KAI Tutup Perlintasan Liar Cawang-Tebet Demi Keselamatan
PT Kereta Api Indonesia KAI Daop 1 Jakarta kembali menutup perlintasan sebidang liar. Kali ini, penutupan dilakukan di petak jalan antara Stasiun Cawang dan Stasiun Tebet, yang menjadi akses penghubung kawasan Kebon Baru dan Tebet.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta kembali menutup perlintasan sebidang liar di lintas antara Stasiun Cawang dan Stasiun Tebet, Jakarta. Penutupan dilakukan pada akses yang selama ini menjadi penghubung kawasan Kebon Baru dan Tebet, sebagai bagian dari upaya mencegah kecelakaan dan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun warga sekitar.
Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan komitmen perusahaan untuk menekan risiko kecelakaan di perlintasan tidak resmi yang tidak memiliki standar pengamanan. Menurut dia, perlintasan liar sangat berbahaya karena tidak dilengkapi penjaga, palang pintu, rambu, maupun perangkat keselamatan lain yang seharusnya ada di jalur resmi.
Franoto menjelaskan, di lintas Cawang–Tebet terdapat lima perlintasan sebidang liar yang akan ditutup secara bertahap. Selain di ruas tersebut, program penertiban juga akan dilanjutkan pada sejumlah perlintasan liar lain di lintas Tebet–Manggarai. KAI menilai penutupan bertahap diperlukan agar proses di lapangan berjalan tertib dan tetap mengutamakan keselamatan.
Sebelum penutupan dilakukan, KAI Daop 1 Jakarta bersama unsur kewilayahan, pemerintah setempat, aparat kepolisian, Kecamatan Tebet, dan pihak kelurahan telah menggelar sosialisasi kepada warga. Pertemuan di balai warga itu bertujuan memberi pemahaman mengenai pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang serta risiko fatal yang dapat terjadi bila aktivitas di jalur liar terus dilakukan. Dengan sosialisasi tersebut, KAI berharap masyarakat memahami bahwa penutupan dilakukan bukan untuk membatasi akses semata, melainkan untuk mencegah korban jiwa dan menjaga keselamatan bersama.
Sudut pandang lain
Penutupan perlintasan liar mencerminkan tantangan klasik di kawasan perkotaan padat, ketika kebutuhan akses warga berhadapan dengan standar keselamatan transportasi. Di satu sisi, jalur tak resmi sering muncul karena mobilitas harian masyarakat, namun di sisi lain keberadaannya meningkatkan potensi kecelakaan fatal jika tidak ditangani.
Langkah KAI juga menunjukkan bahwa penertiban infrastruktur semacam ini tidak bisa hanya mengandalkan penutupan fisik. Sosialisasi kepada warga, koordinasi dengan aparat, dan penyiapan akses alternatif menjadi faktor penting agar kebijakan keselamatan tidak memunculkan masalah sosial baru di sekitar permukiman.
Lihat versi asli dari sumber
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta kembali menutup perlintasan sebidang liar. Kali ini, penutupan dilakukan di petak jalan antara Stasiun Cawang dan Stasiun Tebet, yang menjadi akses penghubung kawasan Kebon Baru dan Tebet.
Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi masyarakat dari potensi kecelakaan di perlintasan tidak resmi.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi masyarakat dari potensi kecelakaan di perlintasan sebidang yang tidak resmi dan tidak memiliki standar pengamanan,” ujar Franoto, Kamis (14/5/2026).
Franoto menjelaskan, di lintas Stasiun Cawang–Stasiun Tebet terdapat lima perlintasan sebidang liar yang akan ditutup secara bertahap. Program serupa juga akan dilanjutkan pada sejumlah perlintasan liar lain di lintas Tebet–Manggarai.
Sebelum penutupan dilakukan, KAI Daop 1 Jakarta bersama unsur kewilayahan, pemerintah setempat, aparat kepolisian, Kecamatan Tebet, hingga pihak kelurahan telah melakukan sosialisasi kepada warga melalui pertemuan di balai warga.
Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang serta risiko fatal yang dapat terjadi apabila aktivitas di perlintasan liar tetap dilakukan.
“KAI Daop 1 Jakarta menegaskan bahwa keberadaan pelintasan liar sangat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan karena tidak dilengkapi penjaga, palang pintu, rambu maupun perangkat keselamatan sesuai standar,” katanya.
© 2007 - 2026 Okezone.com, All Rights Reserved
Berita terkait

Persija Jakarta Menang Comeback 3-1 atas Persik Kediri
Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri di Super League 2025-2026.

Kapolri Paparkan Inovasi Polri untuk Dukung Pertanian
Untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, Sigit menyebut, Korps Bhayangkara melahirkan inovasi pupuk Presisi berbasis batu bara,

Prabowo Apresiasi Polri atas Dukungan Ketahanan Pangan
Ia menilai, kepemimpinan yang baik akan menghasilkan organisasi yang baik.

Leo/Daniel Melaju ke Final Thailand Open 2026
Leo Rolly Carnando Daniel Marthin berhasil melaju ke final Thailand Open 2026 Super 500.

Palestina Desak Dunia Akui Nakba Sebagai Pembersihan Etnis
Palestina memperingati 78 tahun terjadinya Nakba pada 15 Mei.

Lansia Disarankan Tetap Aktif untuk Jaga Kualitas Hidup
Ini Cara Lansia Tetap Aktif di Usia Senja