Live|
Antara NewsVersi JafmoNewsNegatif13 Mei 2026 pukul 15.53

MPR ulang final LCC Empat Pilar Kalbar dan ganti juri

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memutuskan untuk menggelar ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan ...

MPR ulang final LCC Empat Pilar Kalbar dan ganti juri

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memutuskan mengulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat setelah muncul polemik terkait kesalahan penilaian. Lomba ulang tersebut akan digelar dalam waktu dekat dengan susunan dewan juri yang berbeda dari sebelumnya.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan bahwa juri pada pelaksanaan ulang akan berasal dari kalangan independen, termasuk akademisi. Ia menegaskan pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba dari awal hingga akhir. Menurut dia, pelaksanaan ulang itu diserahkan kepada Sekretariat Jenderal MPR RI sebagai panitia pelaksana, namun tanpa melibatkan juri dari unsur internal MPR seperti pada lomba sebelumnya.

MPR mengakui adanya kekhilafan dalam penyelenggaraan final di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Sabtu (9/5). Keputusan mengulang final diambil sebagai bentuk koreksi atas kesalahan yang kemudian ramai dibicarakan di media sosial. Muzani mengatakan MPR akan terus mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan agar lebih baik ke depan dengan memperhatikan pandangan masyarakat. Ia juga mengapresiasi peserta yang menyampaikan keberatan dan protes atas ketidakpuasan mereka sebagai bagian dari pembelajaran demokrasi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menyebut dewan juri lama telah dinonaktifkan dari kegiatan LCC Empat Pilar MPR RI 2026. Langkah tersebut menjadi sanksi atas polemik kesalahan penilaian di babak final tingkat Kalbar. Ia menambahkan, lomba ulang ditargetkan berlangsung secepatnya pada bulan Mei ini, dan Setjen MPR RI masih mengoordinasikan berbagai aspek teknis pelaksanaannya agar dapat segera diselesaikan.

Sebelumnya, final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar di Pontianak diikuti tiga SMA, yakni SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sambas, dan SMA Negeri 1 Sanggau. Persoalan mencuat setelah terjadi kesalahan penilaian pada sesi pertanyaan rebutan, dan respons dewan juri ikut menjadi sorotan warganet.

Sudut pandang lain

Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dan akurasi dalam kompetisi pendidikan yang melibatkan institusi negara. Ketika penilaian dianggap keliru, kepercayaan peserta dan publik dapat terganggu sehingga koreksi terbuka menjadi langkah yang penting untuk menjaga legitimasi lomba.

Dari sisi tata kelola, keputusan MPR mengganti juri dengan unsur independen dan mengawasi langsung pelaksanaan ulang dapat dibaca sebagai upaya pemulihan reputasi. Langkah ini juga menegaskan bahwa mekanisme koreksi publik dan evaluasi internal semakin relevan, terutama ketika sebuah kegiatan mendapat perhatian luas di media sosial.

Lihat versi asli dari sumber

Jakarta (ANTARA) - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memutuskan untuk menggelar ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pascapolemik kesalahan penilaian.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan lomba ulang akan digelar dalam waktu dekat dengan perubahan pada jajaran dewan juri. Adapun juri untuk perlombaan ulang diambil dari kalangan independen seperti akademisi.

“LCC di tingkat Kalbar yang final akan kita lakukan ulang … pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir,” kata Muzani dalam konferensi pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan, lomba ulang akan digelar oleh Sekretariat Jenderal MPR RI selaku pelaksana. Namun, dia memastikan, tidak ada juri dari unsur internal MPR sebagaimana lomba sebelumnya.

MPR mengakui adanya kekhilafan dalam penyelenggaraan babak final di Pontianak pada Sabtu (9/5). Oleh karena itu, langkah ini diambil sebagai koreksi atas kesalahan yang belakangan menjadi ramai diperbincangkan di media sosial.

Muzani lebih lanjut mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi terhadap penyempurnaan kegiatan-kegiatan MPR ke depan dengan mendengarkan pandangan dari masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pandangan, kebebasan berbicara, dan menyampaikan protes atas ketidakpuasannya, dan kami mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka menjadi contoh demokrasi yang baik,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah mengatakan dewan juri yang lama telah dinonaktifkan dari kegiatan LCC Empat Pilar MPR RI 2026. Ini merupakan sanksi atas polemik kesalahan penilaian dalam babak final di tingkat Kalbar.

Terkait lomba ulang, Siti menjelaskan kegiatan itu akan digelar secepatnya dalam bulan Mei ini. Setjen MPR RI sedang mengoordinasikan teknis perlombaan.

“Kalau tanggal kita akan koordinasi dulu karena itu kan lomba ulang, semuanya harus seperti lomba yang kemarin, jadi harus ada panggung, ada lain-lain. Ini kita akan koordinasi kesiapannya, kalau bisa minggu ini, supaya bisa cepat terselesaikan,” tuturnya.

Sebelumnya, tiga sekolah menengah atas (SMA) berlaga pada babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalbar di Pontianak, yakni SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sambas, dan SMA Negeri 1 Sanggau.

Lomba tersebut menjadi ramai diperbincangkan di media sosial karena terjadi kesalahan penilaian pada saat sesi pertanyaan rebutan.

Peserta sempat menyampaikan keberatan atas penilaian dewan juri. Namun, respons dewan juri, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita W.B. dan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni, disorot warganet.

Pewarta: Fath Putra Mulya Editor: Fitri Supratiwi Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Dirangkum dari Antara News · oleh https://www.facebook.com/antaranewsdotcom

Berita terkait