Live|
Tempo.coVersi JafmoNewsNetral10 Mei 2026 pukul 06.06

Prabowo: MBG Tak Wajib bagi Anak dari Keluarga Mampu

Presiden Prabowo mengatakan tak ingin memaksakan MBG ke orang yang merasa tidak butuh.

Prabowo: MBG Tak Wajib bagi Anak dari Keluarga Mampu

Presiden Prabowo Subianto menegaskan program makan bergizi gratis (MBG) tidak akan dipaksakan kepada pihak yang merasa tidak membutuhkan. Ia menyebut, bila ada keluarga atau siswa dari kalangan mampu yang tidak memerlukan bantuan tersebut, maka hal itu tidak menjadi persoalan.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berkunjung ke Gorontalo usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Filipina. Di hadapan warga, ia lebih dulu menanyakan apakah sekolah-sekolah di Gorontalo sudah menerima MBG. Prabowo lalu menyampaikan bahwa sekolah yang belum tercatat akan segera diupayakan menerima program itu, dengan target seluruh sekolah yang memang membutuhkan dapat terlayani pada tahun ini.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan pemerintah ingin memastikan MBG menjangkau pihak yang benar-benar membutuhkan. Karena itu, menurut dia, tidak ada kewajiban bagi anak-anak dari keluarga berada untuk ikut menerima program tersebut. Prabowo menyebut keputusan itu sepenuhnya tidak akan dipaksakan kepada penerima yang merasa tidak perlu.

Sebelum tiba di Gorontalo, Prabowo juga sempat singgah di Pulau Miangas setelah menghadiri KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda kepulangan usai rangkaian lawatan luar negeri. Sementara itu, pemerintah di bawah kepemimpinannya terus mempercepat pelaksanaan MBG yang ditujukan bagi sekitar 82 juta penerima manfaat, sebagai salah satu program unggulan yang ia janjikan saat Pilpres 2024.

Sudut pandang lain

Pernyataan Prabowo menegaskan arah kebijakan MBG sebagai program bantuan yang berbasis kebutuhan, bukan kewajiban universal. Pendekatan ini berpotensi membantu pemerintah memprioritaskan distribusi ke kelompok rentan dan wilayah yang belum terjangkau.

Di sisi lain, implementasi program berskala besar seperti MBG tetap bergantung pada pendataan sekolah, koordinasi daerah, dan kesiapan distribusi. Penekanan pada kelompok yang benar-benar membutuhkan juga menunjukkan pemerintah berupaya menjaga efisiensi anggaran sekaligus meredam kritik soal sasaran bantuan.

Lihat versi asli dari sumber

PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan tak mau memaksakan program makan bergizi gratis ( MBG ) ke mereka yang tidak membutuhkan. Prabowo berujar tak masalah jika ada penerima manfaat yang merasa tak perlu MBG. Sikap itu dia sampaikan saat mengunjungi Gorontalo sekembalinya dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Filipina. Prabowo awalnya menanyakan apakah sekolah-sekolah di Gorontalo telah menerima MBG. Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca "Ada yang belum? Nanti yang belum dicatat ya, segera pokoknya tahun ini semua sekolah yang merasa perlu akan kita berikan MBG semuanya," kata Ketua Umum Partai Gerindra ini di Gorontalo pada Sabtu, 9 Mei 2026 seperti disiarkan Sekretariat Presiden. Di sisi lain, Prabowo mengatakan tak masalah jika ada yang tidak ingin MBG. "Yang tidak perlu, enggak apa-apa, ya kan? Kalau anak-anak orang kaya enggak perlu, enggak apa-apa, benar kan? Enggak dipaksa," ucap mantan menteri pertahanan ini. Sebelum ke Gorontalo, Prabowo lebih dulu mampir ke Pulau Miangas. Prabowo berkunjung ke Miangas setelah menghadiri KTT ke-48 ASEAN Cebu, Filipina. Pemerintahan Presiden Prabowo terus mengebut realisasi proyek MBG untuk sekitar 82 juta penerima manfaat. Program ini adalah unggulan Prabowo yang dia janjikan semasa Pilpres 2024. Pilihan Editor: Mengapa Dapur MBG Bisa Beroperasi Tanpa Memenuhi SOP

Berita terkait