Petugas Bandara Jeddah Bongkar Koper Jemaah Haji Berisi Tempe Orek
Koper jemaah haji berisi sekitar 5 kilogram tempe orak dibongkar petugas di Bandara King Abdulaziz. Bagaimana ceritanya?
/data/photo/2026/05/11/6a019d9e04a39.jpeg)
Petugas X-ray di Bandara King Abdulaziz Jeddah membongkar koper milik jemaah haji asal embarkasi Palembang setelah mencurigai adanya barang dalam jumlah banyak yang tidak dikenal. Pemeriksaan itu kemudian mengungkap isi koper berupa tempe orek dengan taksiran berat sekitar lima kilogram.
Tim Bagasi Bandara Jeddah, Muhammad Riza Fahlevi, menjelaskan bahwa kecurigaan muncul saat petugas melihat ada barang yang jumlahnya cukup banyak di dalam koper. Karena itu, koper dibuka untuk memastikan isi sebenarnya. Setelah diketahui bahwa barang tersebut adalah makanan, petugas yang mendampingi pembongkaran memberikan penjelasan kepada pihak bandara, sehingga tempe orek itu akhirnya diizinkan dibawa kembali oleh jemaah.
Kasus serupa juga terjadi pada jemaah lain yang membawa minyak zaitun, tetapi dikemas berlapis-lapis dengan lakban. Menurut Riza, cara pengemasan itu membuat petugas X-ray curiga dan meminta koper dibongkar. Ia mengingatkan jemaah agar tidak membawa makanan dalam jumlah berlebihan dan tidak mengemas barang dengan cara yang dapat memicu pemeriksaan tambahan, karena proses pembongkaran dapat memperlambat pengiriman koper jemaah lain dari bandara ke hotel.
Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menambahkan bahwa penanganan koper jemaah di Bandara Madinah dan Bandara Jeddah berbeda. Di Madinah, koper masuk ke gedung khusus kargo dan bagasi, sedangkan di Jeddah fasilitas serupa tidak tersedia. Karena itu, diperlukan petugas penghubung untuk memastikan area penurunan bagasi jemaah, sementara petugas bagasi Daker Bandara memeriksa kondisi koper sebelum pengangkutan dilanjutkan ke Mekkah menggunakan truk kontainer oleh syarikah.
Sudut pandang lain
Peristiwa ini menunjukkan tantangan logistik dalam penyelenggaraan ibadah haji, terutama pada tahap penanganan bagasi di bandara kedatangan. Pemeriksaan ketat memang penting untuk keamanan, tetapi kebiasaan membawa makanan dan barang yang dikemas tidak lazim dapat memicu pembongkaran dan memperlambat alur distribusi koper.
Dari sisi layanan, perbedaan fasilitas antara Madinah dan Jeddah ikut memengaruhi proses penanganan bagasi. Kondisi ini menuntut koordinasi lebih rapi antara petugas bandara, pendamping jemaah, dan penyedia angkutan agar pemeriksaan keamanan tetap berjalan tanpa mengganggu kenyamanan jemaah secara berlebihan.
Lihat versi asli dari sumber
JEDDAH, KOMPAS.com- Petugas X-Ray Bandara King Abdulaziz Jeddah membongkar koper jemaah asal embarkasi Palembang di Bandara King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi.
Setelah diperiksa isinya ternyata adalah tempe orek yang ditaksir sekitar lima kilogram.
Tim Bagasi Bandara Jeddah Muhammad Riza Fahlevi mengungkapkan, petugas X-Ray mulanya curiga dengan koper jemaah lantaran ada barang yang tak mereka ketahui dengan jumlah cukup banyak.
Kemudian koper tersebut dibongkar untuk memastikan isinya.
"Ternyata ada tempe orek berkilo-kilogram, kami lalu menjelaskan pada petugasnya bahwa itu makanan," kata dia saat ditemui di Bandara Jeddah, Senin (11/5/2026).
Setelah mendapatkan penjelasan dari petugas yang mendampingi pembongkaran, makanan tersebut diizinkan dibawa kembali oleh jemaah. Kasus lainnya adalah jemaah yang membawa minyak zaitun namun dikemas berlapis dengan lakban.
"Kemasan itu yang membuat petugas XRay curiga dan meminta pembongkaran," ujar dia.
Riza mengimbau jemaah tidak membawa barang terutama makanan dalam jumlah berlebihan. Jemaah juga diminta tidak mengemas makanan dengan kemasan yang membuat petugas curiga, misalnya dengan dililit lakban.
"Karena proses pembongkaran ini bisa menghambat distribusi koper jemaah lainnya (dari bandara ke hotel)," katanya.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Abdul Basir mengatakan, terdapat perbedaan penanganan koper jemaah di Bandara Madinah dan Bandara Jeddah.
Di Madinah, koper jemaah akan masuk dalam gedung khusus kargo dan bagasi.
"Sedangkan di Jeddah tidak ada sehingga perlu ditempatkan satu petugas sebagai penghubung untuk mengetahui area mana bagasi jemaah akan didrop," kata dia.
Petugas haji bagian bagasi daker bandara selanjutnya melakukan pengecekan untuk memastikan koper jemaah dalam kondisi baik.
Pengangkutan dari Bandara Jeddah ke Mekkah dilakukan dengan truk kontainer oleh syarikah.
Berita terkait

Satgas Armuzna Dibentuk Jelang Puncak Ibadah Haji
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji PPIH Arab Saudi membentuk Satuan Tugas Satgas Operasi Armuzna, untuk memastikan kesiapan layanan menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina Armuzna . Sementara itu, kesiapan tenda di Arafah telah mencapai 90 persen.
PPIH Ingatkan Jemaah Haji Bijak Bermedia Sosial di Arab Saudi
Arab Saudi memiliki aturan ketat terkait aktivitas dokumentasi maupun penyebaran konten di media sosial. Jemaah diminta memahami batasan yang berlaku agar tidak menimbulk
/data/photo/2023/08/10/64d516176653d.png)
Mekkah Disebut Tanah Haram karena Status Sucinya
Mengapa Makkah disebut Tanah Haram?

Enam jemaah haji asal Jawa Timur wafat di Tanah Suci
Hingga Rabu (13/5), Petugas penyelenggara ibadah Haji Surabaya mencatat sebanyak enam jemaah haji asal Jawa Timur meninggal dunia

24 Jemaah Haji Wafat di Arab Saudi Menjelang Puncak Ibadah
Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, pemerintah mencatat sebanyak 24 anggota jemaah calon haji wafat di Arab Saudi.

Komisi VIII DPR Minta Penguatan Layanan Jemaah Haji
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina meminta pemerintah meningkatkan fasilitas kesehatan, pengawasan, dan perlindungan jemaah menjelang puncak ibadah haji di Arab Saudi.