Live|
CNN IndonesiaVersi JafmoNewsNegatif12 Mei 2026 pukul 12.56

MPR Nonaktifkan Juri dan MC LCC Empat Pilar di Kalbar

MPR RI menonaktifkan juri dan MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026 di Kalimantan Barat setelah polemik penilaian.

MPR Nonaktifkan Juri dan MC LCC Empat Pilar di Kalbar

MPR RI menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara atau MC pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat setelah muncul polemik penilaian jawaban peserta. Keputusan itu diambil menyusul ramainya sorotan di media sosial terkait perbedaan penilaian atas jawaban yang dianggap serupa oleh peserta lomba.

Melalui keterangan di akun Instagram resminya pada Selasa (12/5), MPR menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Lembaga itu menegaskan bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda semestinya menjunjung sportivitas, objektivitas, keadilan, dan semangat pembelajaran yang konstruktif. MPR juga menekankan bahwa dewan juri harus bekerja secara objektif dalam setiap tahapan perlombaan.

Dalam pernyataannya, MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyebut telah mengambil langkah menonaktifkan juri dan MC yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Selain itu, MPR berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, serta tata kelola keberatan dalam perlombaan, agar ke depan pelaksanaannya bisa berlangsung lebih baik, transparan, dan akuntabel.

Polemik ini mencuat setelah beredar video yang memperlihatkan penilaian berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta lomba pada Senin (11/5). Dalam video itu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban mengenai proses pemilihan anggota BPK, sedangkan jawaban serupa dari Grup B SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita.

Peserta Grup C sempat memprotes keputusan tersebut karena merasa jawaban mereka tidak berbeda secara substansi. Namun, juri menilai jawaban grup itu tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah secara jelas. Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah mengatakan pihaknya menghormati perhatian dan masukan masyarakat, sekaligus memastikan penelusuran internal sedang dilakukan untuk menindaklanjuti penilaian jawaban peserta. MPR juga menyampaikan apresiasi kepada peserta, guru pendamping, panitia daerah, dan masyarakat yang memberi perhatian pada pendidikan kebangsaan melalui LCC Empat Pilar.

Sudut pandang lain

Kasus ini menunjukkan bahwa kompetisi edukatif tidak hanya dinilai dari substansi materi, tetapi juga dari kredibilitas sistem penilaian dan transparansi penyelenggara. Dalam lomba yang mengusung pendidikan kebangsaan, kesan adil dan konsisten menjadi penting agar kepercayaan peserta, guru, dan publik tetap terjaga.

Dari sisi tata kelola, evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme verifikasi jawaban dan prosedur keberatan dapat menjadi momentum untuk memperbaiki standar pelaksanaan lomba serupa di daerah lain. Langkah cepat menonaktifkan petugas yang terlibat juga memperlihatkan upaya meredam polemik dan menjaga reputasi kegiatan pendidikan publik.

Lihat versi asli dari sumber

MPR RI menonaktifkan juri hingga pembawa acara atau MC kegiatan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat , buntut polemik penilaian jawaban peserta.

"Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC ini," demikian keterangan MPR dalam akun Instagram resminya, Selasa (12/5).

MRR meminta maaf atas adanya kejadian tersebut. MPR menyatakan lomba cerdas cermat harus menjunjung sportivitas dan keadilan. MPR menyatakan dewan juri harusnya objektif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dewan juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat," kata MPR.

"MPR RI memahami bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk LCC Empat Pilar, harus menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif," tambahnya.

MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel.

MPR mengapresiasi peserta, guru, hingga masyarakat yang menaruh perhatian atas kegiatan lomba tersebut. MPR akan memprioritaskan kepercayaan masyarakat.

"Selain itu, MPR RI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping. panitia daerah, serta masyarakat yang terus memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan dan pelaksanaan LCC Empat Pilar," ujar MPR RI.

Sekjen MPR RI Siti Fauziah mengatakan pihaknya menghormati perhatian dan masukan masyarakat terkait dinamika dalam perlombaan tersebut. Dalam video yang beredar, dilihat pada Senin (11/5), juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta. Dalam lomba itu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.

Namun jawaban serupa yang disampaikan Grup B dari SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita. Peserta Grup C sempat memprotes lantaran merasa jawaban mereka sama. Namun juri menyatakan jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.

Siti menyebutkan panitia pelaksana saat ini tengah melakukan penelusuran internal terkait penilaian jawaban peserta. Pihaknya memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba.

Baca selengkapnya di sini .

Dirangkum dari CNN Indonesia · oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia

Berita terkait