Live|
CNN IndonesiaVersi JafmoNewsNegatif11 Mei 2026 pukul 15.46

Viral Juri Lomba Cerdas Cermat MPR Beri Nilai Berbeda

Video Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR Kalbar viral. Kontroversi muncul saat juri memberi nilai berbeda untuk jawaban serupa dari peserta.

Viral Juri Lomba Cerdas Cermat MPR Beri Nilai Berbeda

Video final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan setelah memperlihatkan perbedaan penilaian juri terhadap jawaban yang sama. Dalam tayangan yang beredar di media sosial itu, peserta dari dua grup sekolah menjawab pertanyaan rebutan yang berkaitan dengan proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tetapi mendapat respons nilai yang berbeda dari dewan juri.

Pertanyaan yang diajukan pembawa acara menyinggung mekanisme pemilihan anggota BPK, khususnya lembaga yang pertimbangannya harus diperhatikan DPR saat memilih anggota. Grup C dari SMAN 1 Pontianak lebih dulu menekan bel dan menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah serta diresmikan oleh Presiden. Namun, salah satu juri, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita, memberi nilai minus lima untuk jawaban tersebut.

Saat pertanyaan yang sama dibacakan kembali, Grup B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban identik. Kali ini, Dyastasita menyatakan jawaban itu benar dan memberi nilai 10. Ia bahkan menegaskan bahwa inti jawaban peserta sudah tepat. Perbedaan penilaian itu memicu protes dari Grup C karena mereka menilai jawaban yang diucapkan sama persis dengan jawaban Grup B.

Grup C menyampaikan keberatan dan meminta penjelasan atas perbedaan skor tersebut. Dyastasita kemudian menyatakan bahwa jawaban Grup C dianggap tidak menyebutkan Dewan Perwakilan Daerah, sehingga dinilai tidak lengkap. Meski Grup C membantah dan menyebut jawaban mereka telah mencantumkan DPD, juri tetap pada pendiriannya. Ketika peserta meminta agar penonton ikut menilai apakah DPD disebutkan atau tidak, juri menolak dan menegaskan keputusan tetap berada di tangan dewan juri.

Di sisi lain, juri lain, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR Indri Wahyuni, menekankan pentingnya artikulasi saat menjawab dalam lomba. Ia mengingatkan bahwa ucapan yang kurang jelas dapat membuat juri menilai jawaban tidak terdengar lengkap, sehingga berpengaruh pada skor. Hingga berita ini disusun, Sekjen MPR Siti Fauziah serta pimpinan MPR Hidayat Nur Wahid dan Eddy Soeparno belum memberikan tanggapan atas peristiwa tersebut.

Sudut pandang lain

Kasus ini menunjukkan pentingnya konsistensi penilaian dalam lomba edukatif yang melibatkan pengetahuan publik. Perbedaan skor untuk jawaban yang dinilai sama dapat memicu persepsi ketidakadilan, terutama karena ajang semacam ini juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran.

Di sisi lain, insiden ini menyoroti faktor teknis seperti artikulasi dan kejelasan pengucapan yang kerap menentukan hasil lomba lisan. Dalam kompetisi tingkat sekolah dan lembaga formal, standar penilaian yang transparan menjadi krusial agar peserta memahami aspek yang dinilai dan publik tidak menafsirkan keputusan juri secara berbeda.

Lihat versi asli dari sumber

Video yang memperlihatkan kegiatan Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR R I Provinsi Kalimantan Barat ( Kalbar ) viral di media sosial. Dalam kegiatan itu, juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban yang sama.

Awalnya, pembawa acara memberi pertanyaan rebutan untuk tiga grup yang berlomba. Pertanyaan itu terkait proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" tanya pembawa acara dikutip dari YouTube MPR, Senin (11/5).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Grup C dari SMAN 1 Pontianak kemudian menekan bel terlebih dahulu dan dipersilahkan untuk menjawab.

Salah satu peserta menjawab anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata peserta dari Grup C.

Salah satu dewan juri yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita memberi nilai -5 terhadap jawaban Grup C itu. Pertanyaan lalu dibacakan kembali dan Grup B dari SMAN 1 Sambas menjawab pertanyaan itu. Jawaban dari Grup B sama dengan Grup C.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata peserta dari Grup B.

Dewan juri yang sama lalu memberi nilai 10 terhadap jawaban itu.

"Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10," kata Dyastasita

Pertanyaan selanjutnya kemudian hendak dilanjutkan, namun peserta Grup C memprotes karena menilai jawaban awal mereka sama dengan Grup B.

"Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama," kata Grup C.

Namun Dyastasita mengatakan jawaban Grup C tidak menyertakan Dewan Perwakilan Daerah.

"Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi," kata Dyastasita.

Grup C kembali memprotes dengan mengatakan jawaban awal telah menyertakan Dewan Perwakilan Daerah. Namun, Dyastasita tetap kukuh.

"Jadi Dewan Juri tadi berpendapat nggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah," kata Dyastasita.

Grup C tetap memprotes dan meminta agar dewan juri meminta pendapat penonton apakah jawaban mereka menyertakan DPD.

Namun Dyastasita mengatakan keputusan tetap berada di tangan dewan juri.

Dewan juri lainnya yakni Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni justru meminta agar peserta memperjelas artikulasi saat menjawab pertanyaan.

"Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting ya. Jadi:biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5. Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan ya," kata Indri Wahyuni.

CNNIndonesia.com telah meminta penjelasan dari Sekjen MPR Siti Fauziah dan sejumlah pimpinan MPR yakni Hidayat Nur Wahid dan Eddy Soeparno terkait peristiwa itu. Namun yang bersangkutan belum merespons.

Dirangkum dari CNN Indonesia · oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia

Berita terkait