Live|
VIVAVersi JafmoNewsNegatif14 Mei 2026 pukul 06.40

Arbeloa Bantah Real Madrid Sedang Krisis Gelar Domestik

kegagalan dan kesuksesan datang silih berganti. Hasil positif diharapkan bisa segera diraih jika melakukan hal dengan baik dan sesuai dengan yang disepakati.

Arbeloa Bantah Real Madrid Sedang Krisis Gelar Domestik

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menolak anggapan bahwa timnya tengah berada dalam masa terburuk setelah kembali gagal merebut gelar domestik dalam dua musim terakhir. Kepastian itu muncul usai Madrid kalah 0-2 dari Barcelona pada laga El Clasico awal pekan ini, hasil yang sekaligus memastikan rival utama mereka menjadi juara Liga Spanyol untuk dua musim beruntun.

Arbeloa mengaku terkejut dengan narasi yang menyebut Real Madrid berada di titik terendah. Menurutnya, standar klub di Santiago Bernabeu memang sangat tinggi sehingga setiap kegagalan langsung memunculkan sorotan besar. Ia juga menegaskan bahwa Madrid tidak bisa disamakan dengan klub yang sudah sangat lama tanpa trofi, karena Los Blancos tetap memiliki rekam jejak juara yang kuat.

Meski performa tim menurun, termasuk hanya meraih dua kemenangan dari enam pertandingan terakhir, pelatih berusia 43 tahun itu tetap optimistis menghadapi musim depan. Arbeloa menyatakan akan ada skuad yang lebih kuat dan menilai peluang Madrid untuk kembali memenangi gelar tetap terbuka. Ia menekankan bahwa dalam sepak bola, tidak ada klub yang bisa menjuarai kompetisi besar setiap tahun secara terus-menerus.

Di tengah tekanan tersebut, nama Arbeloa juga dikaitkan dengan rumor kedatangan kembali Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu. Namun, mantan bek timnas Spanyol itu memilih tidak menanggapi spekulasi lebih jauh dan fokus pada sisa pertandingan musim ini. Real Madrid sendiri sudah memastikan posisi runner-up klasemen dan tidak akan tergeser, termasuk menjelang laga melawan Real Oviedo pada Jumat (15/5) dini hari WIB. Arbeloa berharap perhatian semua pihak tetap tertuju pada pertandingan tersisa melawan Oviedo, Sevilla, dan Athletic Bilbao.

Sudut pandang lain

Dari sisi manajemen klub, pernyataan Arbeloa menunjukkan upaya menjaga stabilitas di tengah tekanan publik yang besar. Real Madrid sebagai klub bertradisi juara memang cenderung dinilai berdasarkan trofi, sehingga kegagalan di level domestik mudah dibaca sebagai krisis meski posisi tim masih kompetitif.

Rumor soal pergantian pelatih juga menandakan bahwa ekspektasi di Bernabeu tidak hanya soal hasil jangka pendek, tetapi juga arah proyek tim. Jika Madrid ingin mengurangi tekanan seperti ini, konsistensi performa dan perencanaan skuad musim depan akan menjadi faktor penting untuk memulihkan kepercayaan suporter.

Lihat versi asli dari sumber

Madrid, VIVA – Pelatih Real Madrid , Alvaro Arbeloa , memberikan respons tegas terhadap kritik yang menyebut timnya sedang berada di titik terendah setelah kembali gagal meraih gelar domestik dalam dua musim terakhir. Meski dipastikan gagal menjuarai Liga Spanyol 2025/2026, Arbeloa menilai situasi Los Blancos jauh dari kata krisis.

Tolak Sebutan Titik Terendah

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepastian Madrid gagal mengejar gelar liga muncul setelah kekalahan 0-2 dari Barcelona dalam laga El Clasico awal pekan ini, yang sekaligus mengukuhkan sang rival sebagai juara dua musim beruntun. Namun, Arbeloa terkejut dengan narasi keterpurukan yang diarahkan kepada timnya.

"Saya terkejut mendengar kami disebut sudah berada di titik terendah. Kalau begitu, klub lain berada di posisi apa? Kami tidak pernah sampai 50 tahun tanpa memenangkan apa pun," ujar Arbeloa melalui laman resmi klub. Ia menambahkan bahwa Real Madrid selalu memiliki standar yang sangat tinggi, sehingga ekspektasi publik pun selalu besar.

Tetap Optimis Musim Depan

Meski performa Madrid menurun dengan hanya meraih dua kemenangan dari enam laga terakhir, pelatih berusia 43 tahun itu menjanjikan skuad yang lebih kompetitif di musim mendatang. Ia menekankan bahwa dalam olahraga, tidak ada klub yang bisa memenangkan gelar bergengsi setiap tahunnya.

"Kami akan memiliki skuad yang lebih kuat. Saya tidak akan berani mengatakan Real Madrid tidak akan memenangkan apa pun musim depan," tegas mantan bek timnas Spanyol tersebut. Ia juga menyerukan agar seluruh elemen klub tetap bersatu seperti keluarga untuk melewati masa sulit ini.

Teka-teki Masa Depan dan Rumor Mourinho

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah sorotan tajam, posisi Arbeloa di kursi pelatih mulai diguncang rumor kembalinya Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu. Menanggapi isu tersebut, Arbeloa memilih untuk tetap profesional dan fokus menyelesaikan sisa kompetisi musim ini.

Madrid sendiri telah mengunci posisi runner-up klasemen dan tidak akan tergeser meskipun meraih hasil buruk pada laga sisa, termasuk melawan Real Oviedo pada Jumat (15/5) dini hari WIB. Arbeloa berharap keputusannya untuk fokus pada laga-laga tersisa melawan Oviedo, Sevilla, dan Athletic Bilbao dapat dihormati oleh semua pihak.

Dirangkum dari VIVA · oleh Luzman Rifqi Karami

Berita terkait