Tim SAR Temukan Jenazah Dua WNA Singapura di Gunung Dukono
Tim SAR gabungan temukan jenazah WNA Singapura korban erupsi Gunung Dukono. Mobil ambulans membawa jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono ke rumah sakit di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, ...

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah dua warga negara asing asal Singapura yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Kedua korban ditemukan pada hari ketiga pencarian dan dievakuasi dari area dekat kawah gunung sebelum dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi.
Dua korban tersebut diketahui bernama Heng Wen Qiang Timothy dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid. Keduanya ditemukan sekitar 20 meter dari bibir kawah Gunung Dukono, dalam kondisi yang kemudian langsung ditangani petugas di lapangan. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa menuju RSUD Jailolo untuk pemeriksaan identitas lebih lanjut.
Proses evakuasi berlangsung di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, pada Minggu (10/5/2026). Di lokasi, petugas SAR bersama unsur terkait mengangkat kantong jenazah ke dalam ambulans sebelum diberangkatkan ke rumah sakit. Peristiwa ini menunjukkan bahwa pencarian dilakukan dengan pendekatan terpadu di medan yang berisiko tinggi akibat aktivitas vulkanik.
Dalam dokumentasi lapangan, tampak sejumlah pejabat memantau proses evakuasi, termasuk Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani, dan Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua. Kehadiran mereka menegaskan koordinasi lintas instansi dalam penanganan korban erupsi sekaligus memastikan proses identifikasi berjalan sesuai prosedur.
Sudut pandang lain
Peristiwa ini menyoroti risiko tinggi aktivitas pendakian di kawasan gunung api yang masih berpotensi erupsi. Bagi otoritas setempat, kejadian tersebut juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan jalur pendakian, peringatan dini, dan pembatasan akses ketika kondisi gunung berada dalam status rawan.
Dari sisi penanganan bencana, kerja gabungan SAR, TNI, dan pemerintah daerah menunjukkan pola respons cepat yang penting untuk operasi penyelamatan di medan ekstrem. Selain aspek kemanusiaan, identifikasi korban asing juga menuntut koordinasi administratif yang cermat agar informasi kepada keluarga dan pemerintah negara asal dapat disampaikan secara akurat.
Lihat versi asli dari sumber
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto (kiri), Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani (kanan), dan Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua (tengah) melihat kantong berisi jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono yang berhasil dievakuasi di Desa Mamuya, Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (10/5/2026). Pada hari ketiga, tim SAR gabungan menemukan dua Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura Heng Wen Qiang Timothy dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid yang ditemukan berjarak sekitar 20 meter dari bibir kawah Gunung Dukono dan selanjutnya dibawa ke RSUD Jailolo untuk identifikasi. ANTARA FOTO/Andri Saputra/sgd
Mobil ambulans membawa jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono ke rumah sakit di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (10/5/2026). Pada hari ketiga, tim SAR gabungan menemukan dua Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura Heng Wen Qiang Timothy dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid yang ditemukan berjarak sekitar 20 meter dari bibir kawah Gunung Dukono dan selanjutnya dibawa ke RSUD Jailolo untuk identifikasi. ANTARAFOTO/Andri Saputra/sgd
Tim SAR gabungan mengangkat kantong jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono untuk dimasukkan ke dalam mobil ambulans setelah berhasil dievakuasi di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (10/5/2026). Pada hari ketiga, tim SAR gabungan menemukan dua Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura yaitu bernama Heng Wen Qiang Timothy dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid yang ditemukan berjarak sekitar 20 meter dari bibir kawah Gunung Dukono dan selanjutnya dibawa ke RSUD Jailolo untuk identifikasi. ANTARAFOTO/Andri Saputra/sgd
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Berita terkait

Pria asal Citeureup ditemukan tewas tenggelam di Situ Cikaret
Seorang pria paruh baya asal Citeureup, Iwan 42 , ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Situ Cikaret, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu 10 5 2026 dini hari. Jasad korban dievakuasi personel Basarnas bersama tim SAR gabungan.
Dua Pendaki Singapura Tewas Tertimpa Batu di Gunung Dukono
Tim SAR gabungan menemukan dua warga Singapura pendaki Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dalam kondisi meninggal dunia akibat erupsi.

Tim SAR Temukan Pendaki Meninggal di Kawah Gunung Dukono
Proses pencarian sempat mengalami kendala akibat material pasir vulkanik yang menutupi area pencarian dengan ketebalan bervariasi.

Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter
Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, erupsi. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung.

Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Mencapai 4.300 Meter
Gunung Dukono, Maluku Utara kembali mengalami erupsi dahsyat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG , mencatat tinggi kolom abu teramati 4.300 m di atas puncak 5.387 m di atas permukaan laut .

BPBD Maluku Utara Evakuasi 17 Orang akibat Erupsi Dukono
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara, Fehby Alting, menyebutkan sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dalam bencana erupsi Gunung Api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat 8 Mei 2026.