Xi dan Trump sepakat Selat Hormuz tetap terbuka
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung kelancaran arus energi ...

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyepakati bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka demi kelancaran arus energi global. Kesepakatan itu disampaikan Gedung Putih pada Kamis setelah pertemuan puncak AS-China di Beijing. Dalam pembahasan tersebut, kedua pemimpin tampaknya lebih banyak menyoroti perang Iran dan situasi di Selat Hormuz, sementara isu Taiwan tidak dibahas secara mencolok.
Gedung Putih menyebut Xi menegaskan penolakan China terhadap upaya militerisasi Selat Hormuz maupun pengenaan biaya bagi kapal yang melintas di jalur strategis tersebut. Xi juga dikabarkan menyampaikan minat China untuk membeli lebih banyak minyak dari Amerika Serikat agar ketergantungan pada Selat Hormuz dapat dikurangi di masa depan. Selain itu, kedua negara disebut memiliki pandangan yang sama bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump dan Xi turut membahas penguatan kerja sama ekonomi. Topik yang dibicarakan mencakup perluasan akses pasar bagi perusahaan Amerika di China serta peningkatan investasi China di sektor industri AS. Keduanya juga menekankan pentingnya menghentikan aliran prekursor fentanyl ke Amerika Serikat dan mendorong peningkatan pembelian produk pertanian Amerika oleh China.
Di sisi lain, kantor berita pemerintah China, Xinhua News Agency, melaporkan bahwa Xi mengingatkan hubungan kedua negara berpotensi memicu bentrokan bahkan konflik jika isu Taiwan tidak dikelola dengan baik. Xinhua juga menyebut Xi menegaskan hubungan ekonomi China dan AS bersifat saling menguntungkan. Menurut laporan itu, kedua negara sepakat membangun hubungan bilateral yang stabil dan konstruktif sebagai pedoman hubungan strategis dalam tiga tahun ke depan dan seterusnya.
Sudut pandang lain
Kesepakatan mengenai Selat Hormuz menunjukkan bahwa stabilitas jalur energi masih menjadi kepentingan bersama Washington dan Beijing, terutama di tengah ketegangan kawasan Timur Tengah. Bagi pasar global, pernyataan semacam ini penting karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pengiriman energi paling strategis di dunia.
Di saat yang sama, pembicaraan soal akses pasar, investasi, fentanyl, dan produk pertanian memperlihatkan bahwa relasi AS-China tetap bertumpu pada kombinasi persaingan dan saling ketergantungan. Namun, peringatan Xi tentang Taiwan menegaskan bahwa isu keamanan tetap menjadi titik rawan utama dalam hubungan kedua negara.
Lihat versi asli dari sumber
Istanbul (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung kelancaran arus energi global, menurut keterangan Gedung Putih pada Kamis usai pertemuan puncak AS-China di Beijing.
Menurut laporan NBC News dari pernyataan Gedung Putih, kedua negara tampaknya lebih banyak membahas perang Iran dan situasi Selat Hormuz tanpa menyinggung isu Taiwan.
Gedung Putih menyebut Xi menegaskan penolakan China terhadap militerisasi Selat Hormuz maupun upaya mengenakan biaya bagi kapal yang melintas di jalur tersebut.
Xi juga menyatakan minat China untuk membeli lebih banyak minyak Amerika guna mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz di masa depan.
Kedua negara juga sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump dan Xi juga membahas upaya memperkuat kerja sama ekonomi, termasuk perluasan akses pasar bagi perusahaan Amerika di China dan peningkatan investasi China di sektor industri AS.
Trump dan Xi juga menyoroti pentingnya menghentikan aliran prekursor fentanyl ke AS serta meningkatkan pembelian produk pertanian Amerika oleh China.
Sementara itu, kantor berita pemerintah China Xinhua News Agency melaporkan Xi mengingatkan bahwa hubungan kedua negara dapat memicu bentrokan bahkan konflik jika isu Taiwan tidak ditangani dengan baik.
Xi juga menegaskan hubungan ekonomi China dan AS bersifat saling menguntungkan dan dapat menghasilkan manfaat bagi kedua pihak.
Menurut Xinhua, kedua negara sepakat membangun hubungan bilateral yang stabil dan konstruktif sebagai panduan hubungan strategis dalam tiga tahun ke depan dan seterusnya.
Sumber: Anadolu
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan Editor: Arie Novarina Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Berita terkait
Trump dan Xi Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung kelancaran arus energi global
/data/photo/2022/02/14/620a874aaf89b.jpg)
Harga Minyak Global Melemah Jelang Pertemuan Trump dan Xi
Harga minyak dunia melemah akibat kekhawatiran kenaikan suku bunga AS, pertemuan Trump-Xi, inflasi, dan ketegangan geopolitik Iran.

Trump Tiba di Beijing, Siap Bertemu Xi Jinping
Upacara penyambutan tersebut meliputi pasukan kehormatan militer, band militer, dan sekitar 300 pemuda Tiongkok yang melambaikan bendera Tiongkok dan Amerika.

Trump Akan Kunjungi China di Tengah Ketegangan Global
Trump dan Xi direncanakan membahas sejumlah isu mulai dari perdagangan, geopolitik, hingga teknologi.
Harga minyak dunia naik setelah Trump tolak proposal damai Iran
Harga minyak dunia melonjak usai Donald Trump menolak proposal Iran untuk mengakhiri perang. Pasokan global terganggu akibat Selat Hormuz ditutup. Baca di sini
Trump Sebut China Berpotensi Beli Hingga 750 Pesawat Boeing
Presiden AS Donald Trump telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke China. Dalam kunjungan tersebut, Trump mengumumkan bahwa China menyetujui pembelian 200 pesawat Boeing.