Live|
Detik.comVersi JafmoNewsNegatif11 Mei 2026 pukul 03.47

Satu Anggota KKB Tewas Usai Baku Tembak di Dogiyai

Anggota KKB Nopison Tebai ditembak mati polisi di Dogiyai, Papua Tengah, setelah menyerang warga dan merusak mobil. Kontak tembak terjadi saat penangkapan.

Satu Anggota KKB Tewas Usai Baku Tembak di Dogiyai

Seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) dilaporkan tewas dalam kontak tembak dengan aparat kepolisian di jalan utama Dogiyai-Paniai, Papua Tengah, pada Minggu (10/5/2026). Peristiwa itu terjadi setelah polisi menerima laporan dari warga mengenai aksi penyerangan dan gangguan keamanan terhadap pengendara di ruas Trans Papua tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, personel gabungan bergerak ke lokasi dan melakukan penyisiran. Saat tiba di area kejadian, aparat disebut mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata hingga situasi berujung baku tembak. Kapolda Papua Tengah, Brigjen Jermias Rontini, mengatakan respons cepat dilakukan setelah laporan warga masuk dan tim di lapangan kemudian menghadapi serangan dari kelompok tersebut.

Dalam kejadian itu, mobil patroli yang dikerahkan juga disebut ditembak. Aparat lalu melakukan tindakan balasan dan berhasil melumpuhkan satu anggota KKB yang kemudian dinyatakan tewas. Dari informasi yang disampaikan petugas di lapangan, pelaku yang terkena tindakan tegas diduga menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam serangan terhadap patroli.

Usai insiden tersebut, aparat melakukan penyisiran lanjutan di sekitar lokasi. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan satu senjata api rakitan kaliber 5,56 beserta amunisi kaliber sama. Petugas juga mengamankan sejumlah senjata tajam, panah, serta dokumentasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas KKB. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa kelompok tersebut masih menyimpan perlengkapan bersenjata di wilayah itu.

Peristiwa ini kembali menyoroti keamanan jalur utama penghubung Dogiyai dan Paniai yang kerap menjadi lokasi gangguan. Kehadiran aparat di lapangan menunjukkan upaya menjaga keselamatan warga dan pengguna jalan, sekaligus menekan potensi serangan lanjutan dari kelompok bersenjata.

Sudut pandang lain

Insiden ini menunjukkan bahwa jalur transportasi di Papua Tengah masih rentan terhadap gangguan keamanan, terutama di kawasan yang menjadi lintasan warga dan distribusi logistik. Dalam konteks yang lebih luas, setiap kontak tembak semacam ini tidak hanya berdampak pada situasi keamanan, tetapi juga dapat memengaruhi mobilitas masyarakat serta rasa aman di wilayah sekitar.

Dari sisi penegakan hukum, temuan senjata rakitan, amunisi, dan perlengkapan lain dapat menjadi dasar pengembangan penyelidikan untuk mengungkap jaringan serta pola pergerakan kelompok bersenjata. Namun, operasi keamanan di area semacam ini juga perlu disertai langkah perlindungan warga sipil agar tidak menambah risiko bagi masyarakat yang melintasi jalur tersebut.

Lihat versi asli dari sumber

Dilansir detiksulsel , peristiwa itu terjadi di jalan utama Dogiyai-Paniai, Papua Tengah pada Minggu (10/5/2026). Aparat awalnya menerima laporan warga terkait aksi penyerangan dan gangguan keamanan yang dilakukan kelompok KKB terhadap pengendara di jalan Trans Papua tersebut.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, personel gabungan bergerak cepat menuju lokasi dan melakukan penyisiran. Saat tiba di lokasi, aparat mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata sehingga terjadi kontak tembak," kata Kapolda Papua Tengah, Brigjen Jermias Rontini.

Polisi yang menerima laporan kemudian turun ke lokasi kejadian hingga mobil patroli turut ditembak. Aparat melakukan serangan balasan dan berhasil menembak mati satu anggota KKB.

"Tim patroli diserang kemudian dilakukan tindakan tegas dari hasil tindakan tersebut diduga 1 pelaku lumpuh," ucap Dennis.

Dari hasil penyisiran ditemukan senjata api rakitan kaliber 5,56 dan amunisi kaliber 5,56. Selain itu ada beberapa sajam dan panah serta dokumentasi penting KKB.

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait