Wisata Budaya Mongolia Hadir di Tanjung Lesung
Tak banyak yang tahu bahwa suasana khas Mongolia ternyata bisa dirasakan tanpa harus terbang ribuan kilometer ke Asia Timur. Di kawasan Tanjung Lesung, Banten.
Pengunjung kini dapat merasakan suasana khas Mongolia tanpa harus bepergian jauh ke Asia Timur. Di kawasan Tanjung Lesung, Banten, terdapat Mongolian Culture Center yang menghadirkan pengalaman budaya ala negeri padang rumput dengan akses perjalanan darat sekitar 2,5 hingga 3 jam dari Jakarta.
Berdiri di area seluas satu hektare, kawasan wisata ini dirancang untuk memberi kesan autentik sejak pertama kali dimasuki. Salah satu daya tarik utamanya adalah tenda tradisional Mongolia bernama Ger, berbentuk melingkar dengan rangka anyaman kayu dan lapisan kain putih di bagian luar. Di bagian dalam, suasana dibuat hangat dengan dominasi warna oranye dan ornamen etnik khas Mongolia yang memperkuat nuansa stepa.
Selain menikmati suasana, wisatawan juga bisa mencoba berbagai kostum tradisional Mongolia, mulai dari pakaian panglima perang hingga busana kaisar dan ratu lengkap dengan singgasananya. Area ini menjadi salah satu spot favorit untuk berfoto. Pengalaman budaya tersebut dilengkapi dengan aktivitas memanah yang terinspirasi dari tradisi bangsa Mongol pada masa kejayaannya, sehingga pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga ikut merasakan unsur budaya yang ditampilkan.
Kawasan ini dirancang langsung oleh Duta Besar Mongolia dan menggunakan material serta ornamen yang didatangkan dari negara asalnya. Di dekat pintu masuk, berdiri patung besar Genghis Khan yang menjadi ikon utama area tersebut. Duta Besar Mongolia untuk Indonesia, D. Enkhtaivan, menyampaikan bahwa pada 2026 hubungan diplomatik Mongolia dan Republik Indonesia genap berusia 70 tahun, dan ia berharap kerja sama kedua negara terus berkembang, terutama di bidang budaya, pariwisata, dan kemitraan lain.
Selain wisata budaya, Tanjung Lesung juga menawarkan beragam aktivitas rekreasi lain. Pengunjung dapat menikmati olahraga air seperti jetski, banana boat, snorkeling, dan kayaking, serta mencoba ATV dan sepeda listrik. Dari kawasan ini, wisatawan juga bisa menyaksikan pemandangan Gunung Krakatau dari udara menggunakan pesawat kecil.
Sudut pandang lain
Kehadiran Mongolian Culture Center menunjukkan bahwa pariwisata tematik dapat menjadi strategi untuk memperkaya destinasi di luar kota besar. Dengan menggabungkan unsur budaya, edukasi, dan rekreasi, kawasan seperti ini berpotensi menarik wisatawan keluarga maupun pengunjung yang mencari pengalaman berbeda tanpa harus ke luar negeri.
Dari sisi diplomasi budaya, fasilitas ini juga dapat dibaca sebagai sarana mempererat hubungan Indonesia dan Mongolia. Jika dikelola konsisten, daya tarik semacam ini tidak hanya mendorong kunjungan wisata, tetapi juga membuka ruang promosi budaya dan kerja sama ekonomi yang lebih luas di kawasan pesisir Banten.
Lihat versi asli dari sumber
Banten, VIVA – Tak banyak yang tahu bahwa suasana khas Mongolia ternyata bisa dirasakan tanpa harus terbang ribuan kilometer ke Asia Timur. Di kawasan Tanjung Lesung , wisatawan kini dapat menikmati pengalaman ala negeri padang rumput lewat kawasan wisata budaya bernama Mongolian Culture Center .
Menariknya, pengalaman mengenal budaya Mongolia kini bisa dilakukan hanya dengan perjalanan darat sekitar 2,5 hingga 3 jam dari Jakarta. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berlokasi di area seluas satu hektare di Mongolian Culture Center, pengunjung diajak masuk ke atmosfer khas Mongolia sejak pertama kali memasuki kawasan. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah keberadaan tenda tradisional Mongolia bernama Ger.
Tenda berbentuk melingkar itu dibuat dengan anyaman kayu dan kain putih di bagian luar. Sementara di dalamnya, suasana terasa hangat dengan dominasi warna oranye serta ornamen etnik khas Mongolia yang membuat pengunjung serasa berada di tengah padang stepa.
Tak hanya melihat-lihat, wisatawan juga bisa mencoba langsung berbagai kostum tradisional Mongolia, mulai dari pakaian panglima perang hingga busana kaisar dan ratu lengkap dengan singgasananya. Area ini pun menjadi spot favorit pengunjung untuk berfoto.
Pengalaman budaya semakin lengkap lewat aktivitas memanah yang terinspirasi dari tradisi bangsa Mongol pada masa kejayaannya. Pengunjung dapat mencoba latihan memanah di area khusus yang tersedia di tengah kawasan.
Suasana Mongolia juga semakin terasa karena kompleks wisata tersebut dirancang langsung oleh Duta Besar Mongolia dan menggunakan material serta ornamen yang didatangkan langsung dari negara asalnya. Di dekat pintu masuk, berdiri patung besar Genghis Khan yang menjadi ikon utama kawasan.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Tidak terasa, tahun 2026 menjadi peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Mongolia dan Republik Indonesia. Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin erat, tidak hanya dalam kolaborasi budaya, tetapi juga pariwisata dan berbagai bentuk kemitraan lainnya,” kata Duta Besar Mongolia untuk Indonesia, D. Enkhtaivan, saat sesi “Go Mongolia” di ajang Jakarta Marketing Week 2026, mengutip keterangannya Kamis 14 Mei 2026.
Selain wisata budaya, kawasan Tanjung Lesung juga menawarkan beragam aktivitas wisata lain, mulai dari olahraga air seperti jetski, banana boat, snorkeling, hingga kayaking. Pengunjung juga dapat mencoba ATV, sepeda listrik, sampai menikmati pemandangan Gunung Krakatau dari udara menggunakan pesawat kecil.
Berita terkait

Kementerian Ekonomi Kreatif dorong eksposur industri kreatif lewat kunjungan Sung Kang
Kementerian Ekonomi Kreatif memfasilitasi aktor Sung Kang, yang dikenal dengan perannya dalam film "Fast & Furious", menjalani kegiatan Night ...

KJRI San Francisco perkenalkan tempe ke komunitas vegan
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Fransisco memperkenalkan tempe kepada sekitar 140 orang dari anggota organisasi yang mempromosikan gaya hidup ...
/data/photo/2025/02/28/67c1d611903ad.jpg)
Delapan Candi Bersejarah di Jawa Timur yang Layak Dikunjungi
Cari destinasi wisata sejarah? Ini 8 daftar candi di Jawa Timur lengkap dengan lokasi dan sejarah kerajaannya

Paviliun Indonesia di Venesia Angkat Tujuh Perupa Lewat Seni Cetak
Paviliun Indonesia di Venice Biennale Arte 2026 hadirkan pameran bertajuk “Printing the Unprinted” yang menampilkan karya terbaik dari tujuh ...
Polri Targetkan 1.500 SPPG Beroperasi pada 2026
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya menargetkan Polri membangun 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Perlambatan nikel dinilai menekan ekonomi kawasan tambang
Pemerintah bicara tentang nasionalisme, kedaulatan sumber daya alam, tentang bagaimana Indonesia tidak boleh lagi dijajah asing melalui ekspor bahan mentah termasuk nikel