Perempuan Bandung Tewas Ditusuk Mantan Kakak Ipar
Seorang perempuan bernama Nanda Tritami meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan oleh mantan kakak iparnya berinisial CMM di Bandung pada Sabtu malam, 9 Mei
Seorang perempuan bernama Nanda Tritami tewas setelah ditusuk mantan kakak iparnya berinisial CMM di Jalan Sekelimus Tengah RT 03 RW 06, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Sabtu malam, 9 Mei 2026. Polisi menyebut korban dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga sebelum konflik di antara mereka memuncak menjadi aksi kekerasan mematikan.
Kapolsek Bandung Kidul Kompol Sulardjo menjelaskan, dugaan sementara motif penusukan berkaitan dengan dendam lama. Pelaku mengaku sakit hati karena merasa dipersulit untuk bertemu anaknya setelah berpisah dari mantan istrinya, yang merupakan kakak korban. Menurut pengakuan pelaku, korban kerap ikut campur dalam urusan keluarga hingga hubungan rumah tangga pelaku berujung perceraian. Selain itu, pelaku juga menuding akses untuk bertemu anaknya dipersulit oleh korban.
Sebelum kejadian, pelaku berangkat dari wilayah Rancasari sekitar pukul 16.00 WIB dengan angkutan kota. Ia sempat mencari mantan istri dan anaknya, tetapi keduanya tidak berada di lokasi. Saat tiba di sekitar belakang rumah makan Padang dekat tempat kejadian, pelaku justru bertemu dengan korban. Pertemuan itu kemudian memicu cekcok yang berlanjut menjadi kontak fisik.
Menurut keterangan polisi, korban sempat menabrak pelaku menggunakan mobil pribadi. Setelah korban turun dari mobil, pelaku mendekat dan pertikaian kembali terjadi. Dalam upaya meminta pertolongan warga, korban sempat menendang pelaku, namun pelaku kemudian mengeluarkan pisau dapur dan menusukkan senjata tajam itu sebanyak empat hingga lima kali ke bagian dada korban.
Usai penusukan, warga bersama anggota Bhabinkamtibmas yang berada di lokasi segera mengamankan pelaku. Polisi juga menyita pisau dapur yang digunakan dalam aksi tersebut. Hingga kini, penyidik masih mendalami kasus ini, termasuk dugaan bahwa penusukan sudah direncanakan sejak pagi hari. Sulardjo menyebut, pemeriksaan terhadap pelaku masih terus dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian dan motif sebenarnya.
Sudut pandang lain
Kasus ini menunjukkan bagaimana konflik keluarga yang tidak terselesaikan dapat berkembang menjadi kekerasan fatal, terutama ketika emosi, dendam, dan persoalan hak bertemu anak bercampur tanpa mediasi. Dalam banyak kasus serupa, persoalan perceraian dan akses pengasuhan dapat menjadi sumber ketegangan berkepanjangan jika tidak diselesaikan melalui jalur hukum atau konseling keluarga.
Dari sisi penegakan hukum, dugaan perencanaan sejak pagi memperberat perkara karena membuka kemungkinan unsur kesengajaan yang lebih kuat. Jika terbukti, peristiwa ini bukan hanya soal penganiayaan yang berujung kematian, tetapi juga dapat mengarah pada pembunuhan dengan unsur perencanaan yang membutuhkan pembuktian lebih rinci oleh penyidik.
Lihat versi asli dari sumber
Jakarta, VIVA – Seorang perempuan bernama Nanda Tritami meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan oleh mantan kakak iparnya berinisial CMM. Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Sekelimus Tengah RT 03 RW 06, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Sabtu malam, 9 Mei 2026.
Kapolsek Bandung Kidul, Kompol Sulardjo mengatakan, korban dan pelaku sebelumnya masih memiliki hubungan keluarga. Pelaku diketahui merupakan mantan kakak ipar korban sebelum bercerai dengan kakak korban.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, aksi penusukan diduga dipicu dendam lama. Pelaku mengaku sakit hati karena merasa dipersulit untuk bertemu anaknya setelah berpisah dengan mantan istrinya.
“Korban ini dahulu sering ikut campur urusan keluarga. Sampai akhirnya kakak korban bercerai dengan suaminya tersangka,” kata Sulardjo, Minggu 10 Mei 2026.
Menurut polisi, pelaku juga menyimpan kekesalan karena akses untuk bertemu anaknya diduga dipersulit oleh korban. Hal tersebut kemudian memicu pelaku mendatangi lokasi korban di kawasan Sekelimus Tengah.
“Pengakuannya akses untuk menemui anak dipersulit sama korban, akhirnya dendam,” tambahnya.
Sebelum kejadian, pelaku berangkat dari wilayah Rancasari sekitar pukul 16.00 WIB menggunakan angkutan kota. Ia sempat mencari mantan istri dan anaknya, namun keduanya tidak berada di tempat.
Sesampainya di sekitar belakang rumah makan Padang dekat lokasi kejadian, pelaku justru bertemu dengan korban. Keduanya kemudian terlibat cekcok hingga terjadi kontak fisik.
“Korban sempat menabrak pelaku menggunakan mobil pribadi. Setelah itu korban turun dari mobil dan pelaku menghampiri,” kata Sulardjo.
Korban disebut sempat berusaha meminta pertolongan warga sambil menendang pelaku. Namun, pelaku tiba-tiba mengeluarkan pisau dapur dan menusukkan senjata tajam tersebut sebanyak empat hingga lima kali ke bagian dada korban.
Usai melakukan aksinya, pelaku langsung diamankan warga bersama anggota Bhabinkamtibmas yang berada di lokasi. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pisau dapur yang digunakan dalam penusukan tersebut.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Polisi masih terus mendalami kasus ini. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga telah merencanakan aksi tersebut sejak pagi hari.
“Sudah direncanakan sejak pagi. Yang dipakai itu pisau dapur. Kami masih dalami,” jelasnya.
Berita terkait
Polisi Bima Kota Ungkap Motif Pengeroyokan Pelajar hingga Tewas
Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar bernama Muhammad Rangga (17) asal Lingkungan Mekar Baru, Bima Kota, hingga berujung kematian, diungkap polisi.

Kasus Dugaan Pelecehan Guru Ngaji di Puncak Naik Penyidikan
Polisi mengungkap kasus pelecehan seksual oleh guru ngaji di Bogor, kini naik ke tahap penyidikan. Lima korban laki-laki telah diperiksa.

Karen Hertatum Ungkap Campur Tangan Mertua Picu Retaknya Rumah Tangga
Karen Hertatum akhirnya mengungkap pemicu keretakan rumah tangganya dengan Dede Sunandar.

Rumah Kemang Terjual, Okin Tak Terima Hasil Penjualan
Perseteruan rumah antara musisi Niko Al Hakim alias Okin dan mantan istrinya, Rachel Vennya, mulai menemui titik terang.

Polisi Tangkap Satu Pelaku Begal di Pinggir Tol Kebon Jeruk
Polda Metro Jaya menangkap satu pelaku begal berinisial T 25 yang beraksi di pinggir Tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sementara tiga pelaku lain yang masuk dalam daftar pencarian orang DPO masih diburu.

Oditur sebut campuran air keras yang digunakan prajurit BAIS kreatif
Oditur Militer menilai tindakan anggota TNI mencampur cairan pembersih karat dengan air aki untuk menyerang aktivis Andrie Yunus sebagai cara kreatif.