadap orisinalitas karya, terutama ketika sebuah lagu populer dikaitkan dengan demo yang pernah dikirimkan ke label. Dalam industri K-pop, persoalan kredit dan kesamaan komposisi dapat berdampak besar pada reputasi artis, label, dan perusahaan induk.
Di sisi lain, tuduhan plagiarisme dalam musik biasanya membutuhkan pembuktian teknis yang kompleks, mulai dari struktur lagu hingga kesamaan melodi dan harmoni. Karena itu, proses hukum semacam ini kerap menjadi ujian bagi standar evaluasi internal label dalam menerima, menyeleksi, dan memproduksi karya.
Lihat versi asli dari sumber
SEOUL - ADOR akhirnya buka suara terkait permasalahan NewJeans digugat terkait isu plagiarisme. Billboard melaporkan, gugatan dilayangkan empat pencipta lagu: Audrey Armacost, Aidan Rodriguez, Adam Gokcebay, dan Michael Campanelli. Keempat pencipta lagu itu tak hanya menggugat NewJeans, namun juga ADOR dan induk usahanya, HYBE. Mereka menggugat karena ada kesamaan lagu How Sweet yang dirilis NewJeans pada 2024 dengan demo yang mereka kirimkan. Secara spesifik kepada Billboard, Audrey Armacost mengatakan, dirinya mengirim sebuah audio instrumental kepada publishernya pada Januari 2024. Dia kemudian diminta untuk mengirimkan lirik dan melodi pada lagu itu dipertimbangkan oleh NewJeans. Keempat penulis lagu tersebut mengklaim, mereka mengirimkan demo yang ditulis dan direkam menggunakan instrumental berjudul One of a Kind untuk NewJeans. Namun kemudian, mereka diberitahu demo tersebut tidak terpilih. Namun ketika How Sweet dirilis 4 bulan kemudian, mereka diduga memperhatikan kemiripan antara lagu tersebut dan demo yang mereka kirimkan. Dalam gugatannya, keempat pencipta lagu tersebut mengklaim, bait pertama dari lagu How Sweet secara kuantitatif dan kualitatif ‘identik’ dengan bait pertama lagu demo milik mereka. “ Kedua karya tersebut menggunakan birama 4/4 dan kunci B minor. Dan kedua karya tersebut berisi melodi utama yang mencakup rangkaian melodi sekitar delapan birama, 31 nada yang terdiri dari empat seri ,” bunyi gugatan tersebut. © 2007 - 2026 Okezone.com, All Rights Reserved
Berita terkait

MPR Pelajari Gugatan atas LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat
Pimpinan dan Sekretaris Jenderal MPR mengaku belum mengetahui ihwal gugatan penyelenggaraan LCC empat pilar di Kalimantan Barat.

DJKI Luncurkan SIVIKI untuk Konsultasi Kekayaan Intelektual Daring
Lewat interaksi langsung melalui video, SIVIKI dilengkapi fitur share screen yang memudahkan penjelasan dokumen, sistem, atau materi tertentu secara visual.

DJKI Ingatkan Ancaman Pidana bagi Pelaku Pembajakan Film
DJKI mengingatkan masyarakat untuk tidak mengakses konten bajakan. Pembajakan dapat berujung pada hukuman berat dan merugikan industri kreatif Indonesia.
Aruma Rayakan 30,1 Juta Stream Lagu Ekspektasi
Pencapaian itu disambut haru oleh Aruma. Dia mengaku sempat tidak percaya saat mengetahui angka streaming lagu tersebut terus meningkat.

Persija Jakarta Menang Comeback 3-1 atas Persik Kediri
Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri di Super League 2025-2026.

Kapolri Paparkan Inovasi Polri untuk Dukung Pertanian
Untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, Sigit menyebut, Korps Bhayangkara melahirkan inovasi pupuk Presisi berbasis batu bara,