Live|
VIVAVersi JafmoNewsPositif16 Mei 2026 pukul 18.28

PT Berdikari Tinjau Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Malang

PT Berdikari mengambil langkah konkret dalam mematangkan proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT). Kali ini PT Berdikari turun langsung meninjau progres proyek di Malang

PT Berdikari Tinjau Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Malang

PT Berdikari meninjau langsung progres proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Malang sebagai bagian dari upaya memperkuat industri perunggasan nasional dari hulu hingga hilir. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pengembangan proyek berjalan sesuai rencana dan memiliki dasar teknis yang kuat.

Dalam peninjauan tersebut, hadir Direktur Pembibitan PT Berdikari, Hari Suhada, bersama tim pakar yang terdiri dari Trioso Purnawarman dan Sahrul. Keterlibatan mereka difokuskan pada penyelarasan Feasibility Study (FS) dan site plan dengan kondisi nyata di lapangan, agar rancangan proyek lebih presisi, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Rekomendasi dari para ahli menjadi acuan penting dalam penyempurnaan tahap pengembangan berikutnya.

Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, menyebut proyek HAT sebagai langkah besar perusahaan untuk membangun ekosistem peternakan yang kuat dan terintegrasi. Menurut dia, proyek ini ditujukan untuk memperkuat kemandirian industri perunggasan nasional sekaligus mendukung produktivitas peternak rakyat melalui keterhubungan rantai usaha dari hulu sampai hilir. Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Inisiatif tersebut juga disebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong swasembada pangan nasional, sebagaimana amanat Inpres Nomor 2 Tahun 2026. Selain itu, tata kelola proyek disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 34 Tahun 2025 tentang tertib usaha. PT Berdikari menempatkan proyek ini sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani.

General Manager Corporate Secretary & SR PT Berdikari, AS. Hasbi Al-Islahi, menegaskan bahwa perusahaan mengawal seluruh tahapan pembangunan proyek secara ketat, mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga implementasi di lapangan. Proyek HAT juga disiapkan untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pasokan protein hewani yang lebih merata bagi masyarakat.

Sudut pandang lain

Dari sisi kebijakan publik, proyek hilirisasi ayam terintegrasi berpotensi menjadi model penguatan rantai pasok protein hewani nasional jika implementasinya konsisten dan memenuhi standar teknis. Keterlibatan ahli serta penyelarasan dokumen perencanaan dengan kondisi lapangan menunjukkan upaya mengurangi risiko operasional sejak awal.

Di sisi lain, keberhasilan proyek semacam ini biasanya ditentukan oleh kemampuan menjaga efisiensi produksi, kepastian regulasi, dan keterhubungan dengan peternak rakyat. Jika target integrasi hulu-hilir tercapai, dampaknya dapat meluas ke stabilitas pasokan pangan, dukungan terhadap program gizi pemerintah, dan peningkatan daya saing sektor perunggasan.

Lihat versi asli dari sumber

Jakarta, VIVA – PT Berdikari mengambil langkah konkret dalam mematangkan proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT). Kali ini, PT Berdikari turun langsung ke lapangan untuk meninjau progres proyek HAT di Malang.

Langkah proaktif ini menjadi bukti keseriusan PT Berdikari dalam menyiapkan fondasi emas bagi industri perunggasan nasional yang terintegrasi dari hulu hingga ke hilir.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Direktur Pembibitan, Dr. Ir. Hari Suhada, S.Pt, M.Si., IPU, bersama tim pakar yang terdiri dari Dr. drh. Trioso Purnawarman, M.Si dan Ir. Sahrul. Kehadiran mereka difokuskan untuk menyelaraskan Feasibility Study (FS) serta site plan dengan kondisi riil di lapangan.

Rekomendasi teknis dari tim ahli ini dijadikan landasan utama agar proyek berjalan presisi, terukur, dan mematuhi regulasi yang berlaku. Dengan demikian, proyek HAT diproyeksikan mampu menjadi pilar baru bagi ketahanan pangan nasional berbasis protein hewani.

Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, mengatakan bahwa inisiatif tersebut merupakan ikhtiar besar perusahaan dalam membentuk ekosistem peternakan yang kuat dan terpadu.

“Melalui proyek HAT, kami ingin memperkuat kemandirian industri perunggasan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas peternak rakyat dan memperkuat kemandirian industri perunggasan nasional melalui ekosistem yang saling terhubung dari hulu hingga hilir,” ujar Maryadi dalam keterangannya, Sabtu, 16 Mei 2026.

Visi yang diusung oleh PT Berdikari ini sangat sejalan dengan agenda pemerintah pusat. Proyek HAT diharapkan mampu mengakselerasi swasembada pangan nasional sebagaimana amanat Inpres Nomor 2 Tahun 2026.

Selain itu, tata kelola proyek juga disesuaikan dengan standar tertib usaha yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 34 Tahun 2025.

Lebih jauh, proyek integrasi ini juga disiapkan sebagai langkah strategis untuk menopang keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), guna memastikan pemerataan pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi seluruh masyarakat Indonesia.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Senada dengan hal tersebut, General Manager Corporate Secretary & SR PT Berdikari, AS. Hasbi Al-Islahi, memastikan bahwa seluruh ritme pembangunan proyek dari awal hingga akhir dikawal dengan ketat.

"PT Berdikari semakin serius memastikan setiap tahapan Proyek HAT berjalan optimal, mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga implementasi di lapangan, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peternak rakyat dan swasembada pangan nasional,” ujar Hasbi.

Dirangkum dari VIVA · oleh Yeni Lestari

Berita terkait