TNI AU latih personel hadapi ancaman peperangan siber
Jajaran TNI AU memperkuat kemampuan operasi siber dengan melatih personelnya di bidang pelatihan peperangan siber atau cyber war bertajuk Latihan Operasi ...

TNI AU memperkuat kemampuan operasi siber melalui latihan peperangan siber bertajuk Latihan Operasi Pernika, Informasi, dan Cyber Warfare yang digelar di GOR Ganeca, Kodiklatau, Jakarta Timur, pada Senin (11/5). Latihan ini diikuti prajurit dari berbagai unsur untuk membangun kesiapan menghadapi tantangan perang modern yang kian kompleks.
Kegiatan tersebut melibatkan personel dari bidang Intelijen, Siber, Penerangan, Komunikasi Elektronik (Komlek), Hukum, Psikologi, serta Informasi dan Pengolahan Data (Infolahta). Menurut Wakil Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AU (Kodiklatau), Marsda TNI Benny Arfan, latihan ini dirancang agar seluruh unsur dapat bekerja secara terpadu dalam domain siber, informasi, dan elektronika.
Benny menjelaskan, penguatan kemampuan itu menjadi bagian dari upaya TNI AU menghadapi dinamika perang modern serta ancaman di ruang siber dan spektrum elektromagnetik yang semakin rumit. Karena itu, personel dinilai perlu memiliki kemampuan mengantisipasi serangan informasi dan menjaga keamanan data nasional yang terkait dengan kedaulatan negara.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga harus didukung teknologi yang selaras dengan perkembangan zaman. Melalui latihan ini, TNI AU berharap seluruh unsur personel memiliki kemampuan yang lebih solid di bidang peperangan siber sehingga dapat memperkuat ketahanan negara secara menyeluruh.
Sudut pandang lain
Latihan ini menunjukkan bahwa penguatan pertahanan tidak lagi hanya berfokus pada kemampuan fisik dan alutsista, tetapi juga pada kesiapan menghadapi ancaman digital. Dalam konteks pertahanan modern, koordinasi lintas bidang menjadi penting karena serangan siber dapat berdampak langsung pada keamanan data, komunikasi, dan pengambilan keputusan militer.
Dari sudut pandang kelembagaan, kegiatan seperti ini juga mencerminkan kebutuhan TNI AU untuk terus menyesuaikan doktrin, pelatihan, dan teknologi dengan perubahan ancaman. Jika pengembangan kapasitas siber berjalan konsisten, hal itu dapat meningkatkan daya tangkal sekaligus memperkuat ketahanan nasional di ruang digital.
Lihat versi asli dari sumber
Jakarta (ANTARA) - Jajaran TNI AU memperkuat kemampuan operasi siber dengan melatih personelnya di bidang pelatihan peperangan siber atau cyber war bertajuk Latihan Operasi Pernika, Informasi, dan Cyber Warfare yang digelar di GOR Ganeca, Kodiklatau, Jakarta Timur, Senin (11/5).
Dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa, dijelaskan bahwa kegiatan itu diikuti prajurit dari berbagai unsur diantaranya Intelijen, Siber, Penerangan, Komunikasi Elektronik (Komlek), Hukum, Psikologi dan Informasi dan Pengolahan data (Infolahta).
"Melalui latihan ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat antar berbagai unsur sehingga mampu menghasilkan keunggulan dalam domain siber, informasi dan elektronika secara terintegrasi," kata Wakil Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AU (Kodiklatau) Marsda TNI Benny Arfan.
Benny mengatakan bahwa latihan itu merupakan bagian dari upaya TNI AU dalam meningkatkan kemampuan menghadapi dinamika perang modern, ancaman di ruang siber dan spektrum elektromagnetik yang semakin kompleks.
Karena itu menurut dia, para personel TNI AU harus memiliki kemampuan untuk mengantisipasi ancaman ruang siber berupa serangan informasi hingga pengamanan data nasional yang berkaitan dengan kedaulatan negara.
Dia menjelaskan bahwa kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang sedang diasah TNI AU juga didukung oleh teknologi yang selaras dengan perkembangan zaman.
Benny berharap dengan adanya latihan ini, seluruh unsur personel di TNI AU mempunyai kemampuan di bidang peperangan siber demi memperkuat ketahanan negara.
Pewarta: Walda Marison Editor: Imam Budilaksono Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Berita terkait

CroxyProxy dan DuckDuckGo untuk privasi di Chrome
Berikut langkah-langkah sederhana yang dapat digunakan untuk menggunakan CroxyProxy dan DuckDuckGo di Google Chrome.
Iran Klaim Rusak Ratusan Aset Militer AS di Timur Tengah
Serangan udara Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah menyebabkan kerusakan yang jauh lebih besar dibanding dengan pengakuan pemerintahan Donald Trump

Prabowo Apresiasi Inovasi Pertanian untuk Dukung Swasembada Pangan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas serangkaian implementasi inovasi yang sudah dilakukan di sektor pertanian dalam mendukung program ...

Pedro Acosta raih pole position MotoGP Catalunya 2026
Pedro Acosta tampil apik pada sesi kualifikasi putaran keenam balapan MotoGP Catalunya 2026 setelah merebut pole position (start terdepan) sekaligus ...

Leo/Daniel Melaju ke Final Thailand Open 2026
Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin memastikan langkah ke final BWF World Tour Super 500 Thailand Open 2026 setelah menaklukkan wakil ...

Prabowo minta Bulog prioritaskan stok pangan nasional
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan kepada Perum Bulog untuk mengamankan stok pangan di dalam negeri sebelum diekspor ke negara-negara lain mengingat belum ...