Live|
VIVAVersi JafmoNewsNegatif11 Mei 2026 pukul 00.45

Mojtaba Khamenei Bahas Langkah Baru Iran Hadapi AS dan Israel

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengumumkan langkah baru untuk melawan AS dan Israel dalam pertemuannya dengan komandan Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran.

Mojtaba Khamenei Bahas Langkah Baru Iran Hadapi AS dan Israel

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan langkah-langkah baru untuk menghadapi Amerika Serikat dan Israel dalam pertemuan dengan Komandan Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi, di Teheran. Pertemuan itu dilaporkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, pada Minggu, dan disebut sebagai laporan resmi pertama mengenai pertemuan keduanya.

Dalam pertemuan tersebut, Abdollahi memaparkan kondisi terkini angkatan bersenjata Iran kepada Khamenei. Ia juga menjelaskan kesiapan pertahanan dan serangan militer Iran, termasuk keberadaan rencana strategis, senjata, serta peralatan yang dinilai diperlukan untuk menghadapi Amerika Serikat.

Abdollahi turut menegaskan bahwa militer Iran siap memberikan respons yang cepat dan kuat terhadap setiap bentuk agresi dari pihak lawan. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Teheran ingin menampilkan kesiapsiagaan pertahanan sekaligus kemampuan balasan yang dianggap signifikan dalam situasi ketegangan yang masih berlangsung.

Di sisi lain, hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terus berada dalam tekanan sejak serangan terhadap Iran dimulai pada 28 Februari. Kemudian, pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan, lalu melanjutkan pembicaraan dengan mediasi Pakistan di Islamabad. Namun, perundingan tersebut tidak menghasilkan kesimpulan.

Setelah itu, tanpa adanya laporan mengenai dimulainya kembali permusuhan, Amerika Serikat memberlakukan blokade pelabuhan Iran. Hingga kini, para mediator masih berupaya menyusun putaran baru pembicaraan untuk meredakan ketegangan dan mencari jalan keluar dari konflik yang belum menunjukkan penyelesaian.

Sudut pandang lain

Pernyataan publik mengenai kesiapan militer Iran dapat dibaca sebagai pesan deteren, yakni upaya menunjukkan bahwa Teheran masih memiliki kapasitas balasan di tengah tekanan dari lawan-lawannya. Dalam situasi seperti ini, komunikasi resmi semacam itu sering dipakai untuk menjaga moral domestik sekaligus mengirim sinyal politik ke luar negeri.

Di tingkat diplomasi, kegagalan putaran pembicaraan sebelumnya membuat ruang penyelesaian konflik masih terbuka, tetapi rapuh. Blokade pelabuhan dan ketegangan yang berlanjut berpotensi menambah risiko ekonomi serta memperpanjang upaya mediasi, terutama jika belum ada kesepakatan yang mampu menghentikan eskalasi.

Lihat versi asli dari sumber

Teheran, VIVA – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengumumkan langkah-langkah baru untuk melawan Amerika Serikat dan Israel dalam pertemuannya dengan komandan Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi.

Menurut laporan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, Minggu, selama pertemuan tersebut, Abdollahi melaporkan kepada Mojtaba Khamenei tentang kondisi terkini angkatan bersenjata Iran.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan itu menjadi laporan resmi pertama dari pertemuan antara komandan dan pemimpin tertinggi, tambah laporan tersebut.

Abdollahi menjelaskan soal kesiapan pertahanan dan serangan luar biasa dari militer Iran serta keberadaan rencana strategis, senjata, dan peralatan yang diperlukan untuk melawan Amerika.

Pada saat yang sama, komandan tersebut meyakinkan pemimpin tertinggi baru Iran tentang respons militer yang cepat dan kuat terhadap setiap agresi dari musuh.

Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang Iran sejak 28 Februari lalu. Kemudian, pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dan dilanjutkan pembicaraan dengan mediasi Pakistan di Islamabad, yang berakhir tanpa kesimpulan.

Tanpa laporan mengenai dimulainya kembali permusuhan, AS lalu memulai blokade pelabuhan Iran. Para mediator pun masih berupaya untuk menyelenggarakan pembicaraan putaran baru. (Ant)

Dirangkum dari VIVA · oleh Bayu Nugraha

Berita terkait