Live|
OkezoneVersi JafmoNewsNegatif10 Mei 2026 pukul 20.12

Apple Pertimbangkan Hentikan MacBook Neo Termurah

Apple Macbook Neo diluncurkan pada Maret 2026 dan mendapatkan permintaan yang melampaui ekspektasi.

Apple Pertimbangkan Hentikan MacBook Neo Termurah

Apple dilaporkan sedang meninjau ulang lini MacBook Neo setelah harga komponen, terutama memori DRAM, naik dan permintaan pasar justru melampaui perkiraan. Kondisi itu membuat perusahaan menghadapi tekanan pada kapasitas produksi, meski laptop tersebut baru diluncurkan beberapa bulan lalu sebagai model MacBook yang lebih terjangkau.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Gadgets 360, Apple kini mencari cara untuk menjaga pasokan sambil menahan kenaikan biaya produksi. Salah satu opsi yang disebut sedang dipertimbangkan adalah menghentikan varian MacBook Neo 256GB, yang menjadi model paling murah dengan harga USD599 atau sekitar Rp10 jutaan di Amerika Serikat. Jika rencana itu dijalankan, Apple disebut hanya akan mempertahankan model 512GB yang dibanderol USD699 atau sekitar Rp11,7 juta.

Laporan tersebut juga menyebut Apple telah menaikkan target produksi MacBook Neo menjadi 10 juta unit, dari proyeksi awal sekitar 5 juta hingga 6 juta unit. Keputusan itu diambil setelah penjualan laptop tersebut dinilai melampaui ekspektasi perusahaan. Namun, di sisi lain, tingginya minat konsumen membuat waktu pengiriman di sejumlah pasar menjadi lebih lama.

Dalam konferensi pendapatan pada 30 April, CEO Apple Tim Cook menyampaikan bahwa perusahaan memang menghadapi kendala pasokan untuk MacBook Neo. Pengiriman disebut dapat memakan waktu hingga empat minggu karena pemasok seperti Quanta dan Foxconn berupaya memenuhi pesanan dari pabrik di Vietnam dan China. Untuk siklus produksi kedua, Apple juga disebut memerlukan pasokan baru chip A18 Pro dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company. Batch pertama MacBook Neo dilaporkan memakai chip A18 Pro yang telah diturunkan spesifikasinya, yakni dengan satu inti GPU dinonaktifkan, karena chip tersebut awalnya disiapkan untuk iPhone 16 Pro.

Sudut pandang lain

Dari sisi bisnis, perubahan strategi pada MacBook Neo menunjukkan tantangan umum bagi produsen elektronik ketika permintaan tinggi bertemu kenaikan biaya bahan baku. Jika model termurah benar-benar dihentikan, Apple berpotensi menjaga margin keuntungan, tetapi juga bisa membatasi daya tarik produk bagi pembeli yang sensitif terhadap harga.

Kondisi ini juga menegaskan bahwa rantai pasok masih menjadi faktor penting dalam peluncuran produk teknologi. Keterlambatan pengiriman dan kebutuhan chip tambahan dapat memengaruhi ketersediaan di pasar, sekaligus menjadi sinyal bahwa penyesuaian produksi harus dilakukan cepat agar tidak mengganggu momentum penjualan.

Lihat versi asli dari sumber

JAKARTA – Lini laptop MacBook Neo Apple dilaporkan akan mendapatkan perubahan, bahkan dihentikan produksinya karena kenaikan biaya komponen dan permintaan yang kuat, yang memberikan tekanan pada produksi. Laporan ini muncul hanya beberapa bulan setelah MacBook Neo secara resmi diluncurkan sebagai lini laptop Apple yang ramah kantong.

Dilansir Gadgets 360 , Apple dilaporkan sedang mengevaluasi cara untuk mempertahankan pasokan laptop sambil mengatasi harga memori yang lebih tinggi dan peningkatan biaya produksi. Perkembangan ini terjadi beberapa minggu setelah Apple mengakui bahwa permintaan untuk MacBook Neo telah melampaui ekspektasinya, yang menyebabkan waktu pengiriman lebih lama di beberapa pasar.

Menurut buletin analis Tim Culpan, Apple dapat menghentikan versi MacBook Neo 256GB yang paling terjangkau, yang dihargai USD599 (Rp10 jutaan) di Amerika Serikat (AS). Laporan tersebut mengatakan perusahaan mungkin hanya mempertahankan model 512GB yang harganya USD699 (sekitar Rp11,7 juta) di AS.

Apple dilaporkan telah meningkatkan target produksi MacBook Neo menjadi 10 juta unit, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 5 juta hingga 6 juta unit. Perusahaan tersebut dikatakan telah memutuskan untuk memperluas produksi setelah penjualan laptop tersebut melampaui ekspektasi.

Selama konferensi pendapatan Apple pada 30 April, CEO Tim Cook mengatakan perusahaan menghadapi kendala pasokan untuk MacBook Neo. Jadwal pengiriman laptop tersebut dilaporkan telah memanjang hingga empat minggu karena pemasok, termasuk Quanta dan Foxconn, berupaya memenuhi pesanan dari pabrik-pabrik di Vietnam dan China.

Analis tersebut mengklaim Apple sekarang membutuhkan batch baru chip A18 Pro dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company untuk siklus produksi kedua MacBook Neo. Batch pertama laptop tersebut dilaporkan menggunakan chip A18 Pro yang telah diturunkan spesifikasinya, yang awalnya diproduksi untuk iPhone 16 Pro. Prosesor ini memiliki satu inti GPU yang dinonaktifkan dan digunakan kembali untuk MacBook Neo.

© 2007 - 2026 Okezone.com, All Rights Reserved

Dirangkum dari Okezone · oleh https://www.facebook.com/OkezoneCom

Berita terkait