Live|
Kompas.comVersi JafmoNewsPositif16 Mei 2026 pukul 19.04

Malut United Jalin Kerja Sama Akademi dengan Benfica

Usai bekerja sama dengan Malut United, Benfica membongkar metodologi yang lahirkan bintang sepak bola seperti Joao Felix dan Bernardo Silva.

Malut United Jalin Kerja Sama Akademi dengan Benfica

Malut United resmi menjalin kerja sama dengan Benfica untuk mengembangkan Akademi Merah Putih di Ternate. Pengumuman kolaborasi itu disampaikan saat laga pekan ke-33 Super League 2025-2026 antara Malut United dan Persita di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (16/5/2026).

Melalui kemitraan tersebut, Malut United akan memperoleh akses ke metodologi pembinaan akademi Benfica. Klub asal Portugal itu dikenal luas sebagai salah satu penghasil pemain top Eropa, dengan lulusan seperti Bernardo Silva, Joao Felix, Ruben Dias, dan Goncalo Ramos. Pada Oktober lalu, The CIES Football Observatory juga menempatkan Benfica sebagai klub dengan akademi terbaik di dunia.

Perwakilan Benfica menjelaskan bahwa para peserta Akademi Merah Putih nantinya akan mendapat pendampingan langsung dari pelatih Benfica. Tim pelatih juga dijadwalkan datang ke Ternate untuk melakukan seleksi pemain muda. International Business Manager Benfica, Lourenco dos Reis Ferreira, mengatakan pihaknya ingin membagikan filosofi pembinaan usia dini kepada Malut United, terutama karena proyek ini dimulai pada usia yang dinilai ideal, yakni 7-9 tahun.

Ferreira menegaskan tujuan kerja sama ini adalah membantu perkembangan pemain muda di Maluku Utara melalui metode pembinaan Benfica. Menurut dia, proyek tersebut tidak sekadar soal transfer pengetahuan, tetapi juga upaya memperkuat komunitas muda di daerah itu dengan standar akademi yang telah terbukti melahirkan banyak pesepak bola berkualitas.

Sementara itu, International Technical Coordinator Benfica, Davide da Rocha Gomes, menekankan bahwa bakat bisa muncul di mana saja, tetapi lingkungan dan pendekatan latihan menjadi faktor penting dalam pengembangannya. Ia menilai anak-anak pada dasarnya selalu bermain sepak bola di berbagai tempat, dan tugas akademi adalah memberi pendekatan yang tepat agar potensi mereka tumbuh. Benfica pun berencana membawa metode latihannya dari Portugal ke Ternate, meski penerapannya tetap bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemain di masa mendatang.

Sudut pandang lain

Kerja sama ini berpotensi memberi dampak jangka panjang bagi ekosistem sepak bola di Maluku Utara, terutama dalam pembinaan usia dini yang sering kali menjadi titik lemah di banyak daerah. Dengan akses ke metodologi klub Eropa, Malut United bisa memperkuat fondasi akademi sekaligus membuka jalur pengembangan pemain lokal yang lebih terstruktur.

Di sisi lain, keberhasilan program seperti ini sangat bergantung pada kesinambungan implementasi di lapangan, kualitas pelatih lokal, serta dukungan fasilitas dan komunitas. Tanpa adaptasi yang konsisten, transfer ilmu dari klub besar dunia berisiko berhenti pada seremoni kerja sama semata.

Lihat versi asli dari sumber

Malut United resmi bekerja sama dengan Benfica untuk mengembangkan Akademi Merah Putih di Ternate.

Kerja sama tersebut diumumkan saat pertandingan pekan ke-33 Super League 2025-2026 Malut United vs Persita di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (16/5/2026).

Melalui kolaborasi itu, Malut United akan mendapatkan akses ke metodologi akademi Benfica .

Akademi asal Portugal tersebut dikenal sebagai tempat berkembangnya banyak pemain top Eropa.

Beberapa nama jebolan akademi Benfica antara lain Bernardo Silva , Joao Felix , Ruben Dias, hingga Goncalo Ramos.

Pada Oktober lalu, The CIES Football Observatory menempatkan Benfica sebagai klub dengan akademi terbaik di dunia.

Benfica Bawa Metodologi ke Ternate

Perwakilan Benfica menjelaskan anak-anak peserta Akademi Merah Putih nantinya akan mendapat pendampingan langsung dari pelatih Benfica.

Tim pelatih juga akan datang ke Ternate untuk melakukan seleksi pemain muda.

International Business Manager Benfica, Lourenco dos Reis Ferreira, mengatakan pihaknya ingin membagikan filosofi pembinaan pemain usia dini kepada Malut United.

"Kami membawa filosofi Benfica dan senang bisa menyebarkan filosofi ini," kata Lourenco dos Reis Ferreira dalam jumpa pers di Ternate, Jumat (15/5/2026).

"Malut United memulai proyek ini di umur terbaik untuk anak-anak yaitu 7-9 tahun."

"Benfica adalah klub dengan akademi terbaik. Ketika terlibat dalam proyek internasional, kami harus membiarkan semua pihak mendapatkan akses kepada metodologi kami."

Menurut Lourenco, tujuan utama proyek tersebut adalah membantu perkembangan pemain muda di kawasan Maluku Utara melalui metode pembinaan Benfica.

"Tujuan dari proyek ini adalah memperkuat komunitas muda di kawasan ini dengan metodologi akademi terbaik di dunia."

Benfica Soroti Pentingnya Lingkungan Bermain

International Technical Coordinator Benfica, Davide da Rocha Gomes, menjelaskan bakat pemain muda bisa muncul di mana saja.

Menurutnya, lingkungan dan pendekatan latihan menjadi faktor penting dalam pembinaan pemain.

"Berdasarkan sejarah sepak bola, anak-anak selalu bermain di jalanan," timpal Davide da Rocha Gomes.

"Tak peduli di Eropa, Brasil, di mana pun latar belakang sepak bola selalu sama."

"Ketika ada anak, berarti ada talenta. Berikutnya soal lingkungan. Kita hanya butuh melakukan pendekatan."

Davide menambahkan Benfica akan membawa metode latihan dari Portugal ke Ternate. Namun, pendekatan pembinaan tetap bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemain di masa mendatang.

"Idenya adalah kami membawa metodologi Benfica ke sini. Baru nanti di tingkat lanjut, mungkin perlu sesuatu yang berbeda," pungkasnya.

Dirangkum dari Kompas.com · oleh Kompas Cyber Media

Berita terkait