AC Milan Tumbang dari Atalanta, Costacurta Soroti Krisis Tim
Bagi Costacurta, hasil laga menunjukkan ada yang salah di tubuh tim terutama dalam aspek kebugaran fisik dan mental.
/data/photo/2026/05/11/6a00fd543ae0c.jpg)
AC Milan kembali menelan hasil buruk setelah kalah 2-3 dari Atalanta di Stadion San Siro, Milan, pada Minggu (10/5/2026). Kekalahan kandang ini membuat peluang Rossoneri untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan semakin berat, terlebih mereka sempat tertinggal 0-3 sebelum memperkecil skor di menit-menit akhir.
Atalanta unggul lebih dulu melalui Ederson pada menit ke-7, disusul Davide Zappacosta pada menit ke-29, dan Giacomo Raspadori pada menit ke-52. AC Milan baru bisa membalas lewat gol Strahinja Pavlovic dan penalti Christopher Nkunku, tetapi kebangkitan itu datang terlambat untuk mengubah hasil pertandingan.
Hasil tersebut juga memperpanjang tren negatif Milan yang gagal menang dalam tiga laga beruntun di Serie A. Situasi ini turut memicu protes dari para pendukung tuan rumah terhadap manajemen klub, di tengah meningkatnya tekanan menjelang akhir musim.
Bek legendaris AC Milan, Alessandro Costacurta, menilai masalah Milan bukan hanya terlihat pada pertandingan melawan Atalanta, melainkan sudah tampak dalam beberapa laga sebelumnya. Menurutnya, tim mengalami penurunan kebugaran fisik sekaligus kejernihan mental, sehingga tampil seperti kehabisan tenaga pada fase krusial musim. Ia menyebut kondisi itu berkaitan dengan rentetan pertandingan melawan Udinese, Juventus, dan Sassuolo, yang memperlihatkan gejala serupa.
Costacurta juga menyinggung protes suporter yang diarahkan kepada manajemen, terutama terkait keputusan melepas Paolo Maldini dari jabatan direktur teknik pada Juni 2023. Ia menilai keputusan tersebut merupakan kesalahan besar dan menyebut Maldini berperan penting dalam membangun atmosfer positif di ruang ganti selama bertahun-tahun. Dalam program yang sama, mantan striker Paolo Di Canio ikut mengkritik Milan dengan menyebut tim itu kehilangan identitas, antusiasme, dan kepribadian.
Sudut pandang lain
Kekalahan ini bukan hanya soal tiga poin yang hilang, tetapi juga memperlihatkan rapuhnya kepercayaan publik terhadap arah pembangunan skuad AC Milan. Saat hasil di lapangan memburuk, kritik terhadap manajemen biasanya menguat karena suporter menilai performa tim mencerminkan kualitas keputusan jangka panjang, termasuk dalam urusan struktur teknis dan kepemimpinan ruang ganti.
Dari sisi kompetisi, hasil tersebut dapat berdampak langsung pada persaingan zona Liga Champions, yang umumnya sangat ketat menjelang akhir musim. Jika Milan gagal segera membenahi aspek fisik dan mental, tekanan akan terus berlanjut dan berpotensi memengaruhi performa di laga-laga sisa, sekaligus memperbesar risiko gagal mencapai target utama klub.
Lihat versi asli dari sumber
Bek legendaris AC Milan, Alessandro Costacurta, berbicara kepada Sky Sport setelah kekalahan kandang Rossoneri dari Atalanta.
Hasil Liga Italia AC Milan vs Atalanta bergulir di Stadion San Siro, Milan, pada Minggu (10/5/2026).
Upaya AC Milan untuk meraih tiket ke Liga Champions musim depan mengalami pukulan besar setelah kekalahan 2-3 oleh Atalanta di San Siro.
Hasil negatif di mana AC Milan sempat tertinggal 0-3 terlebih dulu berkat gol-gol Ederson (7'), Davide Zappacosta (29'), dan Giacomo Raspadori (52') tersebut semakin memicu protes dari para penggemar tuan rumah terhadap manajemen klub.
Kendati bisa memangkas ketertinggalan via gol-gol larut Strahinja Pavlovic dan penalti Christopher Nkunku, hasil ini menjadi pertandingan ketiga beruntun di mana Rossoneri gagal menang di Serie A.
Ada yang Salah di Kubu Milan
Bagi Costacurta, hasil laga menunjukkan ada yang salah di tubuh tim terutama dalam aspek kebugaran fisik dan mental.
“Bukan hanya babak pertama hari ini, tetapi ini merupakan akumulasi dari pertandingan melawan Udinese, Juventus, dan Sassuolo. Kami bermain seperti ini dalam empat dari enam pertandingan terakhir,” ujar Costacurta.
“Para pemain Rossoneri sudah berusaha keras hari ini, tetapi Anda kehilangan banyak kejernihan berpikir dan kesegaran mental."
"Tim ini tiba di momen krusial musim dalam kondisi kehabisan napas,” lanjut pria yang memenangi tujuh scudetto dan lima gelar Liga Champions tersebut.
Ia kemudian berbicara soal protes fans AC Milan kepada manajemen, terutama terkait kisruh antara para petinggi Rossoneri dengan legenda Milan Paolo Maldini yang membuat sang mantan bek kiri tangguh tersebut hengkang dari jabatannya sebagai direktur teknik pada Juni 2023.
“Bahkan orang-orang yang tidak mengenal saya pun tahu bahwa melepas Paolo Maldini adalah sebuah kesalahan," ujar Costacurta.
"Sangat jelas terlihat bahwa banyak keputusan buruk telah dibuat."
"Paolo sangat bagus dalam menciptakan atmosfer tertentu selama bertahun-tahun, dan saya yakin akan hal itu karena saya tahu betapa besar kepeduliannya dalam membangun fondasi ruang ganti yang mampu menumbuhkan energi, positivitas, dan keberanian.”
Di Canio Juga Berpendapat
Sementara itu, mantan striker Paolo Di Canio, yang juga hadir sebagai pengamat dalam program sama, turut menganalisis krisis Rossoneri.
“Nol identitas, nol antusiasme, nol kepribadian: tiga nol yang tidak akan membawa ke mana-mana. Hari ini semuanya terlihat jelas, terlepas dari komitmen para pemain,” kata Di Canio.
“Namun, saya tidak tertipu oleh menit-menit akhir pertandingan."
"Dalam situasi seperti ini, kualitas dan mentalitas banyak pemain justru semakin terlihat, dan sebenarnya tidak terlalu sulit bermain di depan 70.000 penonton di San Siro.”
Berita terkait
/data/photo/2026/05/11/6a00fd542532d.jpg)
AC Milan Tumbang dari Atalanta di San Siro
Ambisi AC Milan untuk meraih posisi empat besar klasemen Serie A terkena pukulan telak oleh kekalahan 2-3 melawan Atalanta di kandang sendiri.
Milan Tanpa Pulisic, Leao Diprediksi Jadi Tumpuan Lawan Atalanta
Meski keadaan sulit, tentunya tetap harus semangat. Catatan positif dan kebersamaan akan selalu dinantikan dan diharapkan semua pihak agar mendapat hal positif
/data/photo/2026/05/03/69f67788e55ca.jpg)
Como 1907 Pastikan Tiket Eropa Musim Depan
Como 1907 memastikan diri tampil di kompetisi Eropa musim depan usai mengamankan posisi di enam besar klasemen Serie A 2025-2026.
PSG Kunci Gelar Ligue 1 dan Bidik Final Liga Champions
Paris Saint-Germain (PSG) resmi mengukuhkan diri sebagai raja sepak bola Prancis musim 2025/2026. Kepastian ini didapat setelah tim asuhan Luis Enrique memetik kemenangan
Arbeloa Bantah Real Madrid Sedang Krisis Gelar Domestik
kegagalan dan kesuksesan datang silih berganti. Hasil positif diharapkan bisa segera diraih jika melakukan hal dengan baik dan sesuai dengan yang disepakati.

Inter Milan raih gelar Coppa Italia 2025/2026
Inter Milan menjuarai Coppa Italia (Piala Italia) 2025/2026 setelah mengalahkan Lazio dengan skor 2-0 pada partai final di Stadion Olimpico, Roma, Kamis dini ...