Hantavirus Merebak di Kapal Pesiar MV Hondius
Kali ini, sorotan tertuju pada kapal pesiar mewah MV Hondius yang tengah berlayar di Samudra Atlantik setelah dilaporkan menjadi lokasi penyebaran hantavirus mematikan.
Wabah hantavirus dilaporkan merebak di kapal pesiar mewah MV Hondius yang tengah berlayar di Samudra Atlantik. Badan Kesehatan Dunia atau WHO mencatat sedikitnya delapan kasus terkait insiden ini, dengan lima kasus telah terkonfirmasi positif dan tiga lainnya masih berstatus suspek. Dari rangkaian kasus tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Hantavirus dikenal sebagai virus berbahaya yang umumnya menular melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi. Dalam situasi tertentu, partikel virus juga dapat terbawa udara dan terhirup manusia. Dugaan awal menyebut sumber wabah di kapal ini berkaitan dengan tikus, sehingga memicu perhatian luas karena kapal pesiar merupakan ruang tertutup dengan mobilitas penumpang yang tinggi.
Kasus ini kembali mengingatkan publik pada kematian Betsy Arakawa, istri aktor Hollywood Gene Hackman, yang sebelumnya dinyatakan meninggal akibat Hantavirus Pulmonary Syndrome di rumah mereka di Santa Fe, New Mexico, pada Februari 2025. Dari pemeriksaan di kediaman pasangan itu, aparat menemukan sarang tikus dan jejak kotoran hewan pengerat yang diduga menjadi sumber penularan. Gene Hackman sendiri dilaporkan meninggal karena penyakit kardiovaskular yang diperparah komplikasi Alzheimer.
Meski sama-sama berkaitan dengan hantavirus, pola penyebaran pada kasus MV Hondius disebut berbeda. Wabah di kapal itu mulai terdeteksi setelah keberangkatan dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026. Korban pertama dilaporkan meninggal pada 11 April ketika kapal masih berada di tengah pelayaran, menandai awal krisis kesehatan di atas kapal.
Situasi kemudian memburuk saat kapal sempat bersandar di St. Helena pada 24 April. Sejumlah penumpang turun ke daratan bersama jenazah korban, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan penyebaran yang lebih luas. Tidak lama setelah itu, korban kedua dilaporkan meninggal dunia di Afrika Selatan usai melakukan perjalanan udara dari pelabuhan tersebut, sementara korban ketiga meninggal di atas kapal pada 2 Mei.
Sudut pandang lain
Kasus ini menyoroti risiko kesehatan yang kerap muncul pada perjalanan laut internasional, terutama ketika kapal membawa banyak penumpang dalam ruang terbatas dan berpindah lintas negara. Dalam kondisi seperti ini, penanganan cepat, isolasi kasus, serta pengawasan sanitasi menjadi faktor penting untuk mencegah kepanikan maupun penyebaran lanjutan.
Di sisi lain, peristiwa ini juga menunjukkan bahwa ancaman penyakit zoonosis seperti hantavirus masih relevan di lingkungan manusia modern. Temuan tikus dan jejak kotoran hewan pengerat pada kasus rumah Betsy Arakawa memperkuat pentingnya pengendalian vektor dan kebersihan lingkungan, baik di permukiman maupun sarana transportasi.
Lihat versi asli dari sumber
Jakarta, VIVA – Wabah virus langka kembali mengguncang dunia internasional. Kali ini, sorotan tertuju pada kapal pesiar mewah MV Hondius yang tengah berlayar di Samudra Atlantik setelah dilaporkan menjadi lokasi penyebaran hantavirus mematikan yang diduga berasal dari tikus. Kasus ini menjadi perhatian global setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sedikitnya delapan kasus terkait wabah tersebut. Dari jumlah itu, lima kasus telah terkonfirmasi positif, sementara tiga lainnya masih berstatus suspect. Tragisnya, tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Scroll untuk informasi selengkapnya, yuk! ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Hantavirus sendiri dikenal sebagai virus berbahaya yang dapat menular melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi. Dalam kondisi tertentu, partikel virus bisa menyebar melalui udara dan terhirup manusia. Kasus di kapal pesiar ini mengingatkan publik pada kematian Betsy Arakawa, istri aktor Hollywood Gene Hackman, yang sempat menghebohkan dunia hiburan internasional. Dilansir Entertainment Weekly, Betsy Arakawa dinyatakan meninggal akibat Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) di kediamannya di Santa Fe, New Mexico, pada Februari 2025. Sementara sang suami, Gene Hackman, meninggal karena penyakit kardiovaskular yang diperparah komplikasi Alzheimer. Dari hasil pemeriksaan rumah pasangan tersebut, aparat setempat menemukan sarang tikus dan jejak kotoran hewan pengerat yang diyakini menjadi sumber penyebaran virus mematikan itu. Meski sama-sama terkait hantavirus, pola penyebaran kasus di MV Hondius disebut berbeda. Pada kasus Betsy Arakawa, penularan diduga terjadi langsung dari lingkungan rumah yang terkontaminasi tikus. Sedangkan di kapal pesiar MV Hondius, wabah mulai terdeteksi setelah kapal berangkat dari Ushuaia, Argentina pada 1 April 2026. Korban pertama dilaporkan meninggal pada 11 April saat kapal masih berada di tengah pelayaran. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Situasi semakin mengkhawatirkan ketika kapal sempat bersandar di St. Helena pada 24 April. Sejumlah penumpang diketahui turun ke daratan bersama jenazah korban, memicu kekhawatiran akan potensi penyebaran lebih luas. Tak lama berselang, korban kedua dilaporkan meninggal dunia di Afrika Selatan usai melakukan perjalanan udara dari pelabuhan tersebut. Sementara korban ketiga meninggal di atas kapal pada 2 Mei lalu.
Berita terkait
WHO: Tidak Ada Kematian Baru dalam Wabah Hantavirus Kapal Pesiar
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada laporan kematian baru akibat wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar sejak dilaporkan pada 2 Mei 2026.

Kemenkes Pantau Kasus Hantavirus di Jakarta
Berikut Kronologi Lengkap Munculnya Kasus Hantavirus di Jakarta, Kontak Erat di Kapal Pesiar MV Hondius

Dinkes Bali Perketat Pengawasan Hantavirus di Pintu Masuk
Dinkes Bali memastikan belum ada kasus hantavirus di Pulau Dewata. Pengawasan diperkuat untuk mencegah virus tersebut di Bali.
Suspek Hantavirus di Kulon Progo Dipastikan Negatif
Warga Kulon Progo yang sebelumnya diduga terkena penyakit hantavirus telah menjalani pemeriksaan laboratorium Kemenkes dan diklarifikasi oleh Dinkes Kabupaten Kulon Progo

Kasus Suspek Hantavirus di Kulon Progo Dipastikan Negatif
Dinkes Kulon Progo mengonfirmasi hasil negatif kasus suspek hantavirus. Masyarakat diimbau tetap waspada dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Edy Wuryanto Minta Pemerintah Waspadai Hantavirus
Pemerintah dapat meningkatkan kapasitas diagnosis laboratorium, termasuk pemeriksaan PCR dan seralogi di rumah sakit rujukan.