Live|
Antara NewsVersi JafmoNewsNegatif12 Mei 2026 pukul 17.29

KBRI Kuala Lumpur Pantau Penanganan Kecelakaan Kapal di Perak

Kementerian Luar Negeri dan KBRI Kuala Lumpur terus memantau penanganan kecelakaan kapal yang mengangkut sejumlah warga negara Indonesia (WNI) di perairan ...

KBRI Kuala Lumpur Pantau Penanganan Kecelakaan Kapal di Perak

Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Kuala Lumpur terus memantau penanganan kecelakaan kapal yang membawa sejumlah warga negara Indonesia (WNI) di perairan barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, pada Senin (11/5). Kapal tradisional tersebut disebut mengalami kecelakaan saat mengangkut sejumlah warga asing yang diduga hendak masuk ke Malaysia untuk bekerja.

Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu, Heni Hamidah, mengatakan otoritas pencarian dan penyelamatan serta Polis Maritim Malaysia telah mengevakuasi 23 WNI. Para korban selamat terdiri atas 16 laki-laki dan tujuh perempuan, dengan rentang usia 21 hingga 48 tahun. Seluruhnya kemudian dibawa ke Markas Operasi Pasukan Polis Marin Kampung Acheh, Perak, untuk penanganan lebih lanjut.

Heni menjelaskan, operasi pencarian masih berlangsung karena ada penumpang lain yang diduga belum ditemukan. Berdasarkan informasi sementara yang diterima pemerintah Indonesia dari otoritas Malaysia, sekitar 14 orang masih dalam pencarian. Kondisi para korban dan perkembangan operasi SAR terus dipantau melalui koordinasi dengan pihak berwenang setempat.

KBRI Kuala Lumpur juga telah berkoordinasi dengan Polis Maritim Malaysia terkait penanganan para WNI yang menjadi korban kecelakaan tersebut. Selain memantau proses pencarian, KBRI menyatakan akan memberikan fasilitasi kekonsuleran serta dokumen perjalanan bagi para WNI sesuai kebutuhan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan perlindungan bagi warga Indonesia yang terdampak dan memudahkan penanganan lanjutan jika diperlukan.

Sudut pandang lain

Kasus ini menyoroti risiko perjalanan nonprosedural melalui jalur laut yang kerap ditempuh calon pekerja migran. Selain membahayakan keselamatan penumpang, pola seperti ini juga menyulitkan identifikasi korban, pendampingan hukum, dan pemulangan warga negara ketika terjadi kecelakaan di negara tujuan.

Dari sisi diplomatik, respons cepat KBRI Kuala Lumpur penting untuk memastikan koordinasi pencarian, perlindungan konsuler, dan akses dokumen perjalanan berjalan lancar. Penanganan semacam ini juga menjadi pengingat perlunya pengawasan terhadap jaringan pengiriman pekerja yang memanfaatkan moda transportasi berisiko.

Lihat versi asli dari sumber

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri dan KBRI Kuala Lumpur terus memantau penanganan kecelakaan kapal yang mengangkut sejumlah warga negara Indonesia (WNI) di perairan Barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, Senin (11/5).

“Berdasarkan informasi dari otoritas Malaysia, kapal tradisional tersebut mengalami kecelakaan saat membawa sejumlah warga asing yang diduga akan memasuki wilayah Malaysia untuk tujuan bekerja,” kata Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu Heni Hamidah melalui pesan singkat, Selasa.

Ia menjelaskan otoritas SAR dan Polis Maritim Malaysia telah menyelamatkan 23 WNI yang terdiri dari 16 laki-laki dan tujuh perempuan, berusia antara 21 hingga 48 tahun.

Seluruh korban selamat telah dibawa ke Markas Operasi Pasukan Polis Marin Kampung Acheh, Perak, untuk penanganan lebih lanjut.

“Pihak otoritas Malaysia saat ini masih melanjutkan operasi pencarian terhadap penumpang lain yang diduga masih hilang. Berdasarkan informasi sementara, terdapat sekitar 14 orang yang masih dalam pencarian,” ujar Heni.

KBRI Kuala Lumpur telah berkoordinasi dengan Polis Maritim Malaysia terkait penanganan para WNI korban kecelakaan. KBRI juga akan memberikan fasilitasi kekonsuleran dan dokumen perjalanan bagi para WNI sesuai kebutuhan, katanya.

Pewarta: Yashinta Difa Editor: Rahmad Nasution Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Dirangkum dari Antara News · oleh https://www.facebook.com/antaranewsdotcom

Berita terkait