24 Jemaah Haji Wafat di Arab Saudi Menjelang Puncak Ibadah
Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, pemerintah mencatat sebanyak 24 anggota jemaah calon haji wafat di Arab Saudi.

Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa hingga 11 Mei 2026, sebanyak 24 anggota jemaah calon haji meninggal dunia di Arab Saudi. Salah satu jemaah yang terbaru dilaporkan wafat berasal dari Kota Medan, Sumatera Utara, saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Kementerian juga menyampaikan belasungkawa atas para jemaah yang telah wafat.
Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan hingga saat ini masih ada sedikitnya 67 jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Ia mengingatkan seluruh jemaah untuk mulai menghemat tenaga dan menjaga kondisi fisik, terutama karena puncak ibadah haji 1447 Hijriah diperkirakan berlangsung pada pekan terakhir Mei 2026.
Maria menjelaskan bahwa suhu di Makkah dan Madinah dapat mencapai 38 hingga 42 derajat Celcius. Karena itu, jemaah diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel, khususnya pada siang hari. Ia menekankan pentingnya istirahat cukup, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, serta mematuhi arahan petugas agar kesehatan tetap terjaga menjelang puncak haji.
Bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan mereka yang memiliki risiko tinggi, Maria meminta agar segera melapor kepada petugas jika mengalami keluhan fisik. Ia menegaskan agar laporan tidak ditunda sampai kondisi memburuk. Menurutnya, kesehatan menjadi bekal utama untuk menghadapi rangkaian ibadah yang semakin padat.
Selain imbauan kepada jemaah, pemerintah juga telah menerbitkan edaran pengaturan pergerakan jemaah menjelang puncak haji sebagai langkah mitigasi agar mobilitas berjalan lancar. Maria juga meminta kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah mendampingi jemaah selama di Tanah Suci, mulai dari edukasi kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan kedisiplinan, hingga bimbingan manasik. Hingga pekan ketiga pelaksanaan ibadah haji, sebanyak 341 kloter dengan total 132.057 jemaah dan 1.361 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah itu, 240 kloter telah tiba di Makkah dari Madinah, 67 kloter gelombang kedua masuk melalui Jeddah, dan 5.766 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi.
Sudut pandang lain
Data wafat dan jumlah jemaah yang masih dirawat menunjukkan bahwa aspek kesehatan menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan haji, terutama ketika suhu ekstrem dan mobilitas jamaah meningkat mendekati puncak ibadah. Dalam kondisi seperti ini, disiplin istirahat, hidrasi, dan kepatuhan terhadap petugas menjadi faktor penting untuk menekan risiko gangguan kesehatan.
Dari sisi penyelenggaraan, pengaturan pergerakan jemaah dan pendampingan oleh kelompok bimbingan menunjukkan upaya mitigasi pemerintah agar arus ibadah tetap tertib. Langkah ini juga mencerminkan perlunya koordinasi yang kuat antara petugas, pembimbing, dan jemaah agar layanan kesehatan dan keselamatan dapat berjalan efektif di Tanah Suci.
Lihat versi asli dari sumber
KEMENTERIAN Haji dan Umrah mengungkapkan, hingga 11 Mei 2026, tercatat 24 anggota jemaah calon haji wafat di Arab Saudi . Terbaru, seorang anggota jemaah haji dari Kota Medan, Sumatera Utara, dinyatakan meninggal saat beribadah haji di Arab Saudi.
Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan belasungkawa terhadap jemaah yang wafat. Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah , Maria Assegaff, juga menyampaikan hingga kini masih ada sedikitnya 67 anggota jemaah yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Maria mengimbau seluruh jemaah haji mulai menghemat tenaga. Terlebih saat menuju puncak ibadah haji 1447 Hijriah pada pekan terakhir Mei 2026.
Suhu di Mekah dan Madinah, kata Maria, bisa mencapai 38 hingga 42 derajat Celcius. Karena itu, dia menyarankan para jemaah haji agar tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel, khususnya saat siang hari.
"Jemaah perlu mengutamakan kesehatan. Hemat tenaga, cukup istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, dan selalu ikuti arahan petugas," kata Maria dalam keterangan tertulis, seperti dikutip pada Rabu, 13 Mei 2026.
Terhadap jemaah haji lanjut usia, disabilitas, serta yang memiliki risiko tinggi, Maria mengimbau mereka agar segera melapor ke petugas bila mengalami keluhan fisik. Dia mengingatkan agar pemberitahuan tersebut tidak telat dilakukan.
"Jangan menunggu kondisi memburuk. Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji," ucapnya.
Selain itu, dia mewanti-wanti para Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah untuk mendampingi jemaah haji selama di Tanah Suci. Dari memberikan edukasi perihal kesehatan, keselamatan, ketertiban, kedisiplinan jemaah, hingga memberikan bimbingan manasik.
Pemerintah, kata Maria, juga telah menerbitkan edaran pengaturan pergerakan jemaah menjelang puncak haji. Maria mengatakan pengaturan tersebut sebagai langkah mitigasi supaya pergerakan jemaah saat puncak haji bisa berjalan lancar.
"Khusus jemaah gelombang kedua yang tiba melalui Jeddah, diimbau agar mengenakan kain ihram sejak di embarkasi," ujarnya.
Adapun sebanyak 341 kloter dengan total 132.057 anggota jemaah dan 1.361 petugas haji sudah diberangkatkan ke Arab Saudi hingga pekan ketiga pelaksanaan ibadah haji. Kemudian sebanyak 240 kloter yang terdiri atas 92.767 anggota jemaah dan 960 petugas telah tiba di Mekah dari Madinah.
Sebanyak 67 kloter dengan 25.541 anggota jemaah dan 269 petugas haji dari gelombang kedua telah tiba di Tanah Suci melalui Jeddah. Sementara itu, untuk jemaah haji khusus yang sudah tiba di Arab Saudi sebanyak 5.766 anggota jemaah.
Pilihan Editor: Penyebab Haji Ilegal Masih Marak
Berita terkait

Enam jemaah haji asal Jawa Timur wafat di Tanah Suci
Hingga Rabu (13/5), Petugas penyelenggara ibadah Haji Surabaya mencatat sebanyak enam jemaah haji asal Jawa Timur meninggal dunia
PPIH Ingatkan Jemaah Haji Bijak Bermedia Sosial di Arab Saudi
Arab Saudi memiliki aturan ketat terkait aktivitas dokumentasi maupun penyebaran konten di media sosial. Jemaah diminta memahami batasan yang berlaku agar tidak menimbulk

Tiga Jamaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi, Total 23 Orang
Kementerian Haji dan Umrah Kemenhaj menyampaikan duka cita atas wafatnya tiga jamaah haji asal Indonesia pada Sabtu 9 Mei 2026. Maka, jumlah jamaah haji yang meninggal dunia di Arab Saudi menjadi 23 orang.

Satgas Armuzna Dibentuk Jelang Puncak Ibadah Haji
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji PPIH Arab Saudi membentuk Satuan Tugas Satgas Operasi Armuzna, untuk memastikan kesiapan layanan menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina Armuzna . Sementara itu, kesiapan tenda di Arafah telah mencapai 90 persen.
/data/photo/2023/08/10/64d516176653d.png)
Mekkah Disebut Tanah Haram karena Status Sucinya
Mengapa Makkah disebut Tanah Haram?

Komisi VIII DPR Minta Penguatan Layanan Jemaah Haji
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina meminta pemerintah meningkatkan fasilitas kesehatan, pengawasan, dan perlindungan jemaah menjelang puncak ibadah haji di Arab Saudi.