Live|
Tempo.coVersi JafmoNewsNegatif12 Mei 2026 pukul 11.41

Menlu Ingatkan Prajurit UNIFIL Waspadai Risiko di Lebanon

Sugiono mengatakan kawasan penugasan pasukan Indonesia masih berada dalam situasi yang rawan konflik dan jauh dari kondisi aman.

Menlu Ingatkan Prajurit UNIFIL Waspadai Risiko di Lebanon

Menteri Luar Negeri Sugiono mengingatkan prajurit Satuan Tugas Kontingen Garuda UNIFIL agar benar-benar siap menghadapi situasi keamanan yang masih rawan di Lebanon. Ia menegaskan bahwa wilayah penugasan pasukan Indonesia bukan kawasan yang aman, sehingga kemampuan, keterampilan, dan disiplin personel harus disiapkan secara maksimal sebelum diberangkatkan.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono dalam Rapat Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 11 Mei 2026. Dalam siaran pers yang dirilis Selasa, 12 Mei 2026, ia menyebut 744 prajurit Satgas Kontingen Garuda dijadwalkan berangkat ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi pasukan dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sugiono menekankan bahwa perkembangan geopolitik global dan meningkatnya ancaman keamanan membuat tugas penjaga perdamaian tidak bisa diperlakukan sebagai rutinitas biasa. Karena itu, ia meminta koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus diperkuat demi mendukung keselamatan personel Indonesia serta kelancaran pelaksanaan tugas di daerah operasi.

Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Luar Negeri akan terus bekerja sama dengan kementerian dan institusi terkait untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia. Menurut dia, keberhasilan pasukan Garuda di Lebanon akan mencerminkan profesionalisme Indonesia di bawah bendera PBB, sekaligus menjadi bagian dari amanat konstitusi dan reputasi negara.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengingatkan pentingnya disiplin dan kesiapsiagaan selama bertugas. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan personel di lapangan akan berdampak langsung pada keselamatan pasukan dan citra Indonesia. Djamari meminta prajurit untuk tidak lengah karena ketidakpatuhan dapat merugikan misi maupun nama baik bangsa. Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, serta sejumlah pejabat TNI, Polri, dan kementerian terkait.

Sudut pandang lain

Pernyataan pemerintah mencerminkan bahwa misi perdamaian PBB kini menuntut kesiapan yang lebih tinggi karena dinamika konflik di kawasan penugasan kian kompleks. Bagi Indonesia, keberangkatan pasukan ke Lebanon bukan hanya operasi militer non-tempur, tetapi juga ujian diplomasi dan kemampuan menjaga reputasi di forum internasional.

Dari sisi kebijakan, penekanan pada koordinasi lintas lembaga menunjukkan bahwa keberhasilan misi tidak hanya bergantung pada prajurit di lapangan, tetapi juga pada dukungan politik, logistik, dan pengawasan yang solid dari pemerintah pusat.

Lihat versi asli dari sumber

MENTERI Luar Negeri Sugiono mengingatkan tingginya risiko keamanan yang akan dihadapi prajurit Satuan Tugas Kontingen Garuda UNIFIL ( United Nations Interim Force in Lebanon ) dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.

Pilihan Editor: Virus Hanta Kapal Andes Negatif, Bagaimana Mendeteksinya

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sugiono mengatakan kawasan penugasan pasukan Indonesia masih berada dalam situasi yang rawan konflik dan jauh dari kondisi aman. “Tempat kalian ditugaskan adalah tempat yang tidak damai sama sekali dan penuh risiko. Artinya, kemampuan dan keterampilan prajurit harus disiapkan dan digunakan dengan sebaik-baiknya,” ujar dia dalam siaran pers Selasa, 12 Mei 2026.

Hal itu disampaikan Sugiono dalam Rapat Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Tentara Nasional Indonesia di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Mei 2026.

Sebanyak 744 prajurit Satgas Kontingen Garuda dijadwalkan diberangkatkan ke Libanon pada akhir Mei 2026. Penugasan merupakan bagian dari rotasi prajurit. Dalam arahannya, Sugiono meminta seluruh personel mempersiapkan kemampuan dan keterampilan secara maksimal sebelum menjalankan tugas di wilayah operasi PBB tersebut.

Menurut dia, dinamika geopolitik global dan meningkatnya ancaman keamanan membuat misi penjaga perdamaian tidak bisa dipandang sebagai tugas rutin semata. Karena itu, koordinasi lintas kementerian dan lembaga perlu terus diperkuat untuk mendukung keselamatan serta keberhasilan pasukan Indonesia di daerah operasi.

Sugiono mengatakan Kementerian Luar Negeri akan terus bekerja sama dengan kementerian dan institusi terkait untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia. “Kemenlu akan terus melaksanakan koordinasi dan kerja sama untuk meningkatkan misi perdamaian sebagai bagian dari amanat konstitusi dan reputasi negara,” ujar dia.

Ia juga meminta para prajurit menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan keikhlasan. Menurut Sugiono, keberhasilan pasukan Garuda di Lebanon akan menjadi cerminan profesionalisme Indonesia di bawah bendera PBB.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago dalam kesempatan yang sama turut mengingatkan pentingnya disiplin dan kesiapsiagaan prajurit. Ia mengatakan setiap tindakan personel selama bertugas akan berdampak langsung terhadap keselamatan pasukan dan nama baik Indonesia.

“Jangan sekali-kali lengah. Ketidakpatuhan bukan hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada nama baik bangsa,” kata Djamari.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, serta sejumlah pejabat TNI, Polri, dan kementerian terkait lainnya.

Berita terkait