Delapan pengemis di trotoar Mampang dibawa ke panti sosial
Satpol PP DKI Jakarta menertibkan delapan pengemis di Jalan Mampang Prapatan. Mereka dibawa ke Panti Sosial untuk penanganan lebih lanjut.

Satpol PP DKI Jakarta menertibkan keberadaan para pengemis dan pemulung yang sempat viral memenuhi trotoar di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Dalam video yang beredar, mereka tampak menggelar tikar atau spanduk di trotoar sekitar Halte Mampang Prapatan menuju Warung Buncit untuk duduk dan menunggu pemberian dari pengguna jalan pada malam hari.
Kasatpol PP DKI Jakarta Satriadi mengatakan penertiban dilakukan pada Rabu, 13 Mei 2026. Dari operasi tersebut, petugas mengamankan delapan orang yang masuk kategori pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) untuk dibawa ke panti sosial. Mereka selanjutnya diarahkan ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 guna mendapat pelayanan dan penanganan lanjutan.
Delapan orang yang dibawa ke panti sosial itu sebagian besar merupakan lanjut usia. Mereka adalah Suwino, 74 tahun, asal Tegal; Udin, 63 tahun, asal Brebes; Waskam, 73 tahun, asal Kuningan; Budi Cahyono, 61 tahun, asal Kediri; Slamet Basuki, 65 tahun, asal Jakarta; Umardani, 56 tahun, asal Jakarta; Juni Marlis, 45 tahun, asal Padang; dan Abdul Hadi, 61 tahun, asal Jakarta.
Sebelumnya, warga Mampang Prapatan mengeluhkan maraknya keberadaan manusia gerobak dan pengemis di tepi jalan karena dinilai mengganggu kenyamanan pejalan kaki serta kelancaran lalu lintas. Aparat pemerintah daerah disebut telah beberapa kali menangani persoalan tersebut, sementara kepolisian juga pernah memberi imbauan agar ketertiban umum tetap terjaga. Penertiban terbaru ini menjadi bagian dari upaya lanjutan untuk merespons keluhan warga dan menata kembali penggunaan ruang publik di kawasan itu.
Sudut pandang lain
Kasus ini menunjukkan tantangan penanganan kelompok rentan di ruang publik, terutama ketika penertiban harus berjalan beriringan dengan pendekatan sosial. Di satu sisi, pemerintah daerah berkewajiban menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas; di sisi lain, banyak dari mereka yang ditertibkan adalah lansia dan warga dengan kebutuhan kesejahteraan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Peristiwa serupa juga memperlihatkan bahwa solusi jangka panjang tidak cukup hanya dengan razia. Pendataan, pembinaan, dan akses ke layanan sosial menjadi penting agar persoalan pengemis dan manusia gerobak di titik-titik ramai tidak berulang setelah penertiban dilakukan.
Lihat versi asli dari sumber
Dalam video viral yang dilihat detikcom , Kamis (14/5/2026) para pengemis menggelar tikar atau spanduk sebagai alas untuk duduk di trotoar jalan. Mereka berjajar mulai sekitar Halte Mampang Prapatan ke arah Warung Buncit.
Para pengemis itu kemudian menunggu seseorang yang memberinya uang atau sesuatu. Mereka mulai menggelar tikar di trotoar saat malam.
Kasatpol PP DKI Jakarta Satriadi mengatakan anggotanya sudah melakukan penertiban pada Rabu (13/5). Satpol PP kemudian mengaman delapan orang untuk dibawa ke Panti Sosial.
"Satpol PP membawa delapan orang PPKS kepada Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, guna pelayanan dan penanganan lanjutan," kata Satriadi dalam keterangannya, Jumat (14/5/2026).
Adapun delapan PPKS itu kebanyakan orang lanjut usia (lansia). Mereka adalah Suwino (74) asal Tegal, Udin (63) asal Brebes, Waskam (73) asal Kuningan, Budi Cahyono (61) asal Kediri, Slamet Basuki (65) asal Jakarta, Umardani (56) asal Jakarta, Juni Marlis (45) asal Padang, dan Abdul Hadi (61) asal Jakarta.
Sebelumnya warga Mampang Prapatan sempat mengeluhkan maraknya fenomena manusia gerobak di pinggir jalan. Petugas dari pemerintah daerah sudah sering menangani keberadaan mereka.
Kepolisian juga sudah turun dengan memberikan imbauan agar kepentingan publik tak terganggu. Terlebih para pengemis dan manusia gerobak itu kerap berada di trotoar hingga mengganggu pejalan kaki dan kelancaran arus lalu lintas. (tsy/maa)
Berita terkait

Polda Papua Persilakan Nobar dan Diskusi Film Pesta Babi
Polda Papua menyatakan tidak melarang kegiatan nonton bareng dan diskusi film Pesta Babi karena tak ada pernyataan resmi dari pemerintah yang menyebut film ini terlarang.

Asep Japar Minta Satpol PP Tegas dan Humanis
Bupati Sukabumi, Asep Japar, menekankan pentingnya pendekatan tegas namun tetap humanis bagi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menjalankan tugas di lapangan.

Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, menghormati perjuangan buruh. Museum ini akan dikelola keluarga Marsinah.

Kasus Dugaan Pelecehan Guru Ngaji di Puncak Naik Penyidikan
Polisi mengungkap kasus pelecehan seksual oleh guru ngaji di Bogor, kini naik ke tahap penyidikan. Lima korban laki-laki telah diperiksa.

Hasil UTBK SNBT 2026 Diumumkan 25 Mei, Sertifikat Mulai Diunduh Juni
UTBK SNBT 2026 telah selesai dilaksanakan. Peserta tinggal menunggu hasilnya yang akan diumumkan secara online melalui link resmi SNPMB.

Prabowo Apresiasi Inovasi Polri dalam Pangan dan Energi
Presiden Prabowo Subianto mengaku senang bukan main melihat selalu ada inovasi saat diundang di acara Polri. Prabowo memuji kinerja Kapolri.