Live|
Detik.comVersi JafmoNewsNetral10 Mei 2026 pukul 22.03

Bamsoet Ajak Ormas Perkuat Soliditas dan Ketahanan Nasional

Bamsoet menegaskan pentingnya ormas menjaga ketahanan nasional di tengah tekanan global. Soliditas masyarakat diperlukan untuk stabilitas politik & sosial.

Bamsoet Ajak Ormas Perkuat Soliditas dan Ketahanan Nasional

Bambang Soesatyo mengajak organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat soliditas bangsa di tengah situasi global yang semakin tidak menentu. Menurutnya, Indonesia memerlukan ketahanan nasional yang kuat agar stabilitas politik, ekonomi, dan sosial tetap terjaga di tengah perlambatan ekonomi dunia dan meningkatnya tensi geopolitik kawasan Indo-Pasifik.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri perayaan HUT ke-15 Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya) di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/5). Dalam keterangannya, pria yang akrab disapa Bamsoet itu menegaskan bahwa ormas harus berperan sebagai kekuatan moral dan sosial yang memperkuat daya tahan bangsa, bukan justru menjadi sumber perpecahan di masyarakat.

Bamsoet juga menilai ancaman terhadap Indonesia kini tidak lagi bersifat konvensional. Menurutnya, perang informasi, serangan siber, manipulasi opini publik, hingga infiltrasi ideologi transnasional melalui media digital menjadi tantangan baru yang harus dihadapi bersama. Karena itu, ketahanan nasional tidak cukup hanya ditopang aparat negara, melainkan perlu dukungan masyarakat sipil, termasuk ormas, tokoh agama, komunitas pemuda, dan kalangan akademisi.

Ia mencontohkan maraknya hoaks pada momentum politik yang kerap memicu konflik sosial. Kondisi tersebut, kata Bamsoet, menunjukkan pentingnya literasi digital dan pendidikan kebangsaan agar masyarakat tidak mudah diadu domba. Ia meminta ormas, termasuk GRIB Jaya, hadir sebagai penyejuk di tengah masyarakat dengan mengedukasi nilai toleransi, gotong royong, dan kecintaan terhadap NKRI.

Dalam kesempatan itu, Bamsoet juga menyoroti hubungan erat antara stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi. Ia menilai gangguan keamanan dapat berdampak langsung pada dunia usaha, menurunkan investasi, serta menghambat penciptaan lapangan kerja. Karena itu, ia mendukung penguatan ketahanan nasional melalui sinergi pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat sipil, termasuk dalam bidang keamanan siber, ketahanan energi, dan keamanan maritim.

Ia menutup pesannya dengan menekankan bahwa keberagaman Indonesia harus dijaga sebagai kekuatan, bukan dijadikan alat untuk memecah belah. Dengan lebih dari 1.300 kelompok etnis, ratusan bahasa daerah, dan beragam agama, Indonesia dinilai hanya akan tetap kuat jika seluruh elemen bangsa berpegang pada semangat persatuan, toleransi, dan Pancasila.

Sudut pandang lain

Pernyataan ini menunjukkan bahwa organisasi kemasyarakatan masih dipandang sebagai simpul penting dalam menjaga kohesi sosial, terutama saat ruang digital mempercepat penyebaran informasi dan polarisasi. Di tengah meningkatnya ancaman hoaks dan disinformasi, peran ormas sebagai penggerak literasi publik menjadi relevan untuk mencegah konflik horizontal.

Dari sudut pandang kebijakan, penekanan pada sinergi lintas sektor juga menegaskan bahwa stabilitas nasional tidak hanya soal keamanan fisik, tetapi juga menyangkut ketahanan siber, energi, dan iklim investasi. Jika elemen-elemen ini tidak dijaga, dampaknya dapat merembet ke pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.

Lihat versi asli dari sumber

Bamsoet menyebut situasi dunia yang semakin tidak menentu membuat Indonesia membutuhkan soliditas nasional yang kuat agar stabilitas politik, ekonomi, dan sosial tetap terjaga. Data Bank Dunia dan IMF mencatat perlambatan ekonomi global masih membayangi banyak negara berkembang, sementara tensi geopolitik di kawasan Indo-Pasifik turut memengaruhi rantai pasok, pangan, dan energi dunia.

"Ormas harus menjadi kekuatan moral dan sosial yang memperkuat ketahanan nasional. Ketika dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi global, bangsa Indonesia membutuhkan soliditas seluruh elemen masyarakat agar tetap kuat dan mampu menjaga stabilitas nasional," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Perayaan HUT ke-15 Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya) di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/5).

Lebih lanjut Ketua DPR RI ke-20, Ketua Komisi III DPR RI ke-7 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengingatkan, tantangan yang dihadapi Indonesia sekarang tidak lagi bersifat konvensional. Ancaman dapat muncul melalui perang informasi, serangan siber, manipulasi opini publik, hingga infiltrasi ideologi transnasional yang memanfaatkan media digital. Karena itu, ketahanan nasional tidak cukup hanya mengandalkan aparat negara. Dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat sipil, termasuk organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, komunitas pemuda, dan kalangan akademisi.

Bamsoet mencontohkan bagaimana berbagai hoaks selama momentum politik sering memicu konflik sosial di tengah masyarakat. Situasi tersebut menunjukkan pentingnya literasi digital dan pendidikan kebangsaan agar masyarakat tidak mudah diadu domba.

"Ormas termasuk GRIB Jaya harus hadir di tengah masyarakat sebagai penyejuk. Jangan membiarkan ruang publik dipenuhi provokasi, fitnah, dan ujaran kebencian yang bisa merusak persatuan bangsa. Kita membutuhkan ormas yang aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi, gotong royong, dan menjaga NKRI," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga menyoroti pentingnya memperkuat ketahanan nasional melalui sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat sipil. Bamsoet menilai stabilitas keamanan memiliki hubungan langsung dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika stabilitas terganggu, dunia usaha ikut terdampak, investasi menurun, dan penciptaan lapangan kerja menjadi terhambat. Karena itu, ia mendukung langkah pemerintah memperkuat seluruh aspek ketahanan nasional, termasuk penguatan keamanan siber, ketahanan energi, dan keamanan maritim. Indonesia membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar mampu bertahan menghadapi tekanan global yang semakin dinamis.

"Ketahanan nasional tidak bisa dibangun oleh pemerintah sendiri. Semua elemen bangsa harus bergerak bersama. Ormas memiliki jaringan sosial yang kuat hingga ke akar rumput, sehingga perannya sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat solidaritas kebangsaan," urai Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjajaran ini menambahkan, keberagaman Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus dijaga bersama. Indonesia memiliki lebih dari 1.300 kelompok etnis, ratusan bahasa daerah, serta beragam agama dan budaya yang hidup berdampingan. Keberagaman tersebut akan menjadi kekuatan besar apabila dirawat dengan semangat toleransi dan persaudaraan.

Sebaliknya, perbedaan dapat berubah menjadi ancaman apabila dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk memecah belah masyarakat demi kepentingan politik sesaat. Karena itu, ormas mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan dan menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.

"Bangsa ini dibangun di atas semangat persatuan dalam keberagaman. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus menjaga kebhinekaan sebagai kekuatan nasional. Jangan memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa dengan isu suku, agama, ras, maupun kepentingan politik sempit," pungkas Bamsoet. (akn/ega)

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait