Akses Air Bersih di Desa Dinilai Kunci Kesehatan Warga
Akses air bersih masih menjadi tantangan bagi banyak masyarakat desa di Indonesia. Di sejumlah wilayah, warga masih harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air
Akses air bersih masih menjadi persoalan utama di banyak desa di Indonesia. Di sejumlah wilayah, warga bahkan harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air layak pakai, terutama saat musim kemarau, sehingga kebutuhan dasar ini berdampak langsung pada kesehatan, sanitasi, kegiatan memasak, hingga produktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut mendorong munculnya berbagai inisiatif kolaboratif, termasuk pembangunan sumur air bersih di Meunasah Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar. Program itu menjadi titik awal pembangunan 70 sumur air bersih di berbagai daerah Indonesia, dari Aceh hingga Merauke, sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap sumber air yang aman dan mudah dijangkau.
Ketua Umum Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional, Indra Utama, menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup warga desa. Ia menyebut, air bersih tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan harian, tetapi juga menjadi fondasi kesehatan, produktivitas, dan pembangunan desa yang lebih inklusif serta berkelanjutan. Menurut dia, persoalan sanitasi dan keterbatasan sumber air masih menjadi tantangan di banyak daerah.
Program bertajuk Jaga Air Bersih untuk Desa tersebut akan dijalankan di 70 titik wilayah operasional PT Sucofindo (PERSERO) yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Kehadiran sumber air bersih dinilai bukan hanya membantu kebutuhan warga, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan lingkungan dan menekan risiko penyakit yang berkaitan dengan sanitasi buruk.
Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS, Reda Manthovani, menilai kolaborasi lintas sektor penting agar program sosial yang menyasar kebutuhan dasar dapat berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberi dampak nyata. Di tengah meningkatnya perhatian pada isu keberlanjutan, akses air bersih kini dipandang sebagai bagian penting dari gaya hidup sehat, baik di pedesaan maupun di wilayah perkotaan.
Sudut pandang lain
Dari perspektif pembangunan desa, penyediaan air bersih bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga investasi sosial yang dapat menekan beban kesehatan masyarakat. Ketika akses air lebih dekat dan aman, waktu warga untuk mencari air berkurang dan dapat dialihkan ke aktivitas ekonomi atau pendidikan.
Program seperti ini juga menunjukkan bahwa penanganan persoalan dasar di desa memerlukan kerja sama antara organisasi masyarakat, dunia usaha, dan pengelola program sosial. Tantangan utamanya biasanya ada pada pemerataan, keberlanjutan pemeliharaan, dan memastikan fasilitas yang dibangun tetap berfungsi dalam jangka panjang.
Lihat versi asli dari sumber
Aceh, VIVA – Akses air bersih masih menjadi tantangan bagi banyak masyarakat desa di Indonesia. Di sejumlah wilayah, warga masih harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air layak pakai, terutama saat musim kemarau datang.
Kondisi inilah yang membuat isu air bersih bukan lagi sekadar urusan infrastruktur, tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat sehari-hari. Mulai dari kesehatan keluarga, sanitasi, aktivitas memasak, hingga produktivitas warga desa, semuanya bergantung pada ketersediaan air yang aman dan mudah diakses. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kesadaran akan pentingnya akses air bersih itu mendorong lahirnya berbagai gerakan kolaboratif, salah satunya pembangunan sumur air bersih di Meunasah Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar. Program ini menjadi titik awal pembangunan 70 sumur air bersih di berbagai daerah Indonesia, dari Aceh hingga Merauke.
Ketua Umum Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional, Indra Utama, mengatakan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat desa.
“Air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga fondasi kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat desa,” ujar Indra dalam keterangannya, dikutip Selasa 12 Mei 2026.
Menurutnya, pemerataan akses air bersih juga berkaitan dengan pembangunan desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Terlebih, persoalan sanitasi dan keterbatasan sumber air masih menjadi masalah di berbagai daerah.
Program bertajuk “Jaga Air Bersih untuk Desa” tersebut nantinya akan dilakukan di 70 titik wilayah operasional PT Sucofindo (PERSERO) yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.
Selain membantu kebutuhan sehari-hari warga, keberadaan sumber air bersih juga dinilai dapat berdampak pada kesehatan lingkungan dan menekan risiko penyakit yang berkaitan dengan sanitasi buruk .
Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS, Reda Manthovani, menilai kolaborasi lintas sektor penting agar program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat bisa berjalan tepat sasaran dan memberi dampak nyata.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata,” katanya.
Di sisi lain, isu keberlanjutan dan akses air bersih memang semakin dekat dengan perhatian masyarakat urban maupun pedesaan. Gaya hidup sehat kini tak hanya dipahami lewat pola makan atau olahraga, tetapi juga dimulai dari lingkungan hidup yang layak dan akses air yang aman.
Berita terkait
Prabowo Resmikan Operasional 1.061 Kopdes Merah Putih
Prabowo menilai langkah tersebut menjadi pencapaian penting karena untuk pertama kalinya pemerintah mampu meresmikan ribuan koperasi yang telah siap beroperasi.

Yandri Dorong Kades Sulsel Kembangkan Desa Ekspor
Mendes Yandri Susanto targetkan desa di Sulawesi Selatan ekspor produk lokal ke 59 negara. Upaya ini untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Petani Bawang Merah Nganjuk Siapkan Air Hadapi El Nino
Petani bawang merah di Nganjuk mengantisipasi ancaman El Nino dengan memperkuat pasokan air melalui sumur sibel demi menjaga produksi tetap stabil. Baca di sini
Suspek Hantavirus di Kulon Progo Dipastikan Negatif
Warga Kulon Progo yang sebelumnya diduga terkena penyakit hantavirus telah menjalani pemeriksaan laboratorium Kemenkes dan diklarifikasi oleh Dinkes Kabupaten Kulon Progo
Riau Bhayangkara Run 2026 Diusung Jadi Kampanye Lingkungan
Polda Riau kembali memastikan pelaksanaan Riau Bhayangkara Run 2026, yang digelar pada Minggu, 19 Juli 2026, mengusung tagline Run With Purpose, Move Forward with Riau.
Polri Targetkan 1.500 SPPG Beroperasi pada 2026
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya menargetkan Polri membangun 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.