Live|
Tempo.coVersi JafmoNewsNetral10 Mei 2026 pukul 07.03

Prabowo Tinjau Miangas dan Gorontalo Usai KTT ASEAN

Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih bisa rampung pada akhir tahun 2026.

Prabowo Tinjau Miangas dan Gorontalo Usai KTT ASEAN

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Pulau Miangas dan Kota Gorontalo usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Dalam kunjungan itu, ia meninjau kondisi di wilayah perbatasan serta Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Leato Selatan, Pulau Sulawesi.

Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia kini semakin dihormati di lingkungan ASEAN karena dinilai telah mencapai swasembada pangan. Ia menyebut beras dan jagung sebagai contoh komoditas yang menurut pemerintah sudah dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri, sehingga bangsa Indonesia harus terus berdiri di atas kaki sendiri. Dari prinsip itu, ia menegaskan target pemerintahannya untuk mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi.

Di bidang pendidikan, Prabowo mengatakan setiap sekolah akan menerima tambahan tiga smart board pada tahun ini. Dengan demikian, total perangkat layar interaktif di tiap sekolah akan menjadi empat unit setelah satu unit telah dibagikan tahun lalu. Ia menyebut distribusi tersebut juga sudah berjalan di Gorontalo. Menurut Prabowo, smart board dapat membantu guru di daerah terpencil karena materi ajar, silabus tambahan, dan bahan pembelajaran bisa dibantu dari pusat. Pemerintah juga disebut dapat memantau proses belajar di sekolah-sekolah dari Jakarta.

Saat berada di Miangas, Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih selesai pada Desember 2026. Program itu akan dilengkapi fasilitas seperti pembuat es, akses benih udang, cold storage, dan SPBU khusus kapal nelayan. Ia menyebut salah satu kampung nelayan akan dibangun di Miangas dan ditargetkan rampung dalam lima bulan jika pengerjaan dimulai pada Juni 2026. Prabowo juga menyinggung pembangunan Bandara Miangas pada era Presiden Joko Widodo serta bantuan kapal 15 gross ton yang sudah diberikan pemerintah untuk mendukung aktivitas nelayan.

Selain itu, Prabowo menyoroti kondisi pusat kesehatan masyarakat setelah meninjau Puskesmas di Miangas. Ia mengatakan banyak fasilitas kesehatan belum pernah diperbaiki dalam waktu lama dan berjanji akan mempercepat pembenahan seluruh Puskesmas di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo disambut sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, antara lain Bahlil Lahadalia, Sjafrie Sjamsoeddin, Sakti Wahyu Trenggono, Meutya Hafid, Dody Hanggodo, Budi Gunadi Sadikin, dan Tandyo Budi Revita.

Sudut pandang lain

Kunjungan Prabowo ke Miangas dan Gorontalo memperlihatkan upaya pemerintah mengaitkan agenda perbatasan, pelayanan dasar, dan ekonomi pesisir dalam satu rangkaian kebijakan. Fokus pada nelayan dan fasilitas kesehatan menunjukkan pendekatan pembangunan yang menempatkan wilayah terluar sebagai bagian dari simbol kehadiran negara.

Di sisi lain, berbagai janji seperti pembangunan kampung nelayan, perbaikan puskesmas, dan distribusi smart board akan diuji oleh kemampuan anggaran, kecepatan pelaksanaan, serta koordinasi antarkementerian. Bagi daerah seperti Miangas, konsistensi tindak lanjut lebih penting daripada seremoni kunjungan karena dampaknya langsung menyentuh akses pendidikan, kesehatan, dan mata pencaharian warga.

Lihat versi asli dari sumber

PRESIDEN Prabowo Subianto mengunjungi Pulau Miangas dan Gorontolo setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Cebu, Filipina, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Miangas adalah pulau terdekat dari perbatasan Indonesia dan Filipina. Lokasinya di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Sementara di Kota Gorontolo, Prabowo meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Leato Selatan, Pulau Sulawesi. Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca Ketua Umum Partai Gerindra ini menyampaikan sejumlah janji dan klaim dari pemerintahan dia bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Prabowo juga menyinggung ia presiden kedua yang menyambangi Miangas setelah pendahulunya Joko Widodo. Berikut fakta-fakta kunjungan Prabowo ke Miangas dan Gorontalo : 1. Prabowo Klaim Indonesia Dihormati ASEAN karena Swasembada Prabowo mengklaim Indonesia semakin dihormati di kalangan negara ASEAN karena swasembada pangan. "Kita baru saja dari Filipina menghadiri KTT ASEAN. Kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan," kata Prabowo seperti disiarkan Sekretariat Presiden, Sabtu, 9 Mei 2026. Prabowo memberi contoh sejumlah jenis pangan yang dia klaim telah dihasilkan sendiri oleh Indonesia sehingga tidak perlu mengimpornya. Dia menyebut beras dan jagung. Mantan menteri pertahanan ini berujar bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri. Maka dari itu, ia ingin pemerintahannya mencapai swasembada pangan dan swasembada energi. 2. Tambahan 3 Smart Board di Setiap Sekolah Prabowo mengatakan akan ada tambahan tiga papan layar interaktif atau smart board di setiap sekolah tahun ini. Sehingga masing-masing sekolah akan memiliki total 4 layar interaktif setelah pemerintah mendistribusikan sebuah papan tulis digital interaktif pada tahun kemarin. Termasuk di Gorontalo, sekolah-sekolah telah menerima satu layar pintar. Prabowo pun mengatakan jumlahnya akan ditambah. "Mulai tahun ini setiap sekolah akan terima tiga (smart board)," tuturnya. Prabowo mengklaim smart board akan bisa membantu guru-guru di daerah terpencil. "Guru-guru di tempat yang sulit, dia bisa dibantu dari pusat, pelajarannya, tambahan silabus-nya, bantuan-bantuan bahan," ucap dia. Pemerintah, kata dia, juga bisa memonitor seluruh kelas di seluruh Indonesia dari Jakarta dengan smart board. "Jadi kalau ada guru-guru yang tidak masuk kita bisa lihat mana guru yang tidak masuk pada hari itu," tutur Prabowo. 3. Targetkan 1.386 Kampung Nelayan Rampung Desember Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih bisa rampung pada akhir tahun 2026. "Tahun ini, bulan Desember, akan kita resmikan 1.386 desa nelayan seluruh Indonesia," kata Prabowo saat mengunjungi Pulau Miangas. Prabowo berujar Kampung Nelayan Merah Putih akan memiliki berbagai fasilitas untuk para nelayan. Fasilitas itu mulai dari pembuat es, akses ke benih udang, hingga gudang pendingin atau cold storage yang bisa menyimpan hasil laut lebih lama. Di samping itu, Prabowo berujar kampung nelayan juga akan dilengkapi dengan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus kapal nelayan. "Kami akan besar-besaran perbaiki kondisi nelayan seluruh Indonesia," ucap mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu. Prabowo menyampaikan salah satu kampung nelayan itu akan dibangun di Pulau Miangas dan ditargetkan selesai dalam lima bulan jika pembangunan dimulai bulan Juni 2026. "Mudah-mudahan ada satu desa nelayan di sini dalam waktu yang tidak lama lagi," kata dia. Prabowo juga menyoroti penambahan fasilitas di Miangas saat era mantan presiden Joko Widodo. Pada 2016, Jokowi meresmikan Bandara Miangas yang dibangun sejak 2012. Meneruskan langkah tersebut, Prabowo kini ingin membangun fasilitas untuk membantu nelayan di sana. "Sudah ada lapangan terbang, mungkin hasil ikannya bisa kita pasarkan biar penghasilannya tambah," ucap dia. Saat ini, Prabowo berujar, pemerintah telah memberi bantuan kapal untuk Miangas. Kapal itu seberat 15 gross ton. 4. Perbaiki Semua Puskesmas di Indonesia Kepala Negara ingin memperbaiki semua pusat kesehatan masyarakat di Indonesia setelah meninjau fasilitas Puskesmas di Pulau Miangas. Menurut dia, Puskesmas di Indonesia sudah lama tidak diperbaiki. "Saya tadi lihat beberapa tempat Puskesmas, Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) tadi bisik-bisik ke saya, sekian tahun sejak zaman Pak Harto (Presiden Soeharto), puskesmas belum pernah diperbaiki," kata dia. Ia pun berjanji akan secepatnya mengurusi semua Puskesmas di Indonesia. Prabowo mengklaim pembenahan fasilitas kesehatan jadi prioritas pemerintah. Dia pun bersyukur dapat melihat langsung kondisi lapangan seperti di Miangas. "Akhirnya bersyukur, saya dapat lihat kondisi semuanya dan mudah-mudahan kita segera akan memperbaiki," tuturnya. Kedatangan Prabowo di Miangas disambut sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Selain itu, hadir juga Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, hingga Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Tandyo Budi Revita. Pilihan Editor: Prabowo: Sebentar Lagi Kita Swasembada BBM, Tak Perlu Impor

Berita terkait