Gen Z Semakin Memilih Profesi Fleksibel dan Digital
Pekerjaan favorit Gen Z kini didominasi bidang kreatif, teknologi, hingga freelance karena dianggap lebih fleksibel dan mendukung work life balance. Baca di sini
Generasi Z kini semakin mendominasi pasar kerja di berbagai negara, tetapi pilihan karier mereka berbeda dari generasi sebelumnya. Banyak anak muda tidak lagi memandang pekerjaan kantoran konvensional sebagai tujuan utama. Mereka lebih tertarik pada pekerjaan yang fleksibel, nyaman, dan selaras dengan minat pribadi.
Sejumlah survei internasional terbaru menunjukkan bahwa Gen Z cenderung mengutamakan keseimbangan hidup dan kerja, kesehatan mental, serta kebebasan dalam bekerja dibanding sekadar mengejar jabatan atau status sosial. Karena itu, tidak sedikit yang berani menolak tawaran dengan gaji besar apabila lingkungan kerjanya dinilai tidak sehat atau tidak memberi ruang untuk berkembang. Perubahan ini juga didorong oleh perkembangan teknologi digital yang membuka lebih banyak jalur penghasilan di luar pekerjaan formal.
Dari perkembangan tersebut, profesi content creator dan influencer menjadi salah satu yang paling diminati. Kehadiran platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan layanan streaming membuat banyak anak muda tertarik membangun karier di ruang digital. Pekerjaan ini dinilai memberi kebebasan berekspresi, jam kerja yang lebih lentur, dan peluang pendapatan yang besar. Tidak sedikit pula Gen Z yang memilih menjadi content creator penuh waktu melalui beragam format, mulai dari video hiburan, ulasan produk, podcast, hingga konten edukasi.
Selain dunia kreatif digital, bidang teknologi dan kecerdasan buatan juga tetap menjadi pilihan favorit. Meski AI memunculkan kekhawatiran terhadap berkurangnya kebutuhan tenaga kerja di sejumlah sektor, banyak Gen Z justru melihat industri ini sebagai bidang dengan masa depan cerah. Profesi seperti software engineer, data analyst, UI/UX designer, cyber security specialist, hingga AI engineer dipandang menawarkan prospek kerja kuat dan kompensasi yang kompetitif.
Perubahan preferensi ini menunjukkan bahwa orientasi karier Gen Z tidak lagi bertumpu pada model kerja lama yang seragam. Mereka lebih selektif terhadap lingkungan kerja, peluang berkembang, dan fleksibilitas, sekaligus memanfaatkan ekosistem digital untuk membangun sumber pendapatan yang lebih beragam.
Sudut pandang lain
Pergeseran minat kerja Gen Z dapat dibaca sebagai respons terhadap perubahan nilai dalam dunia kerja, di mana kualitas hidup dan kesehatan mental mulai ditempatkan sejajar dengan pendapatan. Bagi perusahaan, tren ini menuntut penyesuaian dalam budaya kerja, skema fleksibilitas, dan strategi retensi talenta agar tetap relevan bagi pekerja muda.
Di sisi lain, meningkatnya minat pada profesi digital dan teknologi juga memperlihatkan bagaimana transformasi ekonomi berbasis platform mengubah jalur karier tradisional. Kondisi ini berpotensi memperbesar kompetisi di sektor kreatif dan teknologi, sekaligus mendorong kebutuhan keterampilan baru yang terus mengikuti perkembangan pasar.
Lihat versi asli dari sumber
Jakarta, VIVA – Generasi Z atau Gen Z kini mulai mendominasi dunia kerja di berbagai negara. Namun berbeda dengan generasi sebelumnya, banyak anak muda saat ini ternyata tidak lagi menjadikan pekerjaan kantoran konvensional sebagai impian utama.
Mereka cenderung mencari pekerjaan yang lebih fleksibel, nyaman, dan sesuai passion.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tren ini terlihat dari berbagai survei internasional terbaru yang menunjukkan bahwa Gen Z lebih memprioritaskan work life balance, kesehatan mental, dan kebebasan dalam bekerja dibanding sekadar mengejar jabatan tinggi atau status sosial.
Bahkan, tidak sedikit anak muda yang rela menolak pekerjaan bergaji besar jika lingkungan kerjanya dianggap terlalu toxic atau tidak memberi ruang berkembang.
Selain itu, perkembangan teknologi digital juga ikut mengubah cara Gen Z memandang karier. Kini, peluang menghasilkan uang tidak lagi terbatas dari pekerjaan formal saja. Media sosial, platform freelance, hingga bisnis online membuat banyak anak muda memiliki pilihan karier yang jauh lebih luas dibanding generasi sebelumnya.
Lalu, pekerjaan apa saja yang kini menjadi favorit Gen Z? Berikut daftarnya, sebagaimana dirangkum dari Deloitte , Senin, 11 Mei 2026.
1. Content Creator dan Influencer
Profesi content creator masih menjadi salah satu pekerjaan paling diminati Gen Z. Popularitas TikTok, Instagram, YouTube, hingga platform streaming membuat banyak anak muda tertarik membangun karier di dunia digital.
Selain dianggap fleksibel, pekerjaan ini juga memberikan kebebasan berekspresi dan peluang penghasilan yang besar. Tidak sedikit Gen Z yang memilih menjadi full time content creator dibanding bekerja di kantor dengan jam kerja tetap.
Mulai dari membuat video hiburan, review produk, podcast, hingga konten edukasi, semuanya kini bisa menjadi sumber penghasilan menjanjikan.
2. Pekerjaan di Bidang Teknologi dan AI
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski perkembangan artificial intelligence atau AI memicu kekhawatiran soal pengurangan tenaga kerja, bidang teknologi tetap menjadi salah satu sektor favorit Gen Z.
Banyak anak muda tertarik menjadi software engineer, data analyst, UI UX designer, cyber security specialist, hingga AI engineer karena dianggap memiliki masa depan cerah dan gaji kompetitif.
Berita terkait

Lansia Disarankan Tetap Aktif untuk Jaga Kualitas Hidup
Ini Cara Lansia Tetap Aktif di Usia Senja
Cisco Pangkas Ribuan Karyawan demi Fokus ke AI
Cisco memangkas hampir 4.000 karyawan untuk fokus ke AI setelah pesanan infrastruktur kecerdasan buatan melonjak hingga Rp153 triliun. Baca di sini selengkapnya
Profesi green jobs diprediksi paling dicari pada 2026
Profesi green jobs diprediksi makin dibutuhkan pada 2026, mulai dari ESG specialist hingga teknisi kendaraan listrik dengan peluang karier menjanjikan.

Trump Akan Kunjungi China di Tengah Ketegangan Global
Trump dan Xi direncanakan membahas sejumlah isu mulai dari perdagangan, geopolitik, hingga teknologi.

Lestari Moerdijat Dorong AI untuk Pemberdayaan Disabilitas
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menekankan pentingnya AI untuk pengembangan UMKM dan pemberdayaan penyandang disabilitas.

Purbaya Tekankan Pentingnya Work-Life Balance
Di sela kegiatan olahraga saat car free day CFD di Jakarta, Purbaya juga memantau langsung aktivitas ekonomi masyarakat.