Live|
Antara NewsVersi JafmoNewsPositif12 Mei 2026 pukul 14.22

Kemenkes: Lebih dari delapan miliar porsi MBG tersalurkan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat lebih dari delapan miliar porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dibagikan kepada penerima manfaat sejak program itu ...

Kemenkes: Lebih dari delapan miliar porsi MBG tersalurkan

Kementerian Kesehatan mencatat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyalurkan lebih dari delapan miliar porsi kepada penerima manfaat sejak dimulai pada Januari 2025. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan hal itu saat berada di Padang, Sumatera Barat, pada Selasa, seraya menegaskan bahwa distribusi program terus berjalan hingga hari ini.

Benjamin menjelaskan, jumlah penyaluran MBG saat ini mencapai sekitar 60 juta porsi per hari. Sasaran penerima mencakup peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA atau SMK, serta ibu hamil dan ibu menyusui. Menurut dia, skala penyaluran yang besar itu menunjukkan bahwa program tersebut telah menjangkau kelompok yang menjadi prioritas dalam upaya peningkatan gizi masyarakat.

Dari sisi pelaksana, kebutuhan MBG kini ditangani oleh 27.649 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 38 provinsi. Pemerintah juga mendorong seluruh SPPG yang beroperasi agar memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yaitu dokumen resmi yang menandakan pemenuhan standar kesehatan dan kebersihan. Saat ini, 56,72 persen SPPG operasional sudah memiliki sertifikat tersebut, atau setara 84,80 persen dari 18.493 SPPG yang mengajukan proses pengurusan.

Benjamin menambahkan, target pemerintah adalah memastikan semua SPPG operasional memiliki SLHS tanpa terkecuali. Dalam catatan Badan Gizi Nasional, pembangunan fasilitas pendukung program ini telah mencapai lebih dari 27.000 SPPG dalam waktu sekitar satu tahun empat bulan sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Di Sumatera Barat, BGN mencatat ada 404 SPPG, dengan 70 di antaranya berada di Kota Padang. Keberadaan jaringan tersebut disebut ikut menggerakkan ekonomi daerah, karena perputaran dana untuk kebutuhan MBG di Ranah Minang diperkirakan mencapai Rp400 miliar.

Sudut pandang lain

Dari sisi kebijakan publik, capaian distribusi MBG menunjukkan program ini telah berkembang menjadi intervensi gizi berskala nasional dengan kebutuhan logistik dan pengawasan yang sangat besar. Angka SPPG yang terus bertambah juga menandakan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah porsi yang tersalurkan, tetapi dari kemampuan menjaga mutu layanan di lapangan.

Penekanan pada Sertifikat Laik Higiene Sanitasi penting karena program pangan massal rawan masalah kebersihan dan keamanan makanan. Di sisi lain, perputaran dana ratusan miliar di daerah seperti Sumatera Barat menunjukkan MBG juga memiliki dampak ekonomi turunan, terutama bagi penyedia bahan pangan, tenaga kerja, dan rantai pasok lokal.

Lihat versi asli dari sumber

Kota Padang (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat lebih dari delapan miliar porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dibagikan kepada penerima manfaat sejak program itu mulai Januari 2025.

"Sampai hari ini yang sudah mendapat MBG selama program berlangsung kira-kira di atas delapan miliar piring," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa.

Setidaknya terdapat sekitar 60 juta porsi lebih MBG yang dibagikan setiap harinya kepada siswa-siswi. Mulai dari PAUD hingga tingkat SMA atau SMK serta ibu hamil dan menyusui. Terkait pemenuhan kebutuhan MGB tersebut, lanjut dia, saat ini dikelola oleh 27.649 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 38 provinsi.

Dari total SPPG yang operasional tersebut, sebanyak 56,72 persen diantaranya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yakni dokumen resmi yang menunjukkan usaha tersebut memenuhi standar kesehatan dan kebersihan yang ditetapkan pemerintah.

Jumlah tersebut setara dengan 84,80 persen dari 18.493 SPPG yang mengajukan pengurusan SLHS. Lebih jauh seluruh SPPG yang beroperasional saat ini ditargetkan memiliki SLHS tanpa terkecuali.

Dalam catatan Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah telah berhasil mendirikan 27.000 lebih SPPG di Indonesia dalam kurun waktu satu tahun empat bulan sebagai upaya menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Artinya, saat ini BGN memiliki 27.000 kepala SPPG, 27.000 ahli gizi, 27.000 akuntan, dan 1,1 juta relawan yang siap menyukseskan salah satu AstaCita Presiden Prabowo Subianto itu.

Khusus di Sumbar BGN mencatat terdapat ada 404 SPPG, dimana 70 diantaranya berada di Kota Padang. Dengan jumlah itu, setidaknya terdapat Rp400 miliar uang yang berputar di Ranah Minang untuk memenuhi kebutuhan makan bergizi gratis.

Pewarta: Muhammad Zulfikar Editor: Risbiani Fardaniah Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Dirangkum dari Antara News · oleh https://www.facebook.com/antaranewsdotcom

Berita terkait