Kompas.comVersi JafmoNewsNegatif16 Mei 2026 pukul 22.59

Pemkot Tangsel Bantu Lunasi Tunggakan Biaya RS Korban Penusukan

Pemkot Tangsel koordinasi dengan Baznas untuk membantu melunasi tunggakan biaya rumah sakit korban penusukan di Pondok Aren yang tersisa Rp 16,2 juta

Pemkot Tangsel Bantu Lunasi Tunggakan Biaya RS Korban Penusukan

Pemerintah Kota Tangerang Selatan berupaya membantu melunasi sisa tunggakan biaya perawatan rumah sakit milik Yani (60), korban penusukan di Pondok Aren, yang masih sekitar Rp 16,2 juta. Untuk penyelesaian itu, Pemkot Tangsel berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tangsel agar kewajiban biaya kesehatan tersebut dapat segera dituntaskan.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangsel, Heli Slamet, mengatakan tim sudah diterjunkan ke rumah korban pada Sabtu (16/5/2026) untuk melihat langsung kondisi keluarga sekaligus memastikan bantuan berjalan. Menurut dia, pemerintah daerah tidak hanya menyiapkan langkah untuk menutup tunggakan rumah sakit, tetapi juga sudah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada korban dan keluarganya.

Bantuan yang telah diberikan berupa sembako, perlengkapan mandi, dan satu paket pakaian. Heli menegaskan, penanganan biaya rumah sakit menjadi fokus utama saat ini, sehingga koordinasi dengan Baznas terus dilakukan untuk menentukan tindak lanjut yang paling memungkinkan. Ia menyebut pemerintah optimistis sisa tunggakan itu dapat diselesaikan melalui mekanisme yang sedang diupayakan.

Heli juga menyampaikan harapan agar pelunasan bisa rampung dalam waktu dekat, bahkan kemungkinan pada Senin mendatang. Langkah ini diambil setelah korban sempat tertahan di rumah sakit karena keluarga belum mampu membayar penuh biaya pengobatan. Pemerintah daerah berupaya memastikan kondisi administratif tersebut tidak menghambat pemulihan korban.

Sebelumnya, anak korban, Riko (29), menjelaskan total biaya perawatan ibunya mencapai Rp 43,3 juta. Sebagian tagihan sudah ditanggung pihak lain, namun masih tersisa kekurangan Rp 16,2 juta. Ia mengaku sudah meminta kebijakan rumah sakit agar pembayaran bisa diangsur dan berusaha mencari penghasilan tambahan, termasuk dengan bekerja sebagai pengemudi ojek online, untuk membantu menutup sisa biaya tersebut.

Sudut pandang lain

Kasus ini menunjukkan bagaimana korban kekerasan dapat menghadapi beban ganda: pemulihan fisik sekaligus tekanan finansial akibat biaya rumah sakit. Kehadiran pemerintah daerah dan lembaga zakat menjadi penting sebagai jaring pengaman sosial ketika keluarga pasien tidak memiliki kemampuan membayar penuh.

Di sisi lain, peristiwa ini juga menyoroti perlunya mekanisme yang lebih responsif dalam penanganan pasien korban tindak kriminal, terutama terkait jaminan pembiayaan dan koordinasi antarinstansi. Penanganan yang cepat dapat mencegah korban dan keluarga terjebak dalam kesulitan administrasi di tengah kondisi darurat.

Lihat versi asli dari sumber

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) berupaya membantu pelunasan tunggakan biaya rumah sakit korban penusukan di Pondok Aren, Yani (60), yang masih tersisa sekitar Rp 16,2 juta.

Pemkot Tangsel saat ini berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tangsel untuk menyelesaikan sisa biaya perawatan tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangsel, Heli Slamet, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk mendatangi langsung rumah korban pada Sabtu (16/5/2026).

“Untuk hari ini tim saya sudah turun. Udah turun ya ke lapangan, ke rumahnya, udah mendatangi rumahnya,” kata Heli saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu.

Selain rencana pelunasan tunggakan, Pemkot Tangsel juga telah memberikan bantuan kebutuhan dasar kepada korban dan keluarganya.

“Jadi bentuknya ya adalah yang pertama pemberian sembako sudah. Kemudian peralatan mandi dan juga terkait dengan pakaian satu paket,” ujar dia.

Heli menjelaskan, saat ini pihaknya fokus menyelesaikan kewajiban biaya rumah sakit melalui koordinasi dengan Baznas.

“Nah ini terkait dengan hal lain, yaitu misalnya terkait biaya rumah sakit ya, ini kami lagi koordinasi dengan Baznas Tangsel untuk tindak lanjut,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah optimistis sisa tunggakan tersebut dapat segera diselesaikan.

“Insyaallah akan kita cover. Dari ini lagi komunikasi dengan Baznas karena kalau terkait dengan hal-hal seperti ini memang kita komunikasinya dengan Baznas ya,” ucap Heli.

Heli juga memperkirakan proses penyelesaian tunggakan itu dapat segera rampung dalam waktu dekat.

“Insyaallah itu bisa kami ikhtiarkan, mungkin mudah-mudahan Senin bisa selesailah untuk rumah sakitnya ya,” tambahnya.

Sebelumnya, korban penusukan Yani (60) sempat tertahan di rumah sakit karena keluarga belum mampu melunasi biaya pengobatan sebesar Rp 16,2 juta.

Anak korban, Riko (29), mengatakan total biaya perawatan mencapai Rp 43,3 juta, namun sebagian sudah ditanggung pihak lain sehingga masih menyisakan tunggakan.

“Saya minta kebijakan dari RS untuk bisa diangsur pembayarannya. Kekurangan sekitar Rp 16,2 juta,” kata Riko.

Ia mengaku kini berusaha mencari penghasilan tambahan untuk melunasi cicilan biaya rumah sakit ibunya, termasuk dengan menjadi pengemudi ojek online.

Dirangkum dari Kompas.com · oleh Kompas Cyber Media

Berita terkait

Pemkot Semarang Salurkan Bansos untuk Warga Terdampak Banjir
Tempo.coJafmoNews16 Mei 2026, 18.04

Pemkot Semarang Salurkan Bansos untuk Warga Terdampak Banjir

Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penanganan kondisi di lapangan hingga perhatian terhadap kebutuhan sosial masyarakat.

Kemensos dan Kementerian PKP Renovasi 10 Ribu Rumah
Tempo.coJafmoNews12 Mei 2026, 11.23

Kemensos dan Kementerian PKP Renovasi 10 Ribu Rumah

Kemensos mengusulkan sebanyak 10 ribu rumah milik orang tua murid Sekolah Rakyat untuk direnovasi tahun ini.

Polisi Bima Kota Ungkap Motif Pengeroyokan Pelajar hingga Tewas
VIVAJafmoNews11 Mei 2026, 16.11

Polisi Bima Kota Ungkap Motif Pengeroyokan Pelajar hingga Tewas

Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar bernama Muhammad Rangga (17) asal Lingkungan Mekar Baru, Bima Kota, hingga berujung kematian, diungkap polisi.

TAUD Tolak Kehadiran Andrie Yunus di Sidang Militer
OkezoneJafmoNews11 Mei 2026, 15.40

TAUD Tolak Kehadiran Andrie Yunus di Sidang Militer

Tim Advokasi untuk Demokrasi TAUD selaku kuasa hukum aktivis KontraS, Andrie Yunus, menyerahkan surat penolakan keterangan kliennya dalam persidangan perkara penyiraman air keras. Andrie merupakan korban penyiraman air keras yang dilakukan empat prajurit TNI.

Prabowo Janjikan Pembangunan untuk Pulau Miangas
Kompas.comJafmoNews11 Mei 2026, 05.09

Prabowo Janjikan Pembangunan untuk Pulau Miangas

Prabowo Subianto menyampaikan sederet janji kala mengunjungi Pulau Miangas, pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina.

Perempuan Bandung Tewas Ditusuk Mantan Kakak Ipar
VIVAJafmoNews10 Mei 2026, 20.30

Perempuan Bandung Tewas Ditusuk Mantan Kakak Ipar

Seorang perempuan bernama Nanda Tritami meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan oleh mantan kakak iparnya berinisial CMM di Bandung pada Sabtu malam, 9 Mei