Live|
CNN IndonesiaVersi JafmoNewsNegatif10 Mei 2026 pukul 13.50

Banjir di Buton Sultra Rendam 120 Rumah dan Putus Jembatan

Banjir di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara merendam 120 rumah di empat desa.

Banjir di Buton Sultra Rendam 120 Rumah dan Putus Jembatan

Hujan berintensitas tinggi di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, memicu banjir yang merendam permukiman warga di empat desa. Bencana yang terjadi sejak Jumat (8/5) itu berdampak pada ratusan jiwa dan menyebabkan satu jembatan putus.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan empat desa yang terdampak masing-masing Desa Wacu Laea di Kecamatan Kulisusu, Desa Lamoahi di Kecamatan Kulisusu Utara, Desa Wantulasi di Kecamatan Wakorumba Utara, dan Desa Lapandewa di Kecamatan Kulisusu Barat. Banjir tersebut merendam 120 rumah warga yang tersebar di wilayah itu.

Secara keseluruhan, tercatat 632 jiwa terdampak akibat peristiwa tersebut. Selain merendam rumah, banjir juga merusak satu jembatan yang menjadi akses penghubung di wilayah terdampak. Meski demikian, BNPB menyampaikan kondisi banjir kini sudah surut.

Di lapangan, BPBD Kabupaten Buton Utara bersama tim gabungan masih melakukan peninjauan dan pembersihan rumah warga yang terkena dampak. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi pascabanjir sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas warga.

BNPB juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah. Peringatan itu mencakup risiko banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang dapat muncul saat cuaca ekstrem melanda wilayah setempat.

Sudut pandang lain

Peristiwa ini menunjukkan kerentanan wilayah permukiman dan infrastruktur dasar terhadap hujan lebat, terutama di daerah yang memiliki akses penghubung terbatas. Putusnya jembatan dapat memperlambat mobilitas warga, distribusi logistik, dan proses pemulihan pascabencana.

Dalam konteks yang lebih luas, banjir seperti ini menegaskan pentingnya mitigasi berbasis risiko, mulai dari normalisasi drainase, pemetaan titik rawan, hingga kesiapsiagaan desa. Respons cepat pemerintah daerah dan tim gabungan menjadi kunci untuk menekan dampak lanjutan, terutama pada warga yang rumahnya sempat terendam.

Lihat versi asli dari sumber

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur di wilayah Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara ( Sultra ), memicu banjir hingga merendam 120 rumah warga yang tersebar di empat desa.

"Sebanyak empat desa terdampak kejadian ini," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (10/5).

Banjir disebut sudah terjadi pada Jumat (8/5). Muhari kemudian merinci empat desa yang terdampak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Empat desa yang terdampak yakni, Desa Wacu Laea di Kecamatan Kulisusu, Desa Lamoahi di Kecamatan Kulisusu Utara, Desa Wantulasi di Kecamatan Wakorumba Utara dan Desa Lapandewa di Kecamatan Kulisusu Barat," ungkapnya.

Sementara dampak banjir tersebut, sebanyak 120 rumah warga terendam dan satu jembatan putus.

"Tercatat sebanyak 120 unit rumah dan 632 jiwa terdampak serta satu unit jembatan putus akibat banjir," katanya.

BPBD Kabupaten Buton Utara bersama tim gabungan saat ini masih melakukan peninjauan lapangan serta pembersihan rumah warga terdampak. Namun, BPBD memastikan banjir sudah surut.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang.

Dirangkum dari CNN Indonesia · oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia

Berita terkait