Ratifikasi APSA Ditargetkan Rampung Sebelum KTT ASEAN ke-49
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn memastikan bahwa proses ratifikasi Kesepakatan Kerangka ASEAN tentang Keamanan Minyak Bumi (APSA) akan diselesaikan ...

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyatakan proses ratifikasi Kesepakatan Kerangka ASEAN tentang Keamanan Minyak Bumi (APSA) akan diselesaikan sebelum Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-49 pada akhir tahun ini. Kesepakatan tersebut dipandang penting untuk memperkuat kerja sama energi di kawasan sekaligus membuka ruang bantuan antaranggota saat terjadi kelangkaan bahan bakar.
Dalam konferensi pers terkait hasil KTT ke-48 ASEAN di Sekretariat ASEAN Jakarta, Senin, Kao mengatakan para pejabat negara telah menerima arahan dari para pemimpin ASEAN agar ratifikasi APSA dipercepat. Menurut dia, setiap negara anggota kini melanjutkan proses di lembaga legislatif masing-masing dan diharapkan segera menuntaskan seluruh tahapan di dalam negeri.
Kao belum dapat memastikan kapan ratifikasi akan selesai karena prosesnya masih berada di tingkat domestik. Namun, ia menegaskan tidak ada keraguan bahwa APSA akan rampung sebelum KTT ke-49 ASEAN. Ia menyebut penyelesaian itu sangat diharapkan karena berkaitan langsung dengan ketahanan energi regional.
Terkait negara mana yang akan lebih dulu menerima bantuan minyak di bawah mekanisme APSA, Kao mengatakan hal itu masih dibahas di tingkat kawasan. Mekanisme ini memungkinkan anggota ASEAN memasok bahan bakar kepada negara lain yang mengalami kekurangan stok minimal setara 10 persen dari kebutuhan domestik mereka. Dalam KTT ke-48 ASEAN di Cebu, para pemimpin juga menyepakati percepatan mekanisme berbagi energi dan interkoneksi listrik regional di tengah kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos menyampaikan bahwa para pemimpin ASEAN menekankan pentingnya rantai pasok energi yang stabil dan andal, penguatan interkonektivitas energi, serta percepatan diversifikasi menuju sumber energi alternatif dan terbarukan. Sementara itu, para menteri ekonomi ASEAN juga disebut telah menyetujui percepatan penyelesaian APSA di tengah gangguan jalur pasokan minyak global. KTT ke-49 ASEAN sendiri dijadwalkan berlangsung pada 10—12 November 2026 di Manila, Filipina.
Sudut pandang lain
Percepatan ratifikasi APSA menunjukkan ASEAN berupaya memperkuat solidaritas praktis di sektor energi, terutama saat ketidakpastian pasokan global masih dipengaruhi konflik geopolitik. Jika mekanisme ini berjalan efektif, negara-negara anggota memiliki pagar pengaman tambahan untuk meredam risiko kelangkaan bahan bakar.
Dari sisi kebijakan, APSA juga mencerminkan arah integrasi kawasan yang semakin menekankan ketahanan energi dan konektivitas infrastruktur. Tantangannya bukan hanya menyelesaikan ratifikasi, tetapi juga memastikan kesiapan lembaga domestik dan kesepakatan teknis antarnegera agar bantuan dapat benar-benar diberikan saat dibutuhkan.
Lihat versi asli dari sumber
Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn memastikan bahwa proses ratifikasi Kesepakatan Kerangka ASEAN tentang Keamanan Minyak Bumi (APSA) akan diselesaikan sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-49 ASEAN pada akhir tahun ini.
Kesepakatan tersebut, di samping meningkatkan kerja sama dan integrasi kawasan di sektor energi, juga memungkinkan para anggota ASEAN saling membantu saat terjadi kelangkaan bahan bakar.
“Para pejabat negara telah menerima instruksi dari para pemimpin mereka, bahwa proses (ratifikasi) APSA harus dipercepat oleh semua negara anggota,” ucap Sekjen ASEAN dalam konferensi pers terkait hasil KTT ke-48 ASEAN di Sekretariat ASEAN Jakarta, Senin.
“Masing-masing negara akan melanjutkan proses di badan legislatifnya dan menyelesaikan seluruh prosesnya di dalam negeri sedini mungkin,” kata dia, menambahkan.
Karena proses saat ini ada di tingkat domestik, Sekjen Kao belum dapat menyebutkan waktu yang lebih pasti pasti terkait kapan proses ratifikasi APSA akan rampung.
“Tetapi, tentu saja hal tersebut harus dilakukan. Tak ada keraguan bahwa APSA akan rampung sebelum KTT ke-49 ASEAN, dan saya sangat mengharapkan hal ini,” ucap Sekjen ASEAN.
Sementara itu, mengenai negara mana yang akan menjadi penerima terawal bantuan minyak dari sesama anggota ASEAN di bawah APSA, dia memastikan hal tersebut masih dalam pembahasan di tingkat regional.
Dalam KTT ke-48 ASEAN di Cebu beberapa waktu lalu, para pemimpin ASEAN sepakat mendukung percepatan mekanisme berbagi energi dan interkoneksi listrik regional di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.
Salah satu langkah konkret yang dibahas adalah percepatan ratifikasi APSA.
"Para pemimpin sepakat akan pentingnya rantai pasok energi yang stabil dan andal, interkonektivitas energi yang lebih kuat, serta percepatan diversifikasi menuju sumber energi alternatif dan terbarukan," kata Presiden Filipina Ferdinand Marcos.
Para menteri ekonomi ASEAN juga disebut menyetujui percepatan penyelesaian APSA di tengah gangguan jalur pasokan minyak global.
Mekanisme APSA memungkinkan anggota ASEAN memasok bahan bakar kepada anggota lain yang mengalami kekurangan stok minimal setara 10 persen kebutuhan domestik mereka.
Sementara itu, KTT ke-49 ASEAN direncanakan akan berlangsung pada 10—12 November 2026 di ibu kota Filipina, Manila.
Pewarta: Nabil Ihsan Editor: Azis Kurmala Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Berita terkait

ASEAN Soroti Ketahanan Pangan dan Energi di KTT Cebu
Menurut Sugiono, gejolak di Asia Barat membawa dampak langsung terhadap berbagai negara kawasan Asia Tengara.
Profesi green jobs diprediksi paling dicari pada 2026
Profesi green jobs diprediksi makin dibutuhkan pada 2026, mulai dari ESG specialist hingga teknisi kendaraan listrik dengan peluang karier menjanjikan.
Film Dokumenter Soroti Transisi Energi di Wilayah 3T Kalimantan
Film dokumenter Pelita Asa mengangkat perjalanan transisi energi di wilayah 3T Kalimantan lewat PLTS komunal untuk mendorong akses listrik dan ekonomi warga.
Kadin dan Kementerian LH Perkuat Kolaborasi Green Jobs
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kementerian Lingkungan Hidup (LH) memperkuat peluang kerja sama dalam menciptakan lapangan kerja hijau (green jobs).

Lawrence Wong Disorot Usai Naik Pesawat Komersial ke KTT ASEAN
Harta kekayaan PM Singapura Lawrence Wong menjadi sorotan setelah ia diketahui menggunakan pesawat komersial saat menghadiri KTT ASEAN 2026 di Cebu.
/data/photo/2026/05/13/6a04164203cbc.jpeg)
Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi di Kazan
Menko Airlangga memimpin Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 untuk mempercepat implementasi kerja sama perdagangan hingga energi bersih dengan Rusia.