KSP Minta Dapur SPPG Tak Layak Segera Diperbaiki
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak layak harus segera ...

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar harus segera diperbaiki atau dihentikan operasionalnya. Pernyataan itu disampaikan setelah ia melakukan inspeksi mendadak ke dua dapur SPPG di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Selasa.
Dalam peninjauan tersebut, Dudung mengatakan aspek kebersihan menjadi perhatian utama karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus berjalan cepat, aman, akuntabel, dan benar-benar bermanfaat bagi anak-anak. Ia menyebut KSP akan melakukan audit cepat dan verifikasi nasional terhadap SPPG, lalu mengelompokkan dapur ke dalam kategori layak penuh, layak bersyarat, atau tidak layak beroperasi.
Dudung mengungkapkan hasil sidak masih menemukan sejumlah persoalan serius, mulai dari kebersihan dapur, tata kelola, hingga standar kesehatan pangan. Ia menegaskan sertifikat dan proses verifikasi tidak boleh berhenti pada administrasi semata, tetapi harus memastikan kondisi lapangan memenuhi syarat kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan. Menurutnya, dua dapur yang diperiksa masih belum layak digunakan.
Sejumlah temuan yang disebutnya tidak sesuai standar antara lain area dapur yang kotor, keberadaan belatung, palet yang tidak memenuhi standar sehat, tempat pencucian yang tidak layak, ruangan dapur yang panas, serta pemisahan area basah, kering, dan gudang yang masih bercampur. Dudung menilai pemisahan area bersih dan kotor adalah prinsip dasar pengelolaan dapur makanan, sehingga fasilitas yang tak memenuhi syarat harus segera dibenahi.
Ia meminta dapur SPPG yang bermasalah segera diperbaiki dalam waktu dekat. Jika tidak memungkinkan, fasilitas tersebut harus ditutup atau ditangguhkan operasionalnya. Dudung juga mengatakan KSP telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dan Wakil Kepala BGN untuk menindaklanjuti temuan di lapangan.
Lebih lanjut, Dudung menekankan bahwa MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk memenuhi gizi anak-anak Indonesia dan menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, pelaksanaannya tidak boleh hanya mengejar jumlah makanan yang tersaji, melainkan harus memastikan nilai gizi dan kesehatan penerima manfaat. Ia juga mengingatkan bahwa anggaran program berasal dari uang rakyat, sehingga seluruh pihak terkait, termasuk yayasan, pengelola, dan pemerintah daerah, tidak boleh menjadikannya lahan bisnis. Dudung menegaskan KSP akan terus mengawal program tersebut, termasuk melalui sidak mendadak ke sejumlah daerah lain untuk memastikan standar kesehatan dan kebersihan dijalankan dengan benar.
Sudut pandang lain
Kasus ini menunjukkan tantangan pengawasan dalam program publik berskala besar, terutama ketika target penyaluran cepat berpotensi mengurangi ketelitian pada aspek keamanan pangan. Jika standar dapur tidak dijaga sejak awal, risiko kesehatan anak penerima manfaat dapat meningkat dan menimbulkan biaya sosial yang lebih besar.
Dari sisi tata kelola, langkah KSP untuk melakukan audit dan klasifikasi dapur dapat menjadi mekanisme kontrol yang mendorong disiplin pelaksana. Namun efektivitasnya akan sangat bergantung pada tindak lanjut di lapangan, termasuk keberanian menangguhkan fasilitas yang belum memenuhi syarat meski program sedang dikejar targetnya.
Lihat versi asli dari sumber
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak layak harus segera diperbaiki atau ditangguhkan.
Hal itu disampaikan Dudung setelah melakukan inspeksi mendadak ke dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa.
"Yang pertama harus kita perhatikan adalah kebersihan. KSP akan segera mengaudit secara cepat dan memverifikasi secara nasional SPPG. Nanti akan ada klasifikasi, apakah layak penuh, layak bersyarat, atau tidak layak sehingga tidak bisa operasional," ujar Dudung sebagaimana keterangan yang diterima.
Dudung menyampaikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dikawal secara ketat agar berjalan cepat, aman, akuntabel, dan benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia.
Dari hasil peninjauan langsung, Dudung menyatakan masih menemukan sejumlah persoalan serius, terutama terkait kebersihan, tata kelola dapur, dan standar kesehatan pangan.
Ia menegaskan sertifikat dan proses verifikasi dapur SPPG tidak boleh berhenti pada aspek administrasi.
Menurutnya, hal yang paling penting adalah memastikan kondisi faktual di lapangan benar-benar memenuhi standar kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan.
"Masalah sertifikat dan verifikasi ini tidak terbatas hanya administrasi saja, tetapi harus diyakinkan betul, terutama faktor Kesehatan untuk penerima manfaat. Dua dapur yang saya sidak ini tidak layak," tegas mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu.
Dalam sidak tersebut, Dudung menemukan beberapa kondisi yang dinilai tidak sesuai standar, antara lain area dapur yang kotor, keberadaan belatung, palet yang tidak memenuhi standar sehat, tempat pencucian yang tidak layak, ruangan dapur yang panas, serta area dapur kering, penyimpanan basah, dan gudang kering yang masih bercampur.
Menurutnya, pemisahan antara area kotor dan area bersih merupakan prinsip dasar dalam pengelolaan dapur makanan.
Oleh karena itu, dia meminta agar dapur SPPG yang tidak memenuhi standar segera diperbaiki dalam waktu dekat. "Kalau tidak bisa diperbaiki dalam waktu dekat, segera ditutup saja. Saya sampaikan ke BGN," katanya.
Dudung mengatakan KSP telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana untuk menindaklanjuti temuan di lapangan.
Ia juga mendorong agar dapur SPPG yang tidak memenuhi standar segera disuspensi atau ditangguhkan.
"Yang jelas saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN dan Wakil Kepala BGN. Setelah saya melihat langsung kondisi di lapangan, kita dorong kepada Kepala BGN agar dapur yang tidak memenuhi standar disuspen saja," ujar mantan Pangdam Jaya itu.
Dudung menekankan MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memenuhi gizi anak-anak Indonesia dan menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Oleh karena itu, pelaksanaannya tidak boleh hanya mengejar target jumlah makanan, tetapi harus memastikan nilai gizi dan kesehatan penerima manfaat.
"Kalau hanya untuk memenuhi target makanan, catering juga bisa. Tetapi yang paling penting bukan sekadar makanan tersaji, melainkan nilai gizi dan kesehatannya. Itu yang selalu ditekankan Bapak Presiden," ucapnya.
Dudung juga mengingatkan bahwa anggaran MBG berasal dari uang rakyat sehingga harus dipertanggungjawabkan secara benar.
Ia meminta semua pihak, termasuk yayasan, pengelola SPPG, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya, tidak menjadikan program ini semata-mata sebagai ladang bisnis.
"Tidak boleh ada pihak-pihak yang tujuan kita itu baik, kemudian diuntungkan secara berlebihan. Kalau ada keuntungan ya wajar-wajar saja, tetapi jangan sampai menurunkan kualitas. Ini uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan," katanya.
Dudung juga meminta masyarakat dan perangkat wilayah, termasuk RT, ikut mewaspadai pelaksanaan program MBG di lapangan.
Menurutnya, kelalaian terhadap standar kesehatan dapat berdampak serius terhadap anak-anak penerima manfaat.
"Jangan menganggap gampang. Nanti kalau terjadi keracunan, anak-anak menjadi korban. Ini yang tidak kita inginkan," tegasnya.
Dudung memastikan KSP akan terus mengawal pelaksanaan program MBG.
Ia bahkan menyatakan akan melakukan sidak secara diam-diam ke sejumlah daerah, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Barat, untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai standar.
"Saya sudah mendapat informasi tentang kondisi di beberapa tempat lain, termasuk di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Saya akan melakukan sidak secara diam-diam untuk memastikan program ini benar-benar berjalan sesuai standar," ujarnya.
Dudung menegaskan pengawalan program MBG merupakan bagian dari tanggung jawab KSP untuk memastikan program prioritas Presiden benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Program ini dirintis dari sekarang agar kualitas anak-anak Indonesia ke depan mampu bersaing dengan dunia luar. Oleh karena itu, standar kesehatan, kebersihan, dan nilai gizi harus menjadi perhatian utama," katanya.
Turut hadir mendampingi Dudung, Plt. Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Yan Hiksas, Tenaga Ahli Utama KSP Lindsey Afsari Puteri, Kepala Sekretariat KSP Agung Setiawan, serta jajaran tenaga profesional KSP.
Pewarta: Fathur Rochman Editor: Didik Kusbiantoro Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Berita terkait
Polri Targetkan 1.500 SPPG Beroperasi pada 2026
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya menargetkan Polri membangun 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Polri Targetkan 1.500 SPPG untuk Program Makan Bergizi 2026
Kapolri mengatakan, pada tahun 2026, Polri menargetkan untuk melanjutkan pembangunan hingga mencapai 1.500 SPPG di seluruh Indones
BGN Minta Semua Pegawai SPPG Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya perlindungan tenaga kerja bagi relawan dan pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian program MBG.

Komisi IX DPR Sebut Penutupan Dapur MBG Capai 4.000 Unit
Pemerintah menghentikan sementara 1.738 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) karena tidak memenuhi standar. Waka Komisi IX DPR sebut jumlahnya lebih dari 4.000.

Dudung Sidak Dua Dapur MBG di Jakarta Barat
Dudung menegaskan sertifikasi dan proses verifikasi dapur MBG tidak boleh berhenti pada aspek administrasi.

Prabowo Apresiasi Polri atas Dukungan Ketahanan Pangan
Ia menilai, kepemimpinan yang baik akan menghasilkan organisasi yang baik.