Kemlu: Tujuh WNI Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Malaysia
Dia mengatakan, dari jumlah keseluruhan WNI yang menjadi penumpang kapal, 23 orang telah dievakuasi dengan selamat.

Kementerian Luar Negeri RI melaporkan perkembangan terbaru kecelakaan kapal di perairan barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, yang menumpangi 37 warga negara Indonesia. Peristiwa itu terjadi pada 11 Mei 2026, dan hingga Rabu (13/5/2026) masih menyisakan pencarian terhadap sejumlah korban yang belum ditemukan.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan sebanyak 23 WNI telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Dari jumlah itu, terdapat 16 laki-laki dan 7 perempuan. Ia menyebut sebagian besar penumpang kapal tersebut tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah.
Selain korban selamat, tujuh WNI ditemukan meninggal dunia. Para korban kini berada di rumah sakit di Perak untuk menjalani proses identifikasi dan penanganan lanjutan oleh otoritas setempat. Sementara itu, tujuh WNI lainnya masih dalam proses pencarian oleh otoritas SAR dan Polis Maritim Malaysia.
Kemlu RI juga menyiapkan langkah penelusuran terhadap keluarga para korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia. Upaya ini dilakukan untuk mempermudah proses identifikasi serta melengkapi dokumen yang dibutuhkan dalam penanganan lanjutan. Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan operasi pencarian dan koordinasi dengan pihak berwenang Malaysia.
Sudut pandang lain
Kasus ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi warga migran yang menempuh perjalanan laut tanpa dokumen resmi. Selain ancaman keselamatan, status administrasi yang tidak lengkap kerap memperlambat identifikasi korban dan penanganan konsuler, sehingga memperumit proses bantuan bagi keluarga di Indonesia.
Dari sisi kerja sama bilateral, insiden ini menuntut koordinasi cepat antara Indonesia dan Malaysia dalam pencarian korban, identifikasi jenazah, serta pendampingan bagi penyintas. Peran pemerintah menjadi penting untuk memastikan perlindungan WNI tetap berjalan, sekaligus mencegah kejadian serupa melalui pengawasan jalur keberangkatan ilegal.
Lihat versi asli dari sumber
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan perkembangan pemantauan kecelakaan kapal di perairan Barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia. Diketahui kapal tersebut mengangkut 37 Warga Negara Indonesia (WNI).
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah mengatakan, kecelakaan terjadi pada pada 11 Mei 2026. Ia mengatakan dari jumlah keseluruhan WNI yang menjadi penumpang kapal, 23 orang telah dievakuasi dengan selamat.
"Seperti yang telah disampaikan sebelumnya dari 37 WNI tersebut, 23 orang berhasil diselamatkan. Mereka terdiri dari 16 laki-laki dan 7 perempuan. Sebagian besar tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah," ujar Heni, Rabu (13/5/2026).
Adapun terhadap 14 orang WNI saat itu masih terus dilakukan pencairan oleh Otoritas SAR dan Polis Maritim Malaysia. Bedasarkan data terkini yang ia terima, 7 WNI telah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.
"Tujuh orang telah ditemukan meninggal dunia dan saat ini berada di rumah sakit di Perak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh otoritas setempat. Hingga info ini disampaikan, 7 orang lainnya masih dalam proses pencarian," ucapnya.
Sementara untuk mempermudah proses identifikasi korban yang selamat dan meninggal, Kemlu akan melakukan penelusuran terhadap keluarga korban. Penelusuran keluarga korban juga untuk pembuatan dokumen terkait demi penanganan lanjutan.
© 2007 - 2026 Okezone.com, All Rights Reserved
Berita terkait

KBRI Kuala Lumpur Pantau Penanganan Kecelakaan Kapal di Perak
Kementerian Luar Negeri dan KBRI Kuala Lumpur terus memantau penanganan kecelakaan kapal yang mengangkut sejumlah warga negara Indonesia (WNI) di perairan ...

14 WNI Masih Dicari usai Kapal PMI Ilegal Tenggelam di Malaysia
Kapal pengakut pekerja migran ilegal mengalami kecelakaan di Laut Pangkor Malaysia. 14 orang dilaporkan hilang.

Pria asal Citeureup ditemukan tewas tenggelam di Situ Cikaret
Seorang pria paruh baya asal Citeureup, Iwan 42 , ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Situ Cikaret, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu 10 5 2026 dini hari. Jasad korban dievakuasi personel Basarnas bersama tim SAR gabungan.
Polri Ungkap WNI di Sindikat Judi Online Pernah Bekerja di Kamboja
Polisi masih mendalami peran WNI yang ikut ditangkap dalam penggerebekan jaringan judi online (judol) internasional yang beroperasi di Hayam Wuruk Plaza Tower.

BPBD Maluku Utara Evakuasi 17 Orang akibat Erupsi Dukono
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara, Fehby Alting, menyebutkan sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dalam bencana erupsi Gunung Api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat 8 Mei 2026.

WNI yang Ditangkap dalam Kasus Judol di Jakarta Pernah Bekerja di Kamboja
Polri menangkap seorang WNI terkait judi daring internasional di Hayam Wuruk Jakarta.