Live|
OkezoneVersi JafmoNewsNetral10 Mei 2026 pukul 19.41

Mojtaba Khamenei Dilaporkan Pulih Usai Serangan AS-Israel

Iran mengonfirmasi Mojtaba Khamenei mengalami luka-luka akibat serangan AS-Israel pada awal perang.

Mojtaba Khamenei Dilaporkan Pulih Usai Serangan AS-Israel

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, disebut telah pulih dan kini berada dalam kondisi sehat sepenuhnya setelah mengalami luka dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu. Keterangan ini menjadi penjelasan resmi pertama yang mengungkap keadaan Khamenei sejak serangan terhadap kompleks kepemimpinan Iran tersebut.

Direktur protokol Mazaher Hosseini menyampaikan bahwa Khamenei terluka ketika serangan pada 28 Februari menargetkan kompleks itu. Ia mengatakan, sejumlah bagian bangunan hancur rata dengan tanah, termasuk area tempat pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, disebut terbunuh. Hosseini juga menyebut kediaman Mojtaba Khamenei ikut menjadi sasaran dalam pemboman tersebut.

Menurut penjelasan Hosseini, Khamenei sempat terjatuh ke tanah akibat gelombang ledakan ketika sedang menuju kediamannya. Ia kemudian mengalami cedera pada tempurung lutut dan punggung bawah. Kondisi itu, kata Hosseini, berangsur membaik seiring waktu.

Hossseini menambahkan bahwa luka di bagian punggung telah menunjukkan pemulihan dan cedera pada tempurung lutut diperkirakan segera sembuh. Dengan perkembangan tersebut, ia menegaskan bahwa Khamenei kini dalam keadaan sehat sepenuhnya. Informasi ini disampaikan melalui Kantor Berita Fars dan dikutip dalam laporan TRT.

Pengungkapan kondisi Khamenei menambah sorotan terhadap dampak serangan yang disebut menargetkan pusat kepemimpinan Iran. Selain menunjukkan adanya korban dan kerusakan pada fasilitas penting, keterangan itu juga memberi gambaran bahwa serangan tersebut berdampak langsung terhadap figur-figur kunci di lingkar kekuasaan Iran.

Sudut pandang lain

Dari sudut pandang politik dan keamanan, pengungkapan kondisi pejabat tinggi seperti Mojtaba Khamenei dapat dibaca sebagai upaya memperkuat narasi ketahanan internal Iran setelah serangan besar. Pernyataan bahwa ia telah pulih sepenuhnya juga berpotensi meredam spekulasi publik mengenai stabilitas kepemimpinan di tengah situasi konflik.

Di sisi lain, informasi tentang kerusakan kompleks dan jatuhnya korban menunjukkan bahwa eskalasi militer semacam ini tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga memiliki dampak simbolik yang besar. Dalam konteks hubungan AS-Iran dan Israel-Iran, detail semacam ini biasanya memperlebar ketegangan sekaligus mempengaruhi persepsi internasional terhadap tingkat ancaman di kawasan.

Lihat versi asli dari sumber

TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, digambarkan dalam kondisi "sehat sepenuhnya" setelah menderita luka-luka selama serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap kompleks kepemimpinan pada Februari lalu.

Pernyataan tersebut menandai pernyataan resmi pertama yang merinci kondisi pemimpin tersebut sejak serangan masa perang pada 28 Februari.

Menurut Kantor Berita Fars , direktur protokol Mazaher Hosseini mengatakan Khamenei menderita luka-luka selama serangan yang menargetkan kompleks tersebut pada 28 Februari. Hosseini, yang hadir selama serangan itu, melaporkan bahwa beberapa lokasi "rata dengan tanah," termasuk lokasi tempat pemimpin tertinggi saat itu, Ali Khamenei, terbunuh.

Pejabat tersebut mencatat bahwa kediaman Mojtaba Khamenei juga menjadi sasaran, dan istrinya tewas dalam pemboman tersebut. Khamenei terjatuh ke tanah akibat gelombang ledakan saat menuju kediamannya, menderita luka di tempurung lutut dan punggung bawahnya.

"Cedera punggungnya membaik selama periode ini, dan cedera tempurung lutut juga akan segera sembuh. Ia dalam keadaan sehat sepenuhnya," kata Hosseini, sebagaimana dilansir TRT .

© 2007 - 2026 Okezone.com, All Rights Reserved

Dirangkum dari Okezone · oleh https://www.facebook.com/OkezoneCom

Berita terkait