Live|
Detik.comVersi JafmoNewsNetral10 Mei 2026 pukul 22.25

Kasus Suspek Hantavirus di Kulon Progo Dipastikan Negatif

Dinkes Kulon Progo mengonfirmasi hasil negatif kasus suspek hantavirus. Masyarakat diimbau tetap waspada dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kasus Suspek Hantavirus di Kulon Progo Dipastikan Negatif

Dinas Kesehatan Kulon Progo memastikan satu kasus suspek hantavirus pada 2026 ini tidak terbukti positif. Hasil pemeriksaan laboratorium dari Kementerian Kesehatan yang keluar dua hari sebelumnya menyatakan warga Kulon Progo yang sempat dicurigai terinfeksi ternyata negatif. Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih, pada Minggu, 10 Mei 2026.

Susilaningsih menjelaskan bahwa kasus tersebut telah diklarifikasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dan Dinas Kesehatan Provinsi DIY sebelum hasil akhirnya diterima dari pemerintah pusat. Dengan demikian, hingga saat ini tidak ada kasus manusia yang dinyatakan positif hantavirus di Kulon Progo. Informasi itu sekaligus menegaskan bahwa dugaan awal terhadap salah satu warga setempat tidak berlanjut menjadi kasus terkonfirmasi.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap meminta masyarakat waspada terhadap potensi penularan penyakit zoonosis tersebut. Hantavirus diketahui berkaitan dengan hewan pengerat, terutama tikus, yang dapat menjadi perantara penularan. Karena itu, warga diimbau menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, terlebih setelah beraktivitas di sawah atau mengikuti kerja bakti lingkungan.

Susilaningsih menekankan pentingnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi risiko paparan kuman atau bakteri. Ia juga mengingatkan agar lingkungan dijaga tetap bersih supaya tikus tidak mudah masuk ke rumah. Penularan, katanya, dapat terjadi melalui luka maupun kontak dengan urine tikus dan media lain yang terkontaminasi.

Berdasarkan data 2025, DIY sempat mencatat enam kasus positif hantavirus yang ditemukan melalui surveilans sentinel rutin. Seluruh pasien dinyatakan sembuh dan tidak ada kematian. Hingga awal 2026, belum ada lagi laporan kasus positif baru dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel sentinel rutin.

Sudut pandang lain

Kasus ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan klarifikasi cepat dalam pengawasan penyakit zoonosis. Pemeriksaan laboratorium yang segera membantu mencegah kepanikan publik sekaligus memastikan informasi kesehatan yang beredar tetap akurat.

Di sisi lain, imbauan PHBS dan pengendalian tikus di lingkungan permukiman tetap relevan karena hantavirus berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan interaksi manusia dengan hewan pengerat. Pencegahan berbasis perilaku menjadi kunci agar risiko penularan tidak berkembang menjadi masalah kesehatan masyarakat.

Lihat versi asli dari sumber

"Pada tahun 2026 ini memang ada suspek hantavirus, tetapi hasilnya sudah keluar dua hari lalu dan hasilnya negatif," kata Kepala Dinkes Kulon Progo Susilaningsih dilansir Antara , Minggu (10/5/2026).

Menurut dia, salah satu warga Kulon Progo, yang sebelumnya diduga terkena penyakit hantavirus, telah menjalani pemeriksaan laboratorium Kemenkes dan diklarifikasi oleh Dinkes Kabupaten Kulon Progo dan Dinkes Provinsi DIY.

"Iya, (hasilnya) negatif. Ini informasi dari Kemenkes, Dinas Kesehatan DIY sudah klarifikasi ke pusat. Jadi di Kulon Progo tidak ada kasus di manusia yang positif hantavirus," kata Susilaningsih.

Meskipun hasilnya negatif, masyarakat di Kabupaten Kulon Progo tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko penularan penyakit zoonosis tersebut, terutama terhadap tikus yang menjadi perantara penularan hantavirus.

"Ya, karena memang sebagai perantara virus itu hewan pengerat, seperti tikus. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berperilaku hidup bersih dan sehat," jelas Susilaningsih.

Susilaningsih menambahkan apabila masyarakat setelah beraktivitas di sawah atau mengikuti kerja bakti lingkungan, maka harus membiasakan diri untuk mencuci tangan memakai sabun supaya bisa mematikan kuman atau bakteri yang terbawa.

"Selalu terapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan kebersihan di lingkungan agar tikus itu tidak masuk ke rumah, sehingga penularannya bisa dicegah. Kan penularan bisa lewat luka, kencingnya tikus, dan sebagainya," katanya.

Menurut dia, berdasarkan data pada 2025, kasus hantavirus pertama kali ditemukan di DIY pada enam orang dengan kasus positif dari surveilans sentinel rutin. Enam pasien itu sembuh, tidak ada kasus kematian, serta tidak ditemukan kasus lainnya.

Sementara itu, di awal 2026 hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus positif hantavirus dari sentinel rutin yang telah diperiksa laboratorium. (fca/isa)

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait