Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS dan Truk BBM Bertambah 18 Orang
Berikut update fakta terkini kecelakaan maut bus ALS vs truk BBM di Sumsel yang terjadi pada 6 Mei 2026.

Jumlah korban tewas dalam kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatra, Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Sumatera Selatan, bertambah menjadi 18 orang. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (6/5) sekitar pukul 12.00 WIB itu semula melibatkan bus bernomor polisi BK 7451 DL dan truk tangki BBM yang identitasnya masih didata polisi.
Polisi menduga kecelakaan bermula saat sopir bus berupaya menghindari lubang di jalan, hingga kendaraan berpindah jalur dan bertabrakan dengan truk tangki dari arah berlawanan. Sopir bus ikut menjadi salah satu korban tewas dalam insiden tersebut. Hingga Sabtu (9/5) malam, seluruh korban tewas telah terkumpul dalam 17 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Petugas DVI juga menemukan adanya dua bagian tubuh yang saling menempel dalam satu kantong jenazah dan diduga milik seorang anak kecil.
Proses identifikasi korban masih terus dilakukan tim DVI dengan mengandalkan data keluarga melalui posko antemortem dan layanan hotline. Namun, sejumlah data pendukung seperti gigi, properti, dan aksesoris yang ditemukan di lokasi belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan identitas korban secara pasti. Sementara itu, satu korban yang sebelumnya masih dirawat di RSUD Rupit atas nama M Tahrul, warga Tegal, juga meninggal dunia sehingga total korban jiwa bertambah.
Dari sisi administrasi angkutan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan menyebut uji KIR bus masih aktif, tetapi izin angkutannya sudah kedaluwarsa. BPTD bersama Dinas Perhubungan Sumsel telah menurunkan tim untuk mengecek kondisi kendaraan dan mencari penyebab pasti kecelakaan. Di sisi lain, tim dari Dishub Sumsel, KNKT, BPTD, Jasa Raharja, dan Ditlantas Polda Sumsel juga sudah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lapangan.
Jasa Raharja memastikan seluruh korban kecelakaan memperoleh santunan dan jaminan perawatan sesuai ketentuan. Petugas telah dikerahkan ke lokasi, berkoordinasi dengan rumah sakit dan kepolisian, serta menerbitkan surat jaminan ke RSUD Rupit Muratara agar penanganan korban luka berjalan cepat. Pendataan korban dan ahli waris juga dilakukan untuk mempercepat penyaluran santunan bagi korban meninggal dunia.
Sudut pandang lain
Kasus ini menyoroti dua persoalan sekaligus: keselamatan lalu lintas di jalur antarkota yang rusak, serta pentingnya pengawasan izin operasional angkutan umum. Jika dugaan awal benar bahwa pengemudi menghindari lubang jalan, maka kondisi infrastruktur ikut menjadi faktor yang perlu dievaluasi bersama aspek kelayakan kendaraan dan disiplin berkendara.
Dari sisi penanganan korban, keterlibatan tim DVI, kepolisian, Jasa Raharja, dan instansi transportasi menunjukkan prosedur darurat telah berjalan. Namun, identifikasi korban massal tetap menuntut akurasi tinggi agar hak keluarga, proses hukum, dan penelusuran penyebab kecelakaan dapat dilakukan tanpa kesalahan administrasi.
Lihat versi asli dari sumber
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatra Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Sumatera Selatan, pada Rabu (6/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Insiden melibatkan Bus ALS bernomor polisi BK 7451 DL dan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) yang identitasnya masih didata polisi. Polisi menduga kecelakaan terjadi saat sopir bus, yang menjadi salah satu korban tewas, mencoba menghindari lubang di jalan hingga kendaraan berpindah jalur dan menabrak truk tangki dari arah berlawanan. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Berikut update fakta terkini kecelakaan maut bus ALS vs truk BBM di Sumsel: 1. Korban jadi 18 orang Pada Sabtu (9/5) malam, korban tewas akibat kecelakaan maut Bus ALS dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatra, Sumatra Selatan, bertambah menjadi 18 orang. Belasan korban itu berada dalam 17 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Petugas DVI menemukan dalam satu kantong jenazah ada dua bagian tubuh yang saling menempel di bagian ketiak. "Bagian tubuh saling menempel di bagian ketiak. Diduga bagian tubuh tersebut milik anak kecil," ujar Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang Kombes Budi Susanto pada Jumat (9/5). Petugas sebelumnya menerima 16 kantong mayat. Ternyata dari hasil penelusuran dan pendalaman tim DVI menemukan 17. Dalam satu kantong jenazah ada dua potongan tubuh yang yang lengket itu sekitar ketiaknya. "Jadi total korban meninggal dalam kecelakaan tersebut saat ini berjumlah 18 orang, satu korban kemarin meninggal yang masih dirawat di RSUD Rupit atas nama M Tahrul warga Tegal," ujarnya. 2. Masih identifikasi korban Tim DVI hingga saat ini terus bekerja melakukan identifikasi korban dengan dukungan data dari keluarga korban melalui posko antemortem maupun layanan hotline. "Untuk informasi keluarga korban saat ini masuk melalui layanan hotline bagi keluarga yang tidak dapat hadir langsung maupun yang datang langsung untuk menyerahkan data-data pendukung di pos antemortem," ujar Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang Kombes Budi Susanto pada Jumat (9/5). Namun, sejumlah data pendukung seperti gigi, properti, maupun aksesoris yang ditemukan pada korban belum bisa dijadikan dasar penetapan identitas secara pasti. 3. Izin angkutan kedaluwarsa Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan mengatakan uji KIR bus berpelat BK-7778-DL yang terlibat dalam kecelakaan dengan mobil tangki minyak masih aktif. Namun, terkait dengan izin angkutan, sudah kedaluwarsa. "Kalau (KIR) bus masih aktif. Untuk izin angkutan betul, sudah kedaluwarsa," kata Kepala BPTD Kelas II Sumsel Nurhadi Unggul Wibowo, Kamis (7/5). Nurhadi mengatakan BPTD bersama Dinas Perhubungan Sumatera Selatan sudah menurunkan tim untuk mengecek kondisi bus ALS. Pengecekan dilakukan untuk mengetahui penyebab insiden tabrakan. "Sudah ada (tim BPTD Sumsel), kami menugaskan staf yang mempunyai kompetensi penguji kendaraan bermotor ke sana," ujarnya. Pihaknya hingga kini masih menunggu informasi lebih lanjut terkait pengecekan yang akan dilakukan. Dia juga belum bisa mengungkap dugaan sementara insiden kecelakaan itu terjadi. 4. KNKT sudah ke lokasi Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Musni Wijaya mengatakan tim dari Dishub Sumsel juga sudah ke lokasi kejadian bersama dengan tim KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), BPTD, Jasa Raharja, dan Ditlantas Polda Sumsel. "Tim sudah meluncur ke lokasi dan bergabung bersama dengan yang lain. Berangkat Subuh tadi. Kami akan melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan masing-masing," ujar Musni pada Kamis (7/5). Musni menyebut, insiden kecelakaan yang terjadi Rabu (6/5) siang itu bukan disebabkan oleh kendaraan yang tidak laik jalan, namun akibat faktor lain. "Kecelakaan bus tersebut infonya bukan karena tidak laik jalan, tapi karena hal lain," katanya. "Untuk memastikannya, maka tim tersebut secara bersama-sama akan cek lapangan." 5. Korban dapat santunan PT Jasa Raharja memastikan seluruh korban kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki pengangkut BBM di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel) mendapat santunan dan jaminan perawatan sesuai ketentuan yang berlaku. Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan pihaknya langsung mengerahkan petugas ke lokasi begitu menerima informasi kecelakaan. "Jasa Raharja hadir untuk memastikan korban kecelakaan lalu lintas memperoleh perlindungan dasar secara cepat dan tepat. Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak cepat melakukan pendataan, koordinasi dengan rumah sakit dan pihak terkait, serta memastikan seluruh korban memperoleh haknya sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Awaluddin dalam keterangan resmi, Rabu (6/5). Jasa Raharja menyebut petugas di Kantor Wilayah Sumatra Selatan langsung membantu proses evakuasi korban dan berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas untuk penerbitan laporan polisi. Petugas juga mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat guna memastikan proses penanganan medis berjalan lancar. Selain itu, perusahaan telah menerbitkan surat jaminan atau guarantee letter kepada RSUD Rupit Muratara untuk mempercepat penanganan korban luka. Pendataan korban dan ahli waris juga dilakukan untuk mempercepat penyaluran santunan bagi korban meninggal dunia.
Berita terkait
/data/photo/2026/05/14/6a05b4e2dcf24.jpeg)
118.599 Kendaraan Melintas di JTTS Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Sebanyak 118.599 kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) selama libur panjang akhir pekan Kenaikan Yesus Kristus pada 13 Mei 2026.
/data/photo/2025/06/03/683e0214ce89a.jpg)
Uji Coba ETLE Temukan Ribuan Pelanggaran ODOL
Kemenhub mengungkap tiga daerah dengan pelanggaran ODOL tertinggi selama penerapan uji coba ETLE sejak Januari 2026.

Dishub Semarang Sosialisasi Larangan Putar Balik Bus di Jalan Prof. Hamka
Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi faktor utama dalam menciptakan keselamatan di jalan raya.

Tim SAR Temukan Jenazah Dua WNA Singapura di Gunung Dukono
Tim SAR gabungan temukan jenazah WNA Singapura korban erupsi Gunung Dukono. Mobil ambulans membawa jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono ke rumah sakit di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, ...

FOTO: Langkah dan Pesan Damai 57 Biksu Lintas Negara Menyisir Jawa
57 biksu dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia berjalan lebih dari 600 kilometer dari Bali menuju Borobudur.

FOTO: Melihat Museum Marsinah di Nganjuk
Jejak Marsinah kini diabadikan di museum yang menampilkan perjalanan hidup serta kiprahnya sebagai aktivis buruh. Marsinah bergelar Pahlawan Nasional.