Live|
CNN IndonesiaVersi JafmoNewsPositif11 Mei 2026 pukul 16.15

Medan Coding Competition 2026 Cetak Talenta Digital Muda

Medan Coding Competition 2026 menjadi wujud komitmen Pemkot Medan dalam membangun ekosistem talenta digital sejak usia dini hingga perguruan tinggi.

Medan Coding Competition 2026 Cetak Talenta Digital Muda

Pemerintah Kota Medan menggelar Medan Coding Competition 2026 untuk mendorong lahirnya generasi digital yang kreatif dan inovatif. Kegiatan yang berlangsung pada 9-10 Mei di Kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari siswa sekolah dasar hingga mahasiswa.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pemkot Medan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) bersama Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Medan dan UMSU. Para peserta berlomba dalam sejumlah kategori, antara lain unplugged coding, scratch, robotik, e-sport, Internet of Things (IoT), dan pengembangan aplikasi mobile. Total peserta yang tercatat mencapai 632 orang dari berbagai level pendidikan.

Ketua TP PKK Medan yang juga Ketua Dekranasda Medan, Rico Waas, membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah membangun ekosistem talenta digital sejak usia dini hingga perguruan tinggi. Menurutnya, pembelajaran coding bukan hanya soal teknologi, melainkan juga tentang kemampuan menciptakan solusi dan inovasi bagi masyarakat. Rico juga mengaitkan inisiatif ini dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai faktor utama kemajuan bangsa.

Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menekankan pentingnya generasi muda berpikir kritis serta mempelajari artificial intelligence dan coding dengan tetap berlandaskan nilai spiritual. Ia menjelaskan UMSU tengah berproses menjadi kampus digital berkelas dunia melalui tiga tahap, yakni foundation, akselerasi, dan excellent, dengan saat ini berada pada fase akselerasi. Kampus itu juga mengembangkan chatbot dan berbagai aplikasi berbasis AI sebagai bagian dari kesiapan menghadapi era digital.

Ketua Panitia Medan Coding Competition 2026, Yoshida Sary yang juga Plt Ketua IWAPI Medan, menyebut kegiatan ini lahir dari keprihatinan atas masih minimnya akses dan kemampuan dasar coding di kalangan anak-anak. Ia menilai kolaborasi pemerintah, akademisi, dan dunia usaha penting untuk membangun ekosistem digital yang inklusif. Selain mendorong pendidikan, kegiatan ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi melalui pelibatan pelaku UMKM selama acara berlangsung. UMSU pun menyiapkan beasiswa penuh di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi bagi peserta SMA sederajat yang meraih peringkat terbaik.

Sudut pandang lain

Dari sisi kebijakan publik, kompetisi ini menunjukkan upaya pemerintah daerah memperluas literasi digital secara berjenjang, bukan hanya di level perguruan tinggi tetapi sejak pendidikan dasar. Model kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan organisasi pengusaha juga dapat menjadi contoh pengembangan ekosistem talenta yang lebih terhubung dengan kebutuhan industri.

Di sisi lain, keberhasilan acara semacam ini akan sangat ditentukan oleh tindak lanjut setelah lomba selesai, misalnya pendampingan berkelanjutan, akses pelatihan, dan kesempatan beasiswa. Tanpa kesinambungan, ajang kompetisi berisiko menjadi kegiatan seremonial, padahal tujuan utamanya adalah mempersempit kesenjangan kemampuan digital di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Lihat versi asli dari sumber

Pemerintah Kota (Pemkot) Medan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) bekerja sama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Medan dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara menggelar Medan Coding Competition 2026 sebagai upaya mencetak generasi digital kreatif dan inovatif pada Sabtu (9/5).

Pada 9-10 Mei, para peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK hingga mahasiswa, bertanding di beragam kategori lomba, seperti unplugged coding, scratch, robotik, e-sport, Internet of Things (IoT), hingga pengembangan aplikasi mobile.

Diadakan di Kampus UMSU, kegiatan dibuka Ketua TP PKK Medan, Rico Waas yang juga Ketua Dekranasda Medan. Ia menyampaikan, kompetisi ini wujud komitmen Pemkot Medan dalam membangun ekosistem talenta digital sejak usia dini hingga perguruan tinggi. "Melalui coding, generasi muda tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga bagaimana menciptakan solusi dan inovasi untuk masyarakat," ujar Rico. Rico menjelaskan, Medan Coding Competition bertujuan mengasah kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah, mendorong kreativitas serta inovasi, sekaligus melahirkan talenta digital muda yang unggul. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai kunci utama kemajuan bangsa. Mengakhiri sambutannya, Rico berpesan kepada seluruh peserta untuk terus belajar, berinovasi, dan tidak takut bermimpi besar dalam meraih masa depan. Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya mendorong generasi muda untuk berpikir kritis, serta mempelajari Artificial Intelligence (AI) dan coding dengan tetap berlandaskan nilai-nilai spiritual. Ia menyampaikan, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara tengah berproses menjadi kampus digital berkelas dunia melalui tiga tahap, yakni foundation, akselerasi, dan excellent. Saat ini, UMSU berada pada fase akselerasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejalan, UMSU juga mengembangkan inovasi internal seperti chatbot dan berbagai aplikasi berbasis AI sebagai bagian dari kesiapan menghadapi era digital. Akrim juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah, dan organisasi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak, termasuk dukungan kurikulum teknologi dari pemerintah, menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang inklusif.

Sebagai bentuk dukungan nyata, UMSU menyiapkan beasiswa penuh di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) bagi peserta SMA sederajat yang meraih peringkat terbaik. Ia juga mengungkapkan bahwa UMSU dan Kota Medan akan menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah dan 'Aisyiyah pada 2027, sekaligus momentum memperkuat kualitas sumber daya manusia di era digital. Sementara itu, Ketua Panitia Medan Coding Competition 2026, Yoshida Sary, yang juga menjabat sebagai Plt Ketua IWAPI Medan, menyampaikan kegiatan coding ini lahir dari kegelisahan atas masih minimnya akses dan kemampuan dasar coding di kalangan anak-anak. "Kolaborasi ini menjadi wujud kepedulian nyata antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha untuk membekali generasi penerus dengan keterampilan yang relevan," ujar Yoshida. Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan ekosistem digital yang inklusif di Kota Medan, sekaligus memberikan dampak luas tidak hanya pada sektor pendidikan, tetapi juga pada penguatan ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM selama kegiatan berlangsung.

Kompetisi ini diikuti total 632 peserta. Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), tercatat 133 peserta dari kelas 1-3 dan 158 peserta dari kelas 4-6. Pada tingkat SMP diikuti 166 peserta.

Sementara tingkat SMA/SMK terdiri dari kategori e-sport sebanyak 50 peserta dan lomba robotik 28 peserta. Adapun tingkat mahasiswa meliputi lomba Internet of Things (IoT) dengan 40 peserta serta lomba mobile apps yang diikuti 57 peserta.

Dirangkum dari CNN Indonesia · oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia

Berita terkait