Pakai Bantal Saat Tidur, Ini Pengaruhnya bagi Tulang Belakang
Apakah tidur memakai bantal lebih menyehatkan bagi postur tubuhmu atau justru sebaliknya?
/data/photo/2026/01/11/6962a58beb4a4.png)
Banyak orang bertanya apakah tidur dengan bantal lebih baik daripada tanpa bantal untuk kesehatan punggung dan leher. Menurut para dokter spesialis tulang belakang yang dikutip dalam artikel ini, belum ada jawaban medis yang benar-benar mutlak, tetapi kuncinya adalah menjaga tulang belakang tetap berada pada posisi netral saat tidur.
Posisi netral berarti kepala, leher, dan punggung berada dalam satu garis lurus yang rileks. Dokter bedah tulang belakang Ari R. Berg menjelaskan bahwa bagi sebagian besar orang, tidur dengan bantal justru lebih baik karena bantal membantu menopang kepala dan leher agar keselarasan tulang belakang tetap terjaga. Tanpa bantal, banyak posisi tidur membuat leher berada pada sudut yang tidak wajar selama berjam-jam, yang dapat memicu nyeri otot, kekakuan, hingga iritasi saraf.
Dokter Jason A. Smith menambahkan bahwa bantal yang tepat juga membantu mengurangi beban pada sendi leher. Jika dukungan ini terganggu, dampaknya bisa berupa kejang otot bahkan sakit kepala. Karena itu, ukuran dan ketebalan bantal perlu disesuaikan dengan posisi tidur masing-masing orang. Untuk tidur menyamping, bantal ideal harus mengisi celah antara telinga dan bagian luar bahu. Sementara bagi yang tidur telentang, bantal sebaiknya menopang lengkungan alami leher agar kepala tidak terlalu jauh miring ke belakang.
Meski begitu, ada pengecualian bagi orang yang terbiasa tidur tengkurap. Dalam posisi ini, kepala sudah harus menoleh ke satu sisi untuk waktu lama, sehingga penggunaan bantal justru bisa membuat leher makin tidak nyaman. Karena itu, jika kebiasaan tersebut sulit diubah, tidur tanpa bantal atau memakai bantal yang sangat tipis dan rata dinilai lebih baik.
Para ahli juga mengingatkan bahwa bantal yang terlalu tinggi, terlalu empuk, atau terlalu keras dapat mengganggu keselarasan leher. Pada akhirnya, pilihan tidur memakai bantal atau tidak sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan tidur dan kenyamanan tubuh agar tidak menimbulkan pegal ketika bangun.
Sudut pandang lain
Topik ini menunjukkan bahwa kualitas tidur tidak hanya ditentukan durasi istirahat, tetapi juga dukungan ergonomis pada tubuh. Di tengah meningkatnya keluhan nyeri leher dan punggung akibat gaya hidup sedentari, pemilihan bantal yang sesuai bisa menjadi langkah pencegahan yang sederhana namun relevan.
Dari sudut pandang kesehatan umum, edukasi mengenai posisi tidur yang benar penting karena banyak orang cenderung memilih bantal berdasarkan kebiasaan, bukan kebutuhan anatomis. Penyesuaian bantal dengan posisi tidur dapat membantu mengurangi risiko ketegangan otot dan meningkatkan kenyamanan tidur jangka panjang.
Lihat versi asli dari sumber
Sebagian orang merasa tidur tanpa bantal baik untuk punggung, sedangkan yang lainnya merasa bantal wajib ada karena dibutuhkan untuk menyangga leher.
Dokter spesialis tulang belakang Mara Vucich, D.O., menyebutkan, sebenarnya belum ada yang benar-benar mengetahui secara medis mana yang paling efektif antara tidur pakai bantal atau tidak .
Namun, menjaga tulang belakang pada posisi netral adalah kunci mencegah nyeri leher dan punggung. Posisi netral berarti kepala, leher, dan punggung berada dalam satu garis lurus yang rileks.
"Bagi sebagian besar orang, tidur dengan bantal jauh lebih baik," ujar ahli bedah tulang belakang di Hackensack University Medical Center, AS, Ari R. Berg, M.D., mengutip Prevention , Selasa (12/5/2026).
"Terlepas dari posisi tidur, idealnya bantal harus menopang kepala dan leher dengan cara yang menjaga keselarasan tulang belakang tubuh," lanjut dr. Berg.
Bantal membantu lengkungan alami punggung, sehingga jika kita tidur tanpanya dapat menyulitkan postur.
"Tanpa bantal, sebagian besar posisi tidur akan memaksa leher kita berada pada sudut yang tegang dan tidak wajar selama berjam-jam, yang menyebabkan nyeri otot, kekakuan, dan bahkan iritasi saraf," ujar dr. Berg.
Manfaat penggunaan bantal yang tepat
Menurut kepala Physical Medicine and Rehabilitation di Atlantic Health, AS, dr. Jason A. Smith, M.D., pemakaian bantal yang disesuaikan dengan kebutuhan sangatlah penting.
"Tidur dengan bantal memungkinkan terjaganya keselarasan tulang belakang leher. Beban pada sendi menjadi jauh lebih ringan. Jika terganggu, persendian ini dapat menyebabkan kejang otot dan bahkan sakit kepala," ujar dia.
Tebal tipisnya bantal pun harus disesuaikan kebiasaan. Untuk orang-orang yang tidur menyamping, bantal yang baik akan mengisi celah antara telinga dan bagian luar bahu.
"Untuk orang yang tidur telentang, bantal akan menopang lengkungan alami leher, mencegah kepala miring terlalu jauh ke belakang," ujar dr. Berg.
"Dengan menjaga leher pada posisi netral, bantal yang baik memungkinkan otot-otot di leher dan bahu untuk rileks sepenuhnya sehingga kita bisa tidur nyenyak sepanjang malam," lanjut dia,
Pengecualian posisi tidur tanpa bantal
Bagi yang punya kebiasaan tidur telungkup, dr. Berg mengatakan bahwa aturan ini agak berbeda. Sebab, posisi tubuh memaksa untuk menolehkan kepala ke satu sisi selama berjam-jam. Ini menempatkan leher pada posisi yang aneh.
"Jika memakai bantal, kamu memaksa kepala kamu untuk miring ke atas dan berputar," kata dr. Berg.
"Untuk alasan ini, jika kamu terbiasa tidur tengkurap dan tidak dapat mengubah posisi, tidur tanpa bantal atau dengan bantal yang sangat tipis dan rata adalah pilihan terbaik," sambung dia.
Kuncinya adalah memilih bantal yang tepat dan tidak menyebabkan pegal saat bangun.
Risiko posisi bantal yang salah
Posisi bantal yang salah, yaitu terlalu tinggi atau empuk, dapat berakibat keselarasan leher bisa berubah dan memicu nyeri.
"Untuk posisi telentang, bantal yang terlalu tinggi akan mendorong dagu ke dada, menekuk leher ke depan dan menegangkan otot di bagian belakang leher dan punggung atas," kata Berg.
Sementara itu, bantal yang terlalu tinggi untuk posisi tidur menyamping, akan menekuk leher ke atas, sehingga membuat leher sisi lainnya tegang.
Bantal yang terlalu empuk juga berisiko gagal memberi dukungan yang baik untuk tulang, lantaran akan mengempis sepanjang malam. Jika terlalu keras, malah akan menekan otot. Tidur tanpa bantalan pun punya risiko.
"Hilangnya penyangga leher dapat mengganggu kenyamanan. Hal ini akhirnya berdampak pada kemampuan mendapatkan tidur malam yang nyenyak," ujar dr. Smith.
"Jika kamu tidur menyamping, kepala bisa jatuh jauh di bawah bahu, menyebabkan otot leher tegang. Ini memicu nyeri hebat, kaku, dan seiring waktu bisa menjadi cedera otot serta ligamen," tambah dr. Berg.
Pada posisi telentang tanpa bantal, kepala akan mendongak berlebihan, yang menekan persendian kecil di bagian belakang leher dan menegangkan otot serta ligamen di bagian depan.
Jadi, pakai bantal atau tidak, sesuaikan dengan kebiasaan tidur.
Berita terkait
/data/photo/2026/05/16/6a07bbc770af1.jpg)
Polri Targetkan 28 Gudang Pangan Selesai Juni 2026
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebut Polri akan memiliki 28 gudang ketahanan pangan untuk mendukung stabilitas pasokan pangan nasional.
/data/photo/2025/07/18/6879e7e806b8d.jpg)
Penyebab Storage WhatsApp Cepat Penuh dan Cara Mengatasinya
Storage WhatsApp bisa cepat penuh karena file media seperti foto, video, GIF, dokumen, dan voice note menumpuk tanpa disadari.
/data/photo/2026/01/30/697c7664edb25.jpeg)
Persija Menang 3-1 di Markas Persik, Cetak Rekor Poin
Persija Jakarta berhasil membawa pulang kemenangan dari kandang Persik Kediri.
/data/photo/2026/05/16/6a0807952f614.jpg)
Makanan yang Disarankan Ahli Saat Fase Luteal Menjelang Menstruasi
Menurut pakar, ada beberapa makanan yang baik dikonsumsi ketika sedang berada di fase luteal atau seminggu menjelang menstruasi.
/data/photo/2026/05/16/6a08326271032.jpeg)
Prabowo Pastikan Program MBG Diteruskan Tanpa Penyelewengan
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap diteruskan dengan catatan tidak boleh ada penyelewengan.
/data/photo/2026/05/16/6a08325170e70.jpeg)
Prabowo Puji Kinerja Polri dan Singgung Bintang Mahaputera untuk Kapolri
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo belum pernah menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera.