Live|
OkezoneVersi JafmoNewsNegatif13 Mei 2026 pukul 22.06

MPR RI Evaluasi Teknis Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar

Sekjen MPR RI, Siti Fauziah menyampaikan, polemik LCC di Kalbar buntut adanya kendala teknis, termasuk speaker. Untuk itu, ia menyatakan, akan melakukan sejumlah evaluasi dalam pelaksanaan LCC.

MPR RI Evaluasi Teknis Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) akan mengevaluasi seluruh aspek teknis pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar, termasuk penggunaan pengeras suara. Evaluasi ini dilakukan menyusul polemik yang muncul dalam penyelenggaraan LCC 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat.

Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah mengatakan, persoalan yang terjadi di Kalbar berkaitan dengan kendala teknis, di antaranya masalah suara atau sound system. Karena itu, MPR RI akan meninjau kembali rangkaian pelaksanaan lomba agar kejadian serupa tidak terulang. Pernyataan tersebut disampaikan Siti di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Rabu (13/5/2026).

Menurut Siti, evaluasi tidak hanya difokuskan pada satu aspek, melainkan mencakup seluruh penyelenggaraan LCC 4 Pilar yang menjadi sorotan publik. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan membahas berbagai hal yang dinilai perlu diperbaiki, termasuk teknis pelaksanaan di lapangan. Dengan demikian, MPR RI berharap pelaksanaan kegiatan berikutnya bisa berjalan lebih baik dan tertib.

Sebelumnya, MPR RI telah menyampaikan permohonan maaf atas polemik LCC 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang ramai dibicarakan di media sosial. Dalam penjelasannya, MPR RI mengakui adanya kelalaian dewan juri yang memicu perdebatan terkait penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba. Polemik ini kemudian mendorong lembaga tersebut melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan acara.

Sudut pandang lain

Kasus ini menunjukkan bahwa lomba bertema pendidikan dan kebangsaan tetap membutuhkan standar teknis dan tata kelola yang ketat agar tidak memunculkan polemik di ruang publik. Di era media sosial, masalah kecil seperti gangguan suara atau keputusan juri dapat dengan cepat menjadi isu besar karena terdokumentasi dan tersebar luas.

Dari sisi kelembagaan, langkah evaluasi MPR RI penting untuk menjaga kredibilitas program 4 Pilar sebagai sarana edukasi kebangsaan. Perbaikan pada aspek teknis, prosedur penjurian, dan komunikasi publik dapat menjadi kunci agar kegiatan serupa diterima lebih baik oleh peserta maupun masyarakat.

Lihat versi asli dari sumber

JAKARTA - Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) akan mengevaluasi segala teknis pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI, termasuk penggunaan speaker. Langkah ini dilakukan buntut polemik LCC 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat.

Sekjen MPR RI , Siti Fauziah menyampaikan, polemik LCC di Kalbar buntut adanya kendala teknis, termasuk speaker. Untuk itu, ia menyatakan, akan melakukan sejumlah evaluasi dalam pelaksanaan LCC.

"Jadinya memang ada beberapa hal yang mungkin saya tidak mengungkapkan lebih jauhnya, karena ada beberapa aturan-aturan gitu kan, Yang akhirnya mungkin kendala teknis sound dan lain-lainnya itu yang kita akan juga evaluasi," kata Siti di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (13/5/2026).

Namun demikian, pihaknya akan mengevaluasi segala aspek dalam penyelenggaraan LCC 4 Pilar MPR RI yang menjadi polemik tersebut.

"Jadi kita akan evaluasi semua tadi disampaikan oleh Pak Ketua bahwa kita akan mengevaluasi semuanya," tandasnya.

Sebelumnya, MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam keterangannya, MPR RI mengakui adanya kelalaian dewan juri yang memicu polemik terkait penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba.

© 2007 - 2026 Okezone.com, All Rights Reserved

Dirangkum dari Okezone · oleh https://www.facebook.com/OkezoneCom

Berita terkait