Live|
VIVAVersi JafmoNewsPositif14 Mei 2026 pukul 06.31

Profesi green jobs diprediksi paling dicari pada 2026

Profesi green jobs diprediksi makin dibutuhkan pada 2026, mulai dari ESG specialist hingga teknisi kendaraan listrik dengan peluang karier menjanjikan.

Profesi green jobs diprediksi paling dicari pada 2026

Kebutuhan tenaga kerja di sektor green jobs diperkirakan terus meningkat pada 2026 seiring menguatnya perhatian dunia terhadap perubahan iklim, energi bersih, dan keberlanjutan. Tren ini muncul karena perusahaan global makin terdorong menerapkan strategi ramah lingkungan, baik untuk memenuhi regulasi, menarik investor, maupun menjaga reputasi bisnis.

Green jobs adalah pekerjaan yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan atau mendukung transisi menuju ekonomi berkelanjutan. Jenis pekerjaan ini tidak hanya terkait energi terbarukan, tetapi juga telah merambah sektor teknologi, keuangan, konstruksi, logistik, hingga otomotif. Banyak perusahaan kini mencari kandidat yang memahami sustainability, pengelolaan energi, dan pengurangan emisi karbon.

Sejumlah laporan lembaga internasional seperti World Economic Forum dan LinkedIn menunjukkan bahwa permintaan tenaga kerja hijau tumbuh lebih cepat dibandingkan ketersediaan talenta dengan keterampilan yang sesuai. Kondisi tersebut membuat profesi green jobs dipandang sebagai peluang karier yang menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan, terutama karena sebagian posisi membutuhkan keahlian teknis khusus dan menawarkan kompensasi yang kompetitif.

Di antara profesi yang diprediksi naik daun adalah renewable energy engineer, yakni tenaga ahli yang merancang, mengembangkan, dan mengoptimalkan sistem energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan hidrogen hijau. Posisi lain yang banyak dibutuhkan ialah sustainability manager, yang menyusun strategi keberlanjutan perusahaan agar selaras dengan standar lingkungan dan target pengurangan emisi, terutama di perusahaan yang menerapkan prinsip ESG.

Selain itu, ESG specialist juga menjadi profesi yang berkembang pesat. Tugasnya membantu perusahaan menyusun laporan ESG dan memastikan operasional bisnis berjalan sesuai standar keberlanjutan. Laporan yang dirangkum pada Kamis, 14 Mei 2026 itu menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap tenaga kerja hijau tidak lagi terbatas pada sektor lingkungan, melainkan telah menjadi bagian penting dari transformasi bisnis di berbagai industri.

Sudut pandang lain

Dari sisi pasar kerja, pertumbuhan green jobs menunjukkan pergeseran kebutuhan kompetensi yang lebih spesifik, terutama pada bidang teknis dan pelaporan keberlanjutan. Ini berarti pencari kerja perlu menyesuaikan keterampilan agar tetap relevan di tengah transisi industri menuju praktik yang lebih ramah lingkungan.

Bagi perusahaan, meningkatnya permintaan tenaga kerja hijau juga menandakan bahwa isu keberlanjutan kini bukan sekadar kepatuhan, melainkan bagian dari strategi bisnis. Dalam jangka menengah, hal ini berpotensi mendorong lebih banyak pelatihan, sertifikasi, dan rekrutmen berbasis ESG di berbagai sektor.

Lihat versi asli dari sumber

Jakarta, VIVA – Isu perubahan iklim, energi bersih, dan keberlanjutan kini bukan lagi sekadar pembahasan aktivis lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan global mulai berlomba menerapkan strategi ramah lingkungan demi memenuhi regulasi, menarik investor, hingga menjaga reputasi bisnis.

Dampaknya, kebutuhan tenaga kerja di sektor green jobs pun meningkat pesat dan diprediksi terus tumbuh pada 2026 .

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Green jobs sendiri merupakan pekerjaan yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan atau mendukung transisi menuju ekonomi berkelanjutan. Profesi ini tidak hanya hadir di sektor energi terbarukan, tetapi juga merambah industri teknologi, keuangan, konstruksi, logistik, hingga otomotif.

Banyak perusahaan kini mencari kandidat yang memiliki kemampuan di bidang sustainability, pengelolaan energi, hingga pengurangan emisi karbon. Laporan dari berbagai lembaga internasional seperti World Economic Forum dan LinkedIn, menunjukkan bahwa permintaan tenaga kerja hijau tumbuh lebih cepat dibandingkan ketersediaan talenta yang memiliki skill terkait.

Kondisi ini membuat profesi green jobs menjadi salah satu peluang karier paling menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan. Berikut sejumlah profesi green jobs yang diprediksi naik daun pada 2026, sebagaimana dirangkum pada Kamis, 14 Mei 2026.

1. Renewable Energy Engineer

Profesi ini bergerak di bidang energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, hingga hidrogen hijau. Tugasnya mencakup perancangan, pengembangan, dan optimalisasi sistem energi bersih.

Seiring meningkatnya investasi global di sektor energi terbarukan, kebutuhan renewable energy engineer diperkirakan terus meningkat. Posisi ini juga menawarkan gaji kompetitif karena membutuhkan kemampuan teknis khusus.

2. Sustainability Manager

Sustainability manager bertanggung jawab menyusun strategi keberlanjutan perusahaan agar sesuai dengan standar lingkungan dan target pengurangan emisi.

Profesi ini kini banyak dicari perusahaan besar, terutama yang sudah menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG. Selain memahami isu lingkungan, posisi ini juga membutuhkan kemampuan komunikasi dan manajemen bisnis yang baik.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. ESG Specialist

ESG specialist menjadi salah satu profesi yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Tugas utamanya adalah membantu perusahaan membuat laporan ESG serta memastikan operasional bisnis berjalan sesuai standar keberlanjutan.

Dirangkum dari VIVA · oleh Siska Permata Sari

Berita terkait

FAO Soroti Risiko Plastik Daur Ulang pada Kemasan Makanan
VIVAJafmoNews14 Mei 2026, 22.25

FAO Soroti Risiko Plastik Daur Ulang pada Kemasan Makanan

FAO PBB memperingatkan risiko plastik daur ulang pada kemasan makanan dan mendorong standar global untuk mencegah kontaminasi kimia pada pangan. Baca di sini

Film Dokumenter Soroti Transisi Energi di Wilayah 3T Kalimantan
VIVAJafmoNews13 Mei 2026, 22.23

Film Dokumenter Soroti Transisi Energi di Wilayah 3T Kalimantan

Film dokumenter Pelita Asa mengangkat perjalanan transisi energi di wilayah 3T Kalimantan lewat PLTS komunal untuk mendorong akses listrik dan ekonomi warga.

Kadin dan Kementerian LH Perkuat Kolaborasi Green Jobs
VIVAJafmoNews13 Mei 2026, 21.50

Kadin dan Kementerian LH Perkuat Kolaborasi Green Jobs

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kementerian Lingkungan Hidup (LH) memperkuat peluang kerja sama dalam menciptakan lapangan kerja hijau (green jobs).

Singapura Sebut Indonesia Punya Potensi Besar Energi
VIVAJafmoNews12 Mei 2026, 17.19

Singapura Sebut Indonesia Punya Potensi Besar Energi

Indonesia harus mengembangkan potensi energinya adalah bagaimana menarik investasi dan mewujudkan proyek kerja sama yang dapat mengembangkan ekonomi hijau.

Pegadaian dan SMBC Indonesia Kembangkan Kerangka Pembiayaan Berkelanjutan 2026
Tempo.coJafmoNews11 Mei 2026, 15.54

Pegadaian dan SMBC Indonesia Kembangkan Kerangka Pembiayaan Berkelanjutan 2026

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi Pegadaian dalam memperluas peran sebagai institusi keuangan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial, tetapi juga pada penciptaan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Ratifikasi APSA Ditargetkan Rampung Sebelum KTT ASEAN ke-49
Antara NewsJafmoNews11 Mei 2026, 14.22

Ratifikasi APSA Ditargetkan Rampung Sebelum KTT ASEAN ke-49

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn memastikan bahwa proses ratifikasi Kesepakatan Kerangka ASEAN tentang Keamanan Minyak Bumi (APSA) akan diselesaikan ...