Puan Minta Antisipasi Hantavirus Agar Tak Meluas
Ketua DPR Puan Maharani mendesak semua pihak mengantisipasi penyebaran Hantavirus di Indonesia agar kejadian pada pandemi Covid-19 tak terulang.
/data/photo/2026/05/12/6a02b378b1ac3.jpg)
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta seluruh pemangku kepentingan segera menyiapkan langkah antisipasi dan mitigasi untuk mencegah penyebaran Hantavirus di Indonesia. Ia menekankan bahwa kewaspadaan dini penting agar penanganan tidak terlambat dan situasi tidak berkembang luas seperti saat pandemi Covid-19.
Puan menyampaikan imbauan tersebut di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (12/5/2025). Menurut dia, semua pihak terkait tidak boleh meremehkan ancaman kesehatan dari virus yang berpotensi menular cepat. Ia juga menyoroti perlunya pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia agar pencegahan dapat dilakukan sejak awal.
Politikus PDI-P itu menegaskan bahwa DPR akan menindaklanjuti persoalan ini melalui alat kelengkapan dewan yang membidangi kesehatan. Setelah masa pembukaan sidang, komisi terkait akan diminta memanggil mitra kerja untuk memperoleh penjelasan yang lebih lengkap mengenai strategi pencegahan yang disiapkan pemerintah.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan menyampaikan hingga kini belum ditemukan kasus Hantavirus tipe Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) di Indonesia seperti yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius. Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni menjelaskan bahwa kasus di Indonesia merupakan tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus dan terus dipantau melalui sistem surveilans nasional.
Andi menambahkan, Hantavirus pada MV Hondius adalah tipe HPS yang disebabkan Andes virus. Berdasarkan penelitian, tipe HPS dapat menular antarmanusia melalui kontak erat dan berkepanjangan. Adapun Hantavirus tipe HFRS di Asia dan Indonesia sejauh ini belum terbukti menular antarmanusia, termasuk kasus yang telah tercatat di Indonesia sejak 1991.
Sudut pandang lain
Imbauan Puan menunjukkan bahwa isu penyakit menular masih menjadi perhatian politik dan kebijakan kesehatan publik, terutama setelah pengalaman pandemi Covid-19. Penekanan pada pengawasan pintu masuk wilayah juga mencerminkan pentingnya deteksi dini dan koordinasi lintas lembaga dalam menghadapi ancaman penyakit baru.
Di sisi lain, penjelasan Kemenkes menegaskan bahwa karakter Hantavirus di Indonesia berbeda dari kasus yang memicu kekhawatiran global di tempat lain. Perbedaan tipe virus dan bukti penularan menjadi faktor penting agar respons publik tetap proporsional: waspada tanpa menimbulkan kepanikan.
Lihat versi asli dari sumber
JAKARTA, KOMPAS.com- Ketua DPR RI Puan Maharani meminta seluruh pemangku kepentingan untuk segera melakukan langkah antisipasi dan mitigasi guna mencegah penyebaran Hantavirus di Indonesia.
Puan mengingatkan pentingnya kewaspadaan dini agar penyebaran virus tersebut tidak meluas seperti pengalaman saat pandemi Covid-19.
"Semua stakeholder sebaiknya untuk mengantisipasi dan melakukan mitigasi jangan sampai kemudian nanti menganggap hal ini hal yang tidak perlu diantisipasi dan dimitigasi kemudian menjadi luas dan melebar dan terjadi hal yang tidak diinginkan dan menjadi seperti yang terjadi waktu terjadi di Covid," kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (12/5/2025).
Puan mengingatkan agar seluruh pihak terkait tidak meremehkan potensi ancaman kesehatan ini, antara lain dengan memperketat pencegahan di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia.
"Pintu-pintu yang memang harus dicegah ya sebaiknya dicegah sehingga jangan sampai meluas tanpa diantisipasi," kata dia.
Puan menyebut segala jenis virus yang memiliki potensi penularan cepat harus ditangani dengan serius sejak awal.
Politikus PDI-P itu menegaskan, DPR akan segera menindaklanjuti isu tersebut melalui alat kelengkapan dewan yang membidangi kesehatan.
Ia juga meminta komisi yang membidangi kesehatan untuk memanggil mitra kerjanya agar mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai strategi pencegahan yang akan dilakukan pemerintah.
"Dan karena hari ini baru pembukaan sidang di DPR, nanti tentu saja komisi yang terkait kami akan minta untuk meminta penjelasan dari stakeholder yang terkait untuk melakukan pencegahan-pencegahan atau antisipasi terkait dengan hal tersebut," kata Puan.
Hantavirus di Indonesia
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan, hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus tipe Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) seperti yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni menjelaskan, kasus yang terjadi di Indonesia adalah tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus.
"Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional," ujar Andi dalam konferensi pers dari, dikutip dari laman resmi Kemenkes, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius merupakan tipe HPS yang disebabkan karena strain Andes virus.
Dalam penelitian, Hantavirus HPS dapat menular antar-manusia melalui kontak erat dan berkepanjangan.
Sementara itu, Hantavirus tipe HFRS di Asia dan Indonesia hingga kini belum ada bukti penularan antar-manusia.
"Saya sampaikan bahwa untuk tipe HFRS yang terjadi di Asia maupun Eropa, termasuk yang sudah ada kasusnya sejak tahun 1991 di Indonesia, itu belum ada bukti terjadi penularan antar manusia," ujar Andi.
Berita terkait

MA tolak kasasi dosen PPDS Undip, vonis tetap empat tahun
MA menguatkan vonis 4 tahun penjara terhadap dosen PPDS Anestesi UNDIP dalam kasus pemerasan dan perundungan.
WHO: Tidak Ada Kematian Baru dalam Wabah Hantavirus Kapal Pesiar
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada laporan kematian baru akibat wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar sejak dilaporkan pada 2 Mei 2026.

Kemenkes Pantau Kasus Hantavirus di Jakarta
Berikut Kronologi Lengkap Munculnya Kasus Hantavirus di Jakarta, Kontak Erat di Kapal Pesiar MV Hondius

Partai Non-Parlemen Minta Revisi UU Pemilu Segera Dibahas
Pembahasan revisi UU Pemilu harus segera dilakukan guna memberikan kepastian hukum pada kontestasi mendatang

Dinkes Bali Perketat Pengawasan Hantavirus di Pintu Masuk
Dinkes Bali memastikan belum ada kasus hantavirus di Pulau Dewata. Pengawasan diperkuat untuk mencegah virus tersebut di Bali.
Puan Minta Hantavirus Diantisipasi Sejak Dini
Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta pemerintah untuk melakukan antisipasi terkait hebohnya Hantavirus. Ia mengingatkan agar potensi penyebaran virus tidak dianggap remeh.