Live|
Antara NewsVersi JafmoNewsNetral12 Mei 2026 pukul 17.14

Menkes dorong label Nutri-Level jadi panduan pilih makanan sehat

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berpesan agar masyarakat memanfaatkan label Nutri-Level sebagai panduan untuk memilih makanan dan minuman yang ...

Menkes dorong label Nutri-Level jadi panduan pilih makanan sehat

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat memanfaatkan label Nutri-Level sebagai acuan dalam memilih makanan dan minuman yang lebih sehat. Ia menegaskan, konsumen sebaiknya lebih memprioritaskan produk dengan label A dan B, sementara produk berlabel D sebaiknya dibatasi konsumsinya, bahkan disebut cukup sesekali saja.

Pernyataan itu disampaikan Budi di Jakarta, Selasa, seusai peresmian pencantuman label nutrisi Nutri-Level pada produk makanan dan minuman di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut peluncuran label ini sebagai langkah penting untuk membantu masyarakat mengenali kualitas gizi produk secara lebih praktis. Menurut dia, keberadaan label pada kemasan dapat memudahkan konsumen mengambil keputusan tanpa harus membaca informasi gizi yang panjang.

Nutri-Level merupakan sistem label gizi berbasis warna dan huruf, dari A hingga D, yang menunjukkan kadar gula, garam, dan lemak dalam produk makanan dan minuman siap saji. Label A berwarna hijau tua menandakan kandungan GGL yang lebih rendah, sedangkan B berwarna hijau muda menunjukkan kadar GGL rendah. Adapun C berwarna kuning berarti kandungan GGL sedang dan perlu dikonsumsi dengan bijak, sementara D berwarna merah menandakan kandungan GGL tinggi sehingga perlu dibatasi atau dihindari.

Budi menjelaskan, penerapan label nutrisi ini penting di tengah meningkatnya risiko penyakit tidak menular akibat konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan. Kondisi tersebut berkaitan dengan berbagai penyakit seperti obesitas, hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Karena itu, Nutri-Level diharapkan menjadi alat bantu sederhana bagi masyarakat untuk memilih produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan kesehatan mereka.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Budi juga mencicipi minuman yang telah diberi label Nutri-Level dari restoran Xing Fu Tang dan Fore di Lippo Malls Indonesia. Kehadiran label ini menjadi bagian dari upaya mendorong transparansi informasi gizi di sektor makanan dan minuman kemasan maupun siap saji.

Sudut pandang lain

Penerapan Nutri-Level dapat memperkuat edukasi gizi publik karena menyederhanakan informasi yang selama ini kerap sulit dibaca konsumen. Jika konsisten diterapkan, sistem ini berpotensi mendorong perubahan perilaku belanja dan konsumsi, terutama pada produk tinggi gula, garam, dan lemak.

Dari sisi industri, label semacam ini juga dapat menjadi pemicu persaingan kualitas produk. Produsen yang mampu menghadirkan komposisi lebih sehat berpeluang mendapat preferensi konsumen, sementara produk dengan kadar GGL tinggi bisa terdorong untuk melakukan reformulasi agar tetap kompetitif.

Lihat versi asli dari sumber

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berpesan agar masyarakat memanfaatkan label Nutri-Level sebagai panduan untuk memilih makanan dan minuman yang sehat.

"Pastikan nanti kalau makan dan minum, pilih produk yang sehat, pilih yang A sama B. Kalau D boleh, tapi seminggu sekali saja," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa usai peresmian pencantuman label nutrisi Nutri-Level pada produk makanan dan minuman di Indonesia.

"Hari ini kita launching untuk label Nutri-Level," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Nutri Level adalah sistem label gizi berbasis warna dan huruf (A, B, C, D) yang dicantumkan pada kemasan makanan dan minuman siap saji di Indonesia, untuk menunjukkan tingkat kandungan gula, garam, dan lemak, dalam suatu produk.

Level A, warna hijau tua, menunjukkan kandungan Gula, Garam, dan Lemak (GGL) lebih rendah.

Level B, hijau muda, kandungan GGL rendah.

Level C, kuning, kandungan GGL sedang, perlu dikonsumsi dengan bijak.

Level D, merah, kandungan GGL tinggi, sehingga perlu dibatasi/dihindari.

"Melalui label ini, konsumen dapat memahami kualitas nutrisi produk secara lebih cepat, mudah, dan informatif," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Menkes, penerapan label nutrisi ini penting seiring meningkatnya risiko penyakit tidak menular akibat konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan, seperti obesitas, hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga Diabetes Tipe 2.

Dalam kesempatan tersebut Menkes Budi Gunadi Sadikin juga berkesempatan untuk mencicipi minuman yang telah berlabel Nutri-Level dari restoran Xing Fu Tang dan Fore di Lippo Malls Indonesia (LMI).

Pewarta: Anita Permata Dewi Editor: Risbiani Fardaniah Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Dirangkum dari Antara News · oleh https://www.facebook.com/antaranewsdotcom

Berita terkait