Live|
VIVAVersi JafmoNewsNegatif12 Mei 2026 pukul 15.30

Otoritas Israel Khawatir Ben Gurion Jadi Pangkalan Militer AS

Banyaknya pesawat militer AS yang berada di Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, Israel, telah menjadikan Ben Gurion sebagai "pangkalan militer AS"

Otoritas Israel Khawatir Ben Gurion Jadi Pangkalan Militer AS

Otoritas penerbangan sipil Israel menyatakan Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv kini secara efektif diperlakukan seperti pangkalan militer Amerika Serikat. Kondisi itu dinilai mengganggu penerbangan sipil, menekan operasi maskapai Israel, dan berpotensi memperburuk harga tiket menjelang musim liburan musim panas.

Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Israel, Shmuel Zakay, menyampaikan peringatan itu kepada Menteri Transportasi Miri Regev dan Direktur Jenderal kementerian, Moshe Ben Zaken. Menurut laporan harian Yedioth Ahronoth yang dikutip Middleeastmonitor pada Selasa, 12 Mei 2026, aktivitas militer di bandara utama Israel juga dinilai memperlambat kembalinya maskapai asing ke rute Israel. Dalam beberapa minggu terakhir, media Israel menayangkan gambar puluhan pesawat militer AS, termasuk pesawat pengisian bahan bakar, yang ditempatkan di area bandara di tengah dukungan militer Washington kepada Israel.

Zakay mengatakan perubahan fungsi bandara itu merugikan stabilitas keuangan maskapai penerbangan Israel. Ia menilai lembaga militer tidak sepenuhnya memahami dampak terhadap penerbangan sipil, termasuk konsekuensi pada harga tiket dan beban yang ditanggung masyarakat. Ia juga menyebut bahwa sejak perang dengan Iran dimulai pada 28 Februari, lalu lintas udara sipil terdampak besar dan sejumlah pesawat maskapai Israel dipindahkan ke luar negeri, dengan sebagian belum kembali.

Dalam pernyataannya, Zakay memperingatkan bahwa situasi ini menjadi ancaman nyata bagi maskapai yang lebih kecil seperti Israir, Arkia, dan Air Haifa. Biaya operasional dan bahan bakar yang meningkat, ditambah naiknya permintaan penerbangan, membuat tekanan terhadap industri semakin besar. Karena itu, ia meminta pesawat-pesawat AS dipindahkan dari Ben Gurion ke pangkalan militer agar bandara dapat kembali berfungsi lebih normal untuk kepentingan sipil.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan CEO Israir, Uri Sirkis, dalam rapat Komite Urusan Ekonomi Knesset. Ia menyebut perusahaannya yang biasanya memarkir 17 pesawat di Ben Gurion kini hanya diizinkan menyimpan empat pesawat semalaman di bandara tersebut.

Sudut pandang lain

Kasus ini menunjukkan bagaimana konflik regional dapat langsung memengaruhi infrastruktur transportasi sipil dan pasar penerbangan. Jika keterbatasan operasi di Ben Gurion berlanjut, dampaknya bisa merembet ke ketersediaan kursi, harga tiket, serta pemulihan trafik wisata dan bisnis di Israel.

Dari sisi kebijakan, perdebatan ini juga menyoroti batas antara kebutuhan keamanan dan keberlangsungan layanan publik. Tekanan terhadap maskapai kecil seperti Israir, Arkia, dan Air Haifa dapat meningkatkan risiko konsolidasi industri, terutama bila biaya operasional tetap tinggi dan kepastian operasional bandara belum pulih.

Lihat versi asli dari sumber

VIVA – Otoritas penerbangan sipil Israel memperingatkan bahwa Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, Israel, secara efektif telah dijadikan " pangkalan militer AS ," yang mengganggu penerbangan sipil dan mengancam maskapai penerbangan Israel.

Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Shmuel Zakay mengatakan kepada Menteri Transportasi Miri Regev dan Direktur Jenderal kementerian Moshe Ben Zaken bahwa aktivitas militer di bandara internasional utama Israel menunda kembalinya maskapai asing dan meningkatkan harga tiket menjelang musim pariwisata musim panas, seperti yang dilaporkan harian Yedioth Ahronoth.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam beberapa minggu terakhir, media Israel menerbitkan gambar yang menunjukkan puluhan pesawat militer AS, termasuk pesawat pengisian bahan bakar, yang ditempatkan di bandara di tengah dukungan militer AS yang berkelanjutan untuk Israel.

"Mengubah Bandara Internasional Ben Gurion menjadi pangkalan militer merugikan kembalinya maskapai asing dan mengancam stabilitas keuangan maskapai penerbangan Israel," kata Zakay dilansir Middleeastmonitor, Selasa, 12 Mei 2026.

Ketegangan regional sejak dimulainya perang dengan Iran pada 28 Februari telah secara signifikan memengaruhi lalu lintas udara sipil, dengan maskapai penerbangan Israel memindahkan banyak pesawat ke luar negeri, beberapa di antaranya belum kembali, tambahnya.

Zakay mengatakan bahwa lembaga militer Israel tidak sepenuhnya memahami kerusakan yang ditimbulkan pada penerbangan sipil atau dampaknya pada harga tiket dan masyarakat. "Bandara Ben Gurion telah menjadi pangkalan militer dengan aktivitas sipil yang terbatas," katanya.

Zakay juga memperingatkan bahwa situasi tersebut menimbulkan ancaman nyata bagi maskapai penerbangan Israel yang lebih kecil, termasuk Israir, Arkia, dan Air Haifa, karena meningkatnya biaya operasional dan bahan bakar serta meningkatnya permintaan penerbangan.

Ia menyerukan pemindahan pesawat AS dari Bandara Ben Gurion ke pangkalan militer, dengan mengatakan bahwa situasi saat ini tidak hanya merugikan maskapai penerbangan tetapi juga "semua warga negara."

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Surat kabar itu juga mengutip CEO Israir, Uri Sirkis, yang mengatakan dalam pertemuan Komite Urusan Ekonomi Knesset bahwa maskapai penerbangan tersebut, yang biasanya memarkir 17 pesawat di Bandara Ben Gurion, sekarang hanya diizinkan untuk menyimpan empat pesawat di sana semalaman.

Dirangkum dari VIVA · oleh Dedy Priatmojo

Berita terkait