Live|
Detik.comVersi JafmoNewsNegatif13 Mei 2026 pukul 22.29

Pria di Tangsel Diduga Gali Kuburan Ibu Usai Konflik Keluarga

Seorang pria bernama Agus menggali makam ibunya di Tangerang Selatan setelah pertengkaran keluarga. Kini, keberadaannya masih misterius.

Pria di Tangsel Diduga Gali Kuburan Ibu Usai Konflik Keluarga

Seorang pria berinisial Agus di Tangerang Selatan menjadi sorotan setelah diduga membongkar kuburan ibunya di TPBU Sengkol, Setu, pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 13.50 WIB. Peristiwa itu disebut dipicu ketegangan dalam keluarga yang membuat Agus tersinggung dan kemudian melakukan tindakan tersebut menggunakan pacul.

Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya menjelaskan, Agus sejak berusia sekitar sembilan bulan sudah diasuh oleh paman dan bibinya karena ayahnya pergi dan ibunya telah meninggal dunia. Sejak kecil, ia tinggal bersama keluarga tersebut dan hingga dewasa pun masih berada dalam pengasuhan mereka. Menurut keterangan polisi, Agus juga sudah dua kali menikah dan memiliki anak, namun anaknya dititipkan kepada paman dan bibinya.

Konflik diduga muncul setelah terjadi pertengkaran antara Agus dan paman serta bibinya. Dalam pertengkaran itu, ada ucapan yang membuat Agus merasa tersinggung. Polisi menduga sentimen tersebut berkaitan dengan perintah untuk membersihkan kamar atau persoalan lain di rumah, meski detail penyebab pastinya belum dijelaskan secara rinci. Dalam penuturan AKP Dhady, ucapan dari sang paman membuat Agus marah dan kemudian memicu aksinya menggali makam sang ibu.

Saat melakukan tindakan itu, Agus disebut terlebih dahulu mencabut papan nisan, lalu menggali kuburan dengan pacul. Setelah kejadian, ia meninggalkan lokasi dan hingga kini keberadaannya belum diketahui. Polisi telah mendatangi dan mengecek tempat kejadian perkara untuk memastikan kondisi di lapangan serta mengumpulkan keterangan awal terkait peristiwa tersebut.

Hingga laporan ini disampaikan, aparat kepolisian masih menelusuri keberadaan Agus. Peristiwa ini menambah sorotan terhadap konflik keluarga yang berujung pada tindakan ekstrem dan mengganggu ketertiban di area pemakaman.

Sudut pandang lain

Kasus ini menunjukkan bagaimana konflik domestik dapat berkembang menjadi tindakan yang sangat emosional dan meresahkan publik, terutama ketika terkait dengan makam keluarga. Di luar aspek kriminal, peristiwa semacam ini juga menyingkap rapuhnya relasi pengasuhan dalam keluarga besar yang sejak awal sudah dibebani persoalan lama.

Dari sudut pandang sosial, kejadian ini dapat menjadi pengingat pentingnya penyelesaian konflik keluarga secara lebih awal melalui komunikasi atau mediasi. Jika tidak, persoalan pribadi berpotensi berubah menjadi pelanggaran hukum sekaligus memicu trauma bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Lihat versi asli dari sumber

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (9/5/2026) pukul 13.50 WIB di TPBU Sengkol, Setu, Kota Tangsel. Diketahui, Agus sejak usia sembilan bulan tinggal bersama paman dan bibinya.

"Dia (Agus) dari kecil itu dari umur sembilan bulan, udah diurus sama mamangnya. Karena orang tuanya yang lelakinya pergi, yang ibunya itu meninggal. Dirawat sama bibinya dan mamangnya," ujar Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya saat dihubungi detikcom , Rabu (13/5).

Saat dewasa, Agus telah menikah sebanyak dua kali namun masih tinggal bersama paman dan bibinya. Kemudian terjadi pertengkaran antara Agus dengan paman dan bibinya.

"Mungkin ada pertengkaran apa, keluarga sepertinya. Apa iya dia disuruh bersih-bersih apa segala mungkin karena kamarnya kotor apa segala," ucapnya.

Agus merasa tersinggung terkait pertengkaran yang terjadi antara dia, dengan paman dan bibinya. Hal itu memicu Agus menggali kuburan ibunya.

"Ya sama mamangnya maupun bibinya ngomong gitu (tersinggung). Dia (Agus) juga punya anak, ya akhirnya dititipin (ke paman dan bibinya. Maksudnya begini, dia itu sudah dirawat dari kecil. Intinya tersinggung omongan pamannya gitu," jelasnya.

Di situ, Agus tersinggung karena pamannya menyinggung dirinya untuk tinggal dan membawa mayat ibunya. Karena hal tersebut, Agus akhirnya menggali kuburan ibunya menggunakan pacul.

"Marah mungkin dia (Agus), akhirnya dia menggali lah yang disebut bawa tadi (mayat ibu)," jelasnya.

"(Papan) nisan (ibunya) dicabut gitu sama dia. Pertama digalilah pakai pacul," tambahnya.

Terkait kejadian tersebut, polisi telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP). Sampai saat ini keberadaan Agus tidak diketahui. Agus pergi dari lokasi usai menggali kuburan ibunya.

"Iya (Agus) pergi (setelah menggali kuburan ibunya). Sampai sekarang belum diketahui (keberadaannya)," tutupnya. (dvp/azh)

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait